say love to me

say love to me
chapter 27



Subuh yang sejuk drngan agin pagi yang menyegarkan tubuh.


Nissya dan Rangga sudah selesai melaksanakan solat subuh. Nissya bergegas ke arah dapur untuk memasak. Nissya menyiapkan bumbu - bumbu untuk sayur sup. Rasanya Nissya rindu dengan makan sup ayam hangat yang sering di buatkan ibunya saat pagi hari. Rangga menghampiri Nissya dan berdiri di sampingnya.


“Pagi sayang, mau masak apa?. Aku bantuin yah?" ujar Rangga mengambil alih wortel, kentang, kacang, dan ayam untuk di potong.


“Makasih yah mas, aku siapin air nya dulu" ucap Nissya yang di angguki Rangga.


Rangga sudah selesai memotong sayuran dan ayam bagian tugasnya. Nissya sudah menyalahkan kompor dan menumis ayam dengan bumbu lengkap, lalu menuang air.


"Harum sya belum juga mateng padahal, kamu pinter banget masaknya" aku Rangga yang kini memeluk Nissya erat dari belakang.


“Aku dari kecil udah di ajarin sama ibu, ngak pinter - pinter banget sih tapi bisa lah" kata Nissya masih mengaduk sup buatannya. Saat kuah sup sudah mendidih Nissya memasukan kentang, wortel, dan kacang yang sudah di potong oleh Rangga.


"Ini potongan kentang sama wortel nya sableng banget yah mas, hahahah" Nissya tidak dapat menahan tawa saat melihat Rangga yang dengan sengaja memotong wortel dan kentang dengan bentuk hati, Rangga hanya cengengesan.


"Itu mah ngikutin suasana hati. Karna lagi bahagiah, dengan rasa cinta dan hati yang berbunga - bunga jadinya gitu" jelas Rangga dengan menggaruk tekuk lehernya yang dapat di pastikan tidak gatal sama sekali.


"Hahaha, kamu tu yah mas ada - ada aja. Udah kamu mandi dulu ntar kalau udah masak aku juga mau mandi terus kita sarapan bareng" ucap Nissya.


"Yah udah iya ibu neggara. Siap laksanakan perintah" saut Rangga bergaya layaknya prajurit yang di perintahkan oleh ratunya.


"Laksanakan kapten" Nissya meniru gerakan yang Rangga lakukan, lalu tertawa bersama - sama. Setelah berhasil menghentikan tawanya Rangga langsung menuju ke kamar mandi dan bersiap - siap dengan pakayan sekolahnya.



Nissya dan Rangga sedang sarapan pagi dengan nasi dan sayur sup buatan Nissya tadi pagi. Tidak lupa sebelum makan Rangga memimpin membaca do'a. Rangga makan dengan lahap bahkan minta nambah lagi. Nissya dengan senang hati menuruti keinginan Rangga. Tidak sia - sia Nissya belajar memasak sejak kecil karna saat sudah menikah seperti ini suaminya dapat menikmati masakan yang di masaknya dengan lahap.


Selesai makan Nissya lengsung menuju teras depan rumah untuk memakai sepatunya. Rangga sudah siap tinggal menuggu Nissya lagi. Melihat Nissya yang masih sibuk memakai sepatunya, Rangga berjongkok dan menyuapkan anggur ke mulut Nissya yang dengan senang hati di sambut oleh Nissya.


"Gizi di pagi hari biar semangat dan bahagiah selalu, hahaha" Rangga tertawa melihat Nissya yang tampak kesusahan memakan anggur yang di suapi olehnya. Bagaimana tidak Rangga tidak hanya menyuapkan satu buah anggur tapi tiga sekaligus.


"hmm.." Nissya hanya berdehem karna mulutnya masih penuh.


"Ribet banget pakai sepetu doang, sini di bantuin. Mana roknya panjang banget lagi neng" ujar Rangga yang berjongkok di depan Nissya dan menyimpul tali septu Nissya.


"Udah kan" ucap Rangga setelah selesai mengikat tali sepatu Nissya.


"Iya idahan, makasih mas" balas Nissya. Lalu mengambil buah anggur yang di letakan Rangga di atas roknya saat akan mengikat tali sepatunya. Rangga dan Nissya berdiri dari jongkoknya. Nissya dengan cepat menyuapkan tiga buah anggur ke dalam mulut rangga yang baru saja ingin mengeluarkan suara dan tidak dapat menolak lagi. Melihat mulut Rangga yang mengembung sempurna membuat Nissya tertawa karnah lucu.


“Hahahahaha, mas lucu banget kalau kayak gitu. Hahaha gaya beruang" kata Nissya memegangi perutnya yang sedikit sakit karna tertawa. Rangga dengan cepat mengunya anggur di dalam perutnya dan menelanya.


Nissya sudah berlari menuju ke gerbang sederhana rumah mereka yang sudah terparkir sepeda motor milik Rangga. Rangga berlari mengejar Nissya dan berhasil menangkap dan memeluknya.


"Nakal