
Matahari mulai menapakan dirinya. Pagi yang cukup cerah untuk memulai kegiatan di pagi hari. Nissya baru saja selesai mandi. Mengambil setelan baju panjang dan celana training panjangnya. Rencananya rangga dan nissya akan olaragga di hari minggu pagi ini.
Selesai berganti pakayan nissya keluar kamarnya dan menuju meja makan. Mengambik sandwich yang sudah di siapkan subuh tadi dan memasukkannya ke kotak bekal. Tidak lupa nissya juga mengisi botol minumnya dan memasukan bekal dan juga air minumnya ke dalam tas bekal birunya.
Setelah selesai dengan persiapannya nissya pamit kepada rania ibunya untuk berangkat menggunakan sepeda. Rangga memang tidak menjemputnya karna nissya mengatakan akan menunggu di pinggir pantai yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari rumanya.
Nissya mengayuh sepeda gunungnya sambil bersolawat di sepanjang jalan. Baju kaos baby pink, celana training hitam, hijap pasmina hitam dan juga sepatu sneakers pink terlihat senada dengan kulit putih nissya. Di sepanjang jalan nissya selalu tersenyum dan menyapa jika bertemu seseorang yang dia kenal. Nissya memang terkenal akan kelembutan dan keramahannya.
Karnah asik dalam lantunan sholawatnya sendiri nissya tidak terlalu menyadari perjalanannya. Dan sekarang nissya sudah sampai di pinggiran pantai. Nissya menopang sepedanya dan turun ke pinggiran pantai sembari menunggu rangga datang.
Tidak lama setelah nissya duduk seorang pria menghapirinya dan menyapanya. Alangkah terkejutnya nissya saat dia berbalik dan tersenyum menyapa pria tersebut.
Deg..
"Asallamuallaikum nis" sallam pria tersebut dengan ramah kepada nissya.
"Waalaikumsallam , kak risky?. kenapa kakak bisa ada di sini?" Kaget nissya menatap risky yang berdiri tegap di depannya dengan senyuman teduh miliknya.
"Ah aku hanya berjalan - jalan saja. Menikmati sejuknya pagi hari. Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini. Apa kau sendirian di sini?" Tanya risky melihat nissya dari tadi hanya duduk sendirian.
"Mm.. itu aku sedang menunggu seseorang" kata nissya sedikit gagap entah kenapa tingkah nissya hampir sama seperti seorang perempuan yang takut perselingkuhannya terbongkar. padahal dia dan risky selama ini hanya berteman walaupun memang terlibat perasaan cinta.
"Oh sia.." Belum sempat risky bertanya lagi kepada nissya tapi rangga sudah datang dan memotong kata - kata risky.
Siapa pria ini? Batin risky bertanya dalam hati.
"Waalaikumsallam kak tidak apa, oh yah kak kenalkan ini temanku namanya risky. Dan kak risky kenalkan ini kak rangga" Ucap nissya sedikit kaku. Nissya sekarang seolah mengenalkan mantan kekasih kepada kekasih barunya.
Risky seolah paham maskut dari ucapan nissya. Entah kenapq hatinya seolah masih saja terluka. Padahal dia sudah berupaya ikhlas dan menerimah kenyataan bahwa dia dan nissya memang tidak di takdirkan bersama. Tapi perasaan itu memang masih tersimpan di tempatnya. Untuk melupakan seseorang yang berarti dalam hatinya itu bukanlah suatu hal yang mudah. Melihat sosok rangga yang tinggi putih dan nampak berwibawah saja sudah cukup membuat seorang risky berfikir. Bahwa dia dan rangga memiliki banyak perbedahan terutama soal kekayaan itulah fikirnya.
"Kenalkan aku rangga alex racman" Kata rangga dengan mengulurkan tangannya sopan kepada risky. Dan risky menerimah uluran tangan rangga dan memperkenalkan diri sebagai sahabat nissya selama SMA.
"Nis apa kita ajak saja risky untuk bersepeda bersama kita di pinggiran pantai aku rasa akan lebih ramai" saran rangga menatap nissya secara keseluruhan dari atas sampai bawah. Nissya yang di pandang seperti itu hanya menundukan pandangannya seraya mengatakan.
"Terserah kak rangga dan kak risky saja, nissya hanya ikut" ucap lirih nissya.
"Apakah kau mau bergabung bersama kami?" tanya rangga kepada risky yang masih terdiam dengan menopang sepedanya dengan tangan kanannya.
"Boleh juga aku juga sendirian kesini" Kata risky tengan senyumannya yang sedikit kaku. Mengingat pemandangan saat ini di mana orang yang di cintai sedang bersama seorang pria yang bisa di tebak adalah 'calon suaminya'.
Merekah mengayuh sepeda menelusuri pinggiran pantai yang masih sedikit sepi mengingat hari masih pagi.
Sesekali rangga melayangkan candaanya agar suasana tidak terlalu canggung. Merekah mengobrol dan bercerita soalah tidak ada hati yang terluka di antara mereka. Yang rangga tau nissya hanya bersahabat dengan risky siapa yang tau mereka diam - diam saling memiliki rasa. Sesekali risky juga menceritakan kepada rangga tentang liburan - liburan yang pernah mereka lakukan. Dan rangga hanya menanggapi dengan senyumnya.