
Rangga dan Nissya langsung pulang ke rumah mereka, sesampainya di rumah. Nissya langsung memasak untuk makan siang. Mereka memang makan di taman tapi itu hanya makanan ringan sedangkan Nissya sudah biasa makan nasi. Selesai memasak Nissya berjalan ke ruang TV menemui suaminya.
"Mas, makan siang dulu. Aku udah masak" ajak Nissya.
"Ok sayang" saut Rangga lalu berjalan mengikuti Nissya ke ruang makan.
Ketika sampai di depan meja makan Rangga terperangah menatap makanan di atas meja tersebut.
"Kenapa mas, ngak suka?" tanya Nissya melihat respon Rangga yang masih berdiri dengan mulut sedikit terbuka.
"Sayang ini bukan ngak suka, tapi rugi kalau ngak di habisin" ucap Rangga antusias. Rangga menerimah nasih yang di sodorkan Nissya dengan semangat. Nissya membetikannya lauk, sayur sop, sambal ayam, cumi - cumi saus tiram. Rangga langsung makan dengan semangat.
"Sayang" panggil Nissya.
"Hmm" saut Rangga dengan mulut penuh.
"Kamu belum membaca do'a" Nissya mengingatkan, Rangga membulatkan matanya dan mengangguk mengakui bahwa dia lupa. Setelah meminum setengah gelas air putih Rangaa langsung berdo'a lalu kembali melanjutkan makan.
Selesai makan Rangga mengajak Nissya pergi ke pantai. Hari itu sangat cerah, matahari sangat bersemangat memancarkan sinarnya. Bahkan saat jam menunjukan pukul 14:00 WIB. Langit masih terlihat sangat cerah. Nissya sudah siap dengan celana baggy pants kotak - kotak dengan warnah abu - abu. Baju kaos hitam, dan outer abu - abu dengan motif garis hitam. Sepatu slip on berwarnah hitam dan hijab pasmina hitam membuat penampilannya tetap keren walaupun mengunakan hijab.
Rangga mengenakan jeans biru navy selutut, dan kaos hitam pendek. Merekah menuju pantai dengan menggunakan motor scoppy Rangga. Rangga memang memiliki dua motor satu motor ninja satu motor matic.
Beberapa pengunjung pantai menatap mereka. Pasangan yabmng sangat cocok. Nissya dengan kulit putih bersih dan bentuk tubuh yang ideal walaupun menggunakan hijab, semua orang dapat menebak keindahan tubuhnya. Beberapa pengunjung juga menatap mereka iri, tapi keduanya tidak memperdulikan.
Rangga mengajak Nissya ke tepi pantai. Nissya melepaskan sepatu slip on nya. Melihat apa yang di lakukan Nissya, akhirnya Rangga juga melepaskan sepatu sneakersnya. Rangga mengandeng tangan Nissya dan mengajaknya berlari di pinggiran pantai. Air ombak sesekali mengenai kaki merekah yang tidak tertutup apapun lagi. Nissya duduk di atas pasir dan Rangga di sebelahnya.
"Mas" lirih Nissya tetapi pandangannya lurus ke depan di mana lautan luas dengan ombak yang menari - nari di atasnya tepajang dengan indah.
"Kenapa?" tanya Rangga menatap Nissya.
"Kita sudah resmi jadi suami istri." Nissya menoleh le arah Rangga dan Rangga tersenyum menatapnya, “Aku mau jujur sama kamu„ ucap Nissya serius.
"Kamu ngomong aja aku bakal dengerin, aku juga ngak ingin ada rahasiah di antara hubungan kita. Aku ingin kita saling terbuka" kata rangga dengan tatapan lembut namun suaranya serius. Nissya menunduk dan menulis - nulis di atas pasir menggunakan jari telunjuknya.
“Sebenarnya, aku sama Risky dulu sempat saling cinta„ aku Nissya dengan pandangan kosong ke depan. Jujur saja dia takut jika nanti Rangga tau dari orang lain maka Rangga akan kecewa dan hubungan mereka akan retak. Bagaimanapun juga Nissya tidak akan meninggalkan Rangga, karnah Rangga adallah tempat syurga baru untuknya setelah ibunya.
„Kami tenang aja, aku udah tau kok„ aku Rangga. Nissya langsung menoleh dengan tatapan tidak percaya, Sedangkan Rangga hanya tersenyum "aku tau saat pernikahan kita, aku akan merebut cinta itu agar menjadi milikku seutuhnya" ujar Rangga penuh tekad. Nissya langsung memeluk suaminya itu. Nissya berucap syukur setidaknya suaminya sudah tidak kasar lagi, dan dia sekarang seperti Queen.
"Terimahkasih mas, aku akan berusaha cepat melupakannya!" tegasnya.
Merekah kembali menikmati makanan yang sudah di masak oleh ayu ibunya Rangga. "
Rangga dan Nissya kembali saling kejar di arena raflesia? ,tanya muhamad yang mendapati penepeisan jangab terlalu berharap.