say love to me

say love to me
chapter 5



"Kamu janji yah" ucap Rania sambil menggengam tangan Nissya dengan lembut.


"Nissya janji bu, kayak nya ibu serius banget" ujar Nissya penasaran.


"Kamu mau ngak di jodohin sama anaknya tante Ayu sama om Radit?, kamu jangan marah sama ibu yah" tutur Rania menggengam tangan Nissya semakin erat takut kalau Nissya akan marah lalu pergi meninggalkannya.


"Ehm, tapi bu kenapa Nissya di jodohin?" tanya Nissya balik, menutupi rasa emosi yang mucul di otak cantik nya itu.


"Tante Ayu dan, om Radit mau ngelunasin hutang almarhum ayah kamu. Tapi syaratnya kamu nikah sama anaknya. Kamu tenang aja yah sayang keluarga tante Ayu dan om Radit baik semua kok" Rania meyakinkan Nissya dengan berkata lembut.


"Emang ayah punya hutang apa bu, kok Nissya ngak tahu?" tanya Nissya lagi.


"Huft, setelah ayah meninggal. Perusahaan ayah kamu mengalami kebangrutan. Manager di perusahaan ayah, menggadaikan kantor ayah kamu dan juga meminjam uang 2 M di bank. Ibu fikir manager ayah mu ingin memperbaiki kondisi perusahaan. Tapi ternyata orang itu malah mengambil kesempatan dalam kesimpitan. Dia membawa kabur uang pinjaman bank dan juga uang penggadaiyan perusahaan. Selama tiga tahun ini ibu selalu nyicil hutang itu. Tapi semakin lama kebutuhan kita juga semakin meningkat nis, ibu udah lelah. Tante Ayu memang tahu permasalahan ibu dari awal. Dari dulu tante Ayu selalu ngasih penawaran ini ke ibu. Tapi ibu masih ragu, karna kamu juga masih sekolah. Kamu ngak marah sama ibu kan?" tanya Rania di akhir ucapannya.


Nissya masih diam. Di satu sisi akal sehatnya menolak. Karna bagaimana mungkin dia menikah dengan orang yang bahkan dia tidak tau bagaimana rupanya itu. Tapi jauh di sisi lain, hati kecilnya tidak tega melihat sang ibu yang selama ini menanggung beban yang sangat berat.


Sekarang Nissya tau alasan kenapa ibunya mengajaknya pindah ke Bandung tepat seminggu setelah ayahnya meninggal.


"Kalau ibu yakin ini yang terbaik buat ibu dan juga Nissya. Nissya ngak keberatan kok bu, Nissya ngak mau lihat ibu sedih lagi. Nissya mau lihat ibu Nissya yang cantik ini bahagiah" Tutur Nissya sambil mengusap air mata ibunya yang mengalir di pipi dengan lembut.


"Makasih yah nis, kamu mau berkorban buat ibu. Maafin ibu kalau ngebuat kamu terpaksa sama keputusan ibu. Tapi ibu yakin nanti kamu bakalan bahagiah" Rania memeluk Nissya dengan erat dan tangisnya kembali pecah dalam pelukan putri kesayangannya itu.



Mentari telah bersinar terang. Langit gelap telah berganti dengan biru cerah. Suara burung - burung bernyanyi dengan merdu di pagi hari itu.


Tok...tok..tok..


"Bang bangun. Udah siang ntar kamu telat lagi kayak kemaren." katanya masih mengetuk pintu. Beberapa menit menunggu namun tidak ada jawaban. Wanita ibu berniat membuka pintu kamar.


"Udah bangun ma, ini uda rapi" kata anaknya membuka pintu dengan pakayan sekolah yang sudah rapi.


"Eh aduh - aduh - aduh. Kamu tu yah ngagetin ajah" gagapnya saat pintu kamar terbuka tiba - tiba.


"Hahaha, mama aja yang tegang. Papa mana?" tanya nya.


"Rangga, kamu tuh yah hoby banget ngagetin mama kamu. Nanti mama kamu bisa kena serangan jantung loh" Ucap Radit melihat pemandanagn yang sering kali terjadi di pagi hari itu.


Benar saja wanita yang mengetuk pintu itu adalah Ayu yang membangunkan anak kesayangannya Rangga velove racman.


"Hahaha, jangan dong pa. Papa ngak boleh ngomong gitu. Karna setiap kata adalah do'a" Kata Rangga sambil mengeluarkan hanphone merk apple model terbaru dari dalam saku jaket nya.


"Ma, pa, foto pagi dulu. Rangga mau update instagram, banyak fans udah bawel minta foto orang ganteng" ucap nya sekenanya.


"Mama bikin alis dulu bang" Ucap ayu berlalu pergi meninggalkan Rangga dan juga Radit yang terdiam.


"Kayaknya Rangga salah ngomong deh pa" kata Rangga menatap papanya yang juga masih diam.


"Bisa telat papa ke kantornya, gara - gara nungguim mama kamu bikin alis" ujar Radit sambil memijit pakal hidung nya.


"Sejam belum juga lempeng tu alis pa, hahaha" Rangga menertawakan papanya yang kebingungan itu menuju ke meja makan untuk sarapan.