say love to me

say love to me
chapter 30



10:20.


Kelas XII IPA 1 baru saja selesai belajar. Sesuai dengan jabatan-nya kelas itu selalu terlambat istirahat di banding kelas lainnya.


Ke enam anggota grub band yang belum tau nama nya itu berjalan menuju kantin. Banyak pasang mata yang melihat mereka dengan tatapan memuja.


Aulia dengan rok abu - abu sebatas lutut, dan baju yang pas di tubuhnya menambah kesan bad girl, dan sikap bar bar nya.


Rangga dengan celana abu - abu panjang, seragam di keluarkan, dasi miring, dan rambut acakan nya membuat siswi menatapnya terpesona. Begitu pula dengab Risky, Rafi dan Iqball yang penampilannya tidak jauh berbeda dengan Rangga kecuali Iqball yang entah kemasukan setan apa hari ini menggunakan kaca mata petak yang katanya sedang trending gaya nissa sobiyan kembarannya Nissya tapi ngak mirip.


Nissya tidak kalah dari ke limanya. Nissya yang hanya muncul di saat - saat tertentu seperti kenaikan kelas pada saat pengumuman juara. Jarang keluar kelas tapi sekarang sedikit demi sedikit mulai berubah. semenjak Aulia pindah Nissya memang tidak mempunyai teman yang akrab seperti dengan Aulia. Rok abu - abu panjang, baju yang di dalamkan ke dalam rok. Hijab pasmina yang membalut kepalahnya. Menjadi sosok pusat perhatian para murid laki - laki.


Sekarang mereka sudah sampai di kantin sekolah dan memesan mie ayam, yang menjadi menu utama di kantin sekolah.


"Saran gue, ntar kalau kita latihan Aulia di tuker aja sama Nissya. Gue ngerasa Aulia gugup banget kalau sama lo rang. Kayak kaku gimana gitu. Kan kalau lo sama Nissya kayaknya pas banget. Tinggal Aulia aja kalau bisa main piano" Rafi memulai obrolan ketika mereka selesai makan.


"Gue setuju sama lo raf, lebih srek Rangga sama Nissya yang nyanyi. Pusing gue kalau ngulang mulu gara - gara nih kecebong salah mulu" timbal Iqball membuat Aulia mendengus kesal.


"Enak aja lo panggil gue kecebong, lo tuh mirip kayak laler di got pak RT" protes Aulia tak terimah di panggil kecebong.


"Cerewet banget sih, pantesan jadi adeknya Rangga cocok banget, sama - sama nyolotnya" kata Iqball dengan memutar bola mata malas.


" Gimana setuju ngak nih?" tanya Rafi memastikan kembali usulannya tadi.


"Gue ikut aja" ucap Risky santai.


"Gue rasa lebih baik deh, sakit kuping gue dengerin suara kambing di tarik sama pengembala mulu kalau lagi latihan, hahah" Rangga tertawa puas melihat Aulia yang sudah ngedumel tidak jelas.


"Kalau lo nis?" Rafi meminta pendapat Nissya yang sedari tadi hanya nyimak saja.


"Aku sih, nurut apa kata kalian aja. Gimana yang lebih enak" kata Nissya menyampaikan pendapatnya.


"Udah gue sama Nissya yang nyanyi, hari minggu kita latihan kalau ada waktu. Biar bisa ikutan lomba yang tiga bulan lagi di adain kantor temen papa gue" ucap Rangga tampa mengizinkan seorang pun membantahnya.


"Kita main turt of dare aja yuk bang, seru tuh" usul Aulia dengan wajah antusiasnya.


"Boleh, boleh, mana botolnya?" tanya Risky.


"Nih, bentar gue tutup dulu" Rangga menutup botol air mineral yang isinya tinggal sedikit lagi di depannya .


"Aku yang mutar yah" ujar Nissya dan di angguki oleh ke limanya.


Botol sudah berputar perlahan namun pasti dan berhenti di depan.


Aulia!


"Elah botol, lo ngak bisa di ajak kompromi masa baru mulai udah gue aja yang kena. Ngak asik lo" omel Aulia pada botol di atas meja yang membuat ke lima orang di sekelilingnya itu tertawa dengan tingkahnya.


"Turt of dare?" tanya Rafi yang di beri kesempatan untuk bertanya.


"Dare ajah deh, gur curiga lo nanya macam - macam" ucap Aulia masih kesal dengan botol yang memilihnya.


"Gile banget lo Raf sumpah tapi seruh tuh" Kata Aulia dengan santai.


" satu hati jadi berbunga - bunga..


Dua dunia serasa milik berdua..


Tiga berasa terbang ke angkasa..


Semua karna cinta.. semua karna cinta.."


Aulia berjoged ria sambil bernyanyi memgang botol air mineral yang sempat membuatnya kesal tadi. Di ikuti Rafi dan Iqball.


"Udah, udah, mulai lagi" kata Risky saat lagu aneh yang di nyanyikan Aulia sudah selesai.


"Gue ajah yang mutar nih botol sialan" ucap Aulia.


Botol di tengah - tengah mereka mulai kembaki berputar membuat beberapa murid menatap ke arah meja mereka yang sedari tadi berisik. Hingga botol berhenti tepat menunjuk ke arah.


Rafi!


"Tutr of dare?" tanya Risky yang mendapat giliran bertanya dengan Rafi.


"Turt" ucap Rafi bergaya sok - sok santai. Suasana hening sejenak, Risky memikirkan pertanyaan yang tepat.


"Apa hal yang paling sering lo lakuin dari kecil sampai sekarang?" tanya Risky.


Rafi tampa mengusap dagunya beberapa kali. Semua orang menatapnya, menanti jawaban.


"Nangkapain kecebong di empang" kata Rafi yang membuat tawa murid yang sedang menyaksikan permainan mereka tertawa.


"Kamu nangkapin kecebong buat apa Raf?" tanya Nissya penasaran.


"Mungkin buat di koleksi nis" timbal Iqball.


"Enak aja, mereka itu lucu. Kalau di empang di makan sama ikan, kan kasihan. Jadi gue pindahin ke got" ucap Rafi.


Pletak!


Satu sedotan minuman mendarat di kening Rafi dang di lempar oleh Rangga.


"Got lebih parah lagi dari empang curut. Parah bettt dah" kata Rangga tak habis fikir dengan pekerjaab unfaedah yang di lakukan Rafi.


"Oke kita mulai lagi, gue yang mutar" ucap Rafi lalu memutar botol kembali sampai berhenti menunjuk ke arah.


Nissya!


Dan yang membuat pertanyaan adalah Iqball.