
Nissya dan Aulia sedang dalam perjalanan pulang menuju ke rumah Nissya. Sedangkan Risky sudah berpisah arah, karna komplek rumahnya dan Nissya memang berbeda.
"Li mampir di pinggir taman bentar yah, gue haus" teriak Nissya pada Aulia dari motor matic kesayangannya.
"Oke" Aulia menyatukan jempol dan telunjuknya membetuk huruf O.
Sesuai perkataan Nissya mereka berhenti di taman untuk mampir membeli minum. Aulia hanya menunggu di motor yang terparkir di pinggir jalan. Sedangkan Nissya masuk ke area taman untuk membeli minum.
Saat Nissya sampai di salah satu stand penujual minuman dan ingin mengambil air mineral, seorang laki-laki lebih dulu mengambilnya.
"Eh, itu kan" Nissya menggantukan kalimatnya. Laki-laki itu menoleh ke arah Nissya.
"Lo mau beli minum juga" tanya nya ke arah Nissya dengan menyodorkan botol air mineral itu ke arah Nissya.
"Ngak usah mas, saya beli minuman lain aja" Nissya menolaknya dengan halus. Sebenarnya Nissya sangat ingin menerimahnya tapi tidak enak karna laki-laki itu sepertinya juga sangat haus fikir Nissya melihat keringat membasahi wajah laki-laki itu.
"Hahaha, santai aja nih minum" ujarnya mengulurkan air mineral di tangan nya lebih dekat ke arah Nissya. Dengan sedikit ragu Nissya mengambil air mineral itu dan membukanya. Setelah meminum setengahnya Nissya kembali menutupnya dan berniat membayarnya.
"Siniin botolnya, biar gue yang bayar" kata laki-laki itu tampa menunggu respon Nissya dia mengambil botol air mineral dari tangan Nissya lalu membayarnya.
"Buat apa?" tanya Nissya tampa sadar melihat laki-laki itu membuka tutup botol air mineral yang tadi di minumnya.
Laki-laki itu meminum air mineral yang tinggal setengah botol itu sampai habis, lalu membuangnya ke tong sampa yang berada di taman.
"Minum lah" ucap nya santai.
"Tapi itukan__
" Lo ngak rabies'san kan?" tanya nya memotong ucapan Nissya.
Nissya hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.
"Yah udah, terus kenapa?" tanya nya yang membuat Nissya bingung sendiri.
Dua orang laki-laki menghapiri mereka.
Dan menepuk bahu laki-laki yang sejak tadi berdiri di depan Nissya.
"Woy bro, lama amat sih" kata salah satu laki-laki yang baru sampai itu " eh ini siapa?" tanya nya kemudian setelah melihat Nissya.
"Maaf saya permisi dulu, udah di tunggu temen. Asallamualaikum" ujar Nissya sedikit canggung, kemudian berlalu meninggalkan ketiga laki-laki itu.
"Waalaikumsallam" jawab ketiganya bersamaan dengan wajah cengo.
"Sat, dia ngucapin. samelekom" kata seorang dari mereka masih dengan wajah cengonya.
"Eh njir, lo ngak lihat di pake hijab gitu udah pasti dia soleha. Bener - bener istri idaman" ujar laki - laki yang satunya lagi sambil mendongkak untuk melihat Nissya yang sudah melaju dengan motor matic-nya.
"Cantik" kata laki-laki yang sejak tadi bersama dengan Nissya.
Nissya baru saja sampai di rumahnya ketika jam menunjukan puku 15:00 dan itu artinya sudah sore.
"Assallamualaikum bu, Nissya pulang" kata Nissya ketika membuka pintu.
"Waalaikumsallam" balas Rania ibunya Nissya yang terdengar dari arah dapur.
Nissya berjalan ke arah ibunya dan mencium punggung tangan sang ibu. Setelahnya Nissya berjalan menuju kamarnya.
Selesai mandi Nissya memakai pakayan yang lebih santai dan tetap menggunakan hijab santainya. Nissya keluar dari kamarnya selesai melaksanakan sholat ashar yang di lakukannya beberapa menit yang lalu ketika azan memanggilanya.
"Nis, makan dulu. Nanti kamu sakit" ucap Rania melihat Nissya baru keluar dari dalam kamarnya.
"Iya bu, ibu masak apa?" tanya Nissya.
"Ibu masak suo kesukaan kamu" kata Rania sambik menaruh nasi, dan dua sendok besar sup untuk putri kesayangannya itu.
'Biasanya ibu kalau gini pasti ada maunya, tapi aku ngak boleh seuzon' Nissya berucap dalam hatinya.
"Di makan nis bengong aja" tegur Rania menyadarkan Nissya dari lamunanya persekian detik sebelumnya.
"Eh?,Iya bu Nissya makan kok" ujar Nissya yang entah kenapa salah tingka sendiri karna ketahuan ngelamun.
Nissya dan Rania makan dengan lahap. Nissya memang sangat menyukai sup buatan Rania. Dulu Nissya dan ayahnya selalu minta di buatkan sup oleh Rania. Tapi sekarang tinggal Nissya yang selalu meminta di buatkan sup oleh Rania meskipun sering kali di abaikan.
"Nis, ibu mau ngomong serius sama kamu" kata Rania saat keduanya sudah selesai makan.
"Ibu mau ngomong apa bu, kok kayaknya penting banget" tanya Nissya pada Rania yang masih diam
"Kamu jangan marah yah" pinta Rania dengan wajah memelas.
"Emang Nissya pernah marahin ibu?. Ibu ngomong ngak usah raggu, jujur aja semuanya harus ibu omongin sama Nissya. Nissya ngak bakalan marah sama ibu kok " kata Nissya dengan lembut.