say love to me

say love to me
chapter 9



Dan di sinilah nissya dan ibunya berada di salah satu mall yang cukup besar. Sudah ada beberapa paper bag yang di pegang oleh nissya.


"Bu,, ini udah banyak loh. Ibu mau beli apa lagi pemborosan ini. Katanya nissya harus belajar hemat" Rengek nissya kepada ibunya yang masih semangat 45 mengelilingi mall tersebut.


"Ayolah sayang setelah ini kita akan sulit hanya untuk sekedar bertemu. Kau akan menikah dan sekarang ibu ingin memilihkan pakayan yang cantik untuk anak kesangan ibu ini" kata ibu nissya dengan senyuman manisnya dan memamerkan deretan giginya yang berbaris rapi.


"Haduh rasanya ibuku kembali menjadi remaja yang baru beranjak dewasa" gumam nissya. Sedangkan ibunya sudah cengir - cengir kuda.


Setelah puas dengan belanjaannya merekah langsung pulang bersiap untuk memasak. karnah malam ini merekah akan kedatangan tamu yang kata ibunya tamu tersebut adalah calon suami dan calon mertuanya nissya.


**


Nissya meghela nafas panjang. Merebahkah tubuh lelahnya di atas kasur kesayangannya yang menggunakan sprei bermotif dora emon kartun kucing biru favoritnya. Nissya memejamkan matanya ia ingin tidur siang rasanya tubuhnya benar - benar lelah. Baru saja matanya terpejam tapi kanjeng maminya yang rempong kembali memanggilnya lagi.


"Ada apa bu, nissya baru saja mau tidur" ucap nissya dengan mata sayu dan rambut yang sudah acak-acakan.


"Astaghfirullah nissya kamu tu yah, bukannya bantuin ibu malah mau tidur. Terus kamu udah solat belum" tanya sang ibu masih memperhatikan penampilan putrinya yang berantakan itu.


"Nissya masih PMS. Sini biar nissya saja yang masak yah bu?" tawar nissya langsung mengambil ahli menggoreng ikan yang sedikit lagi hampir matang tersebut.


"Kamu tu yah bisa banget ngambil perkerjaan yang hampir selelai" meghela nafas melirik nissya yang cengengesan "Nanti kalau udah nikah jangan malas-malasan terus yah belajar jadi istri yang baik!"


"Siap ibu negara" kata nissya dengan berlagak hormat membuat sang ibu memutar bola mata jengah mrlihat tingkah anak perempuannya itu. Nissya memang sangat akrab dengan sang ibu. Nissya yang di luar begitu pendiam bisa berubah menjadi nissya yang sangat cerewet ketika bersama ibunya.


"Udah sana mandi . Pakai baju baru dan hijab baru. Terus jangan lupa pakai make up yang agak tebal biar makin cantik. Pakai lipstik juga warnah nya yang cantik. Dan jangan tinggalkan farfum yang wangi!" ucap ibu nissya dengan mengebu gebu bersemangat dengan binar mata bahagiah.


"Ngak usah selebai itu juga bu. Kayak mau ketemu presiden joko widodo aja" Kata nissya dengan nada malas dan memutar bola mata jengah dengan sikap sang ibu yang selalu berubah - ubah itu.


❤❤❤


Seorang laki-laki baru saja turun dari motor kesayangannya. Berlari memasukki rumah dengan nafas ngos - ngosan laki-laki tersebut menghampiri sang mama yang tadi menelpon nya dengan marah - marah menyuruhnya pulang.


"Hah.. hah.. Sebenernya ada apa sih ma. Nyuruh orang pulang pakai acara ngancam segalah capek ini" Ucap laki-laki tersebut menyandarkan tubuhnya di atas sofa sebelah mamanya. Nafas nya yang masih belum teratur.


"Haduh mbo ya ngucap salam dulu" ucap ayu melihat anak semata wayangnya itu yang masuk rumah langsung menerobos begitu saja.


"Asallamualaikum. Ada apa sih ma kayaknya penting banget?" tanya nya kembali melirik sang mama yang sudah tersenyum manis.


Lah ngapa senyum - senyum biasanya yang manis kayak gini ada maunya ini!. Gumam laki-laki tersebut dalam hati.


"Apaan sih ma senyum - senyum gitu. Udah bilang aja udah tau kok mama ada maunya kalau udah manis - manis gini,apaan coba?" Tanyanya kembali. Ayu cengengesan anak laki-laki nya selalu tau kalau dia punya keinginan.


"Bang kalau kamu mama jodohin gimana?. Anak temen mama tu yah bang cantiiiiik banget." ayu mengankat kedua jempol tangannya ke depan wajan anaknya "Pakai hijab laki bang." Ibuhnya.


"La mama ini jaman milenial ma. Bukan jaman siti nubaya." kata anaknya sambil memutar bola mata malasnya "Tapi beneran cantik ma?. Ntar mama cantik - cantik pas ketemu orangnya kayak ikan kekurangan air mangep - mangep gitu!" tanya nya kembali.


