say love to me

say love to me
chapter 22



Risky menggerutu kesal saat Aulia mematikan telpon secara sepihak tampa menunggu jawabannya. Dia bergegas menganti bajunya dan bersiap untuk menemui Aulia. Risky mengambil kunci motornya dan berlalu keluar rumah.


Sepanjang jalan Risky masih saja menggerutu kesal.


"Dia tidak pernah berubah, selalu saja memaksa. Hah aku juga tidak bisa menolak permintaan wanita tengil itu" gumamnya sepajang perjalanan.


Risky sudah sampai di taman yang di sebutkan Aulia. Melihat ke sekeliling taman mencari keberadaan orang yang menelpon dan menyurunyah datang ke taman. Hingga dia menatap seorang gadis yang mengenakan kaos panjang peach kebesaran dan celana jeans pendek, sesuai dengan nalurinya yang mengatakan wanita itu adallah orang yang di carinya.


"Hey" sapa Risky ketika sampai di tenda tempat Aulia berkumpul.


"Hay, lama banget sih udah kaku badan gue. Duduk dulu" celoteh Aulia,Risky langsung duduk di samping Aulia.


"Hay nis" sapa Risky ketika melihat Nissya. Nissya hanya membalas dengan senyuman ramah.


"Ngapain lo nyuru gue ke sini li" tanya Risky menatap Aulia penasaran.


"Gue yang nyuruh lia nelpon lo tadi" aku rangga.


"Lah kok bisa?" kaget Risky. Dan rangga akhirnya tertawa.


"Hahaha, kaget semua yah. Lia ini adik sepupu gue" jelas Rangga dan Risky mengangguk paham.


"Terua ngapain kalian nyuru gue kesini?" kembali Risky mengulang pertanyaannya.


"Kita mau ngajak lo gabung ke band kita" ucao Rafi yang sejak tadi jenuh karnah merasa terabaikan.


"Kenalin gue Rafi di sebelah gue Iqball. Kita temen rangga sekaligus anggota bandnya rangga" jelas Rafi.


"Lo mau kan, nanti kita rame - rame kan seru ky, gue mau kalau lo juga mau" kata aulia menatap Risky dengan pupy eyes nya. Risky menghela nafasnya.


"Terus aja li, terus. Abis ini lo minta gue ngapain lagi jadi badut di acara ulang tahunan lo?" kata Risky gemas dengan tingkah Aulia." Yah udah gue mau" pasrahnya. Aulia langsung memeluk Risky dan mengucapkan terimah kasih.


"Ekhem,masih ada orang woy" protes Iqball melihat Aulia yang masih memeluk Risky.


"Eh rang, bukan mukhrim kan?" Rafi ikut menimpali, mengingat dia yang hanya ingin bersalaman tapi tidak di perbolehkan oleh rangga.


"Kok gue ngerasa, nanti kita bakalan jadi obat nyamuk de raf" ujar Iqball yang mendapat anggukan setuju oleh Rafi.


"Itu mah derita kalian" ucap Aulia yang sudah melepaskan pelukannya dengan Risky.


"Terus kita mau ngapain lagi?" tanya Nissya saat beberapa saat semuanya diam.


"Pulang ajah dulu yuk, cape besok juga kita sekolah kan?" Rangga akan bicara dan bertanya menatap teman - temannya.


"Iya, eh tapi gue mau pindah sekolah besok. Kak gue ke sekolahan Nissya sama Risky lagi yah. Ngak seru di SMA lo." kata Aulia.


"Mm, terserah deh, pulang sekolah kita latihan di rumah gue ajah yah" Ujar Rangga.


"Udah pinda rumah lo rang?" tanya Rafi mewakili Iqball yang juga penasaran.


"Iyah,di perumahan dekat sini. Ngak jauh kok di persimpangan depan" jelas Rangga yang mendapat anggukan Rafi dan Iqball.


"Emang kenapa kalau belum pindah kak?, di marahin tante sama om?" tanya Aulia penasaran.


"Bukan pembantu di rumah Rangga kan punya penyakit jantung. Ngak lucu kalau baru mulai udah mau ke rumah sakit" ucap Rafi yang langsung dapat lemparan tisyu dari Rangga.


"Hati - hati kalau ngomong, gimana setuju ga?" tanya Rangga.


"Gue ikut - ikt aja" kata Risky santai.


"Gue sih mau, asal Nissya masak banyak gak nahan gue kalau kelaparan" kata Rafi yang langsung dapat tatapan tajam dari Rangga.


"Bini gue bukan tukang masak buat lo,kalau lo ngak mau yah udah di rumah lo aja" ucap Rangga cuek.


"Elah gitu aja sensi banget sih, yah udah gue mau!" cepat Rafi berucap takut - takut Rangga jadi marah.


"Udah berarti setuju semua ni, di rumah gue yah" peringat Rangga lagi dan di angguki oleh kelima orang di sekelilingnya. Merekah membayar makanan yang sudah habis di makan saat mengobrol tadi. Setelah itu pamit dan pulang ke rumah masing - masing.