Meghela nafas "Percaya dah bang sama mama ngak ngecewain pokoknya. Ntar malam kita sama papa makan malam kerumahnya ya. Biar nanti kamu pingsan ketemu bidadari syurga." kata ayu dengan gaya yang berlebihan.


 


"Bang udah belum!" tanya ayu dengan mengetuk pintu kamar sang putra kesayangannya yang belum juga keluar. "Abang ngak kabur kan jangan malu - maluin lah bang!" ibuhnya lagi.


Ceklek...


"Sabaran napa ma. Lagi gaya ini katanya cantik kayak bidadari kan lebih malu - maluin lagi kalau anaknya kayak pengamen" katanya sambil melangkahkan kaki menghapiri sang papa yang sudah menunggu di depan pintu "Ayo pa keburu telat ini. Udah ngak sabar" Imbuhnya kepada sang papa.


"Kamu tu yah selalu saja ribut sama mama sekali - kali akur dikit kenapa sih bang!" ucap radit kepada anaknya itu.


 


"Beneran ini rumahnya ma?" tanya nya ketika merekah turun dari mobil.


"Iya kenapa emang bang?"


"Baru rumahnya bang belum orangnya" ucap ayu menggoda anaknya itu.


tok..tok..tok..


"Asallamualaikum mbak" ucap ayu sambil mengetuk pintu rumah nissya.


"Waalaikumsallam. Ayo masuk mbak" Ajak rania mamanya nissya dengan ramah.


"Sebentar yah mbak ini si nissya masih di kamar saya panggilin dulu" imbuh rania ketika tamunya sudah duduk di ruang tamu rumahnya.


"Kagak ada fotonya ma?" ucap anak laki-laki ayu melihat ke sekeliling rumah nissya.


"Ntar lagi juga lihat bang ngak sabaran amat ketemu calon" goda radit melihat anaknya yang celingukan.


"Apaan sih pa"


"Maaf mbak, mas ngak lama lagi nissya keluar kok lagi di kamar mandi" kata rania ketika dia bergabung duduk dengan calon mantu dan calon besannya itu.


Merekah ngobrol di selingi dengan sedikit canda tawa. Sekitar lima menit nissya keluar dari kamarnya.


"Asallamualaikum om, tante" sapa nissya sopan.


"Waalaikumsallam sayang sini duduk samping tante" ajak ayu menepuk sofa di sebelahnya.


"Iya makasih tante" kata nissya sopan lalu duduk di sebelah ayu.


"Bang ini kenalin mutiara khairunissya, abang bisa panggil nissya" ucap ayu. Anaknya yang semula sibuk dengan hanphone sampai tidak mengetahui nissya sudah bergabung itu menoleh dan.


"Lah elu yang kemaren ujan - ujanan di tengah jalan kan" ucapnya sedikit terkejut. Tidak ubahnya dengan nissya.


"Iya" balas nissya lirih dan menundukan pandangannya.


"Lah abang udah kenal?" tanya ayu melihat respon keduanya.


"Kemaren pas pulang dari latihan band. Nih siapa namannya tadi nyebrang jalan sambil ngelamun ampir ketabrak ma" jawabnya santai tampa menoleh ke nissya yang masih menunduk.


"Beneran nis. Kok ngak bilang sama ibu?" Tanya rania yang semula diam.


"Maaf bu" nissya kembali menundukan pandangannya tidak tau harus bagaimana.


"Siapa tadi namanya ma" tanya anak ayu kembali karnah tadi dia tidak mendengarkan ucapan mamanya dengan jelas.


"Nis ajak ke taman sampin itu anaknya tante ayu sekalian kenalan" perintah rania kepada putri kesayangannya nissya.


"Iya bu. Ayo kak kita ke samping" ajak nissya melihat sekilas ke arah laki-laki tersebut lalu melangkahkan kakinya dengan pelan masih dengan menundukan pandangannya.


 


"Siapa nama lo tadi?"


"Mutiara khairunissya kak" balas nissya lirih.


"santai aja kali, kenalin gue rangga alex racman" rangga mengulurkan tangannya kepada nissya namun di tolak dengan halus oleh nissya.


"Maaf kak tapi kita belum mukhrim" Nissya menepiskan senyum manisnya menatao rangga sekilas lalu memalingkan mukanya kembali.


Deg..


Seketika jantung rangga berdetak lebih cepat dari biasanya melihat senyuman manis nissya dengan lesung pipit di pipinya menambah kemanisannya.


Beneran kata mama ini bidadari syuga. Baru kali ini cewek nolak gue buat salaman doang. Mana tu senyum kadar manisnya tinggi lagi bisa diabetes gue. Guman rangga dalam hati dengan senyuman termanisnya yang terukir indah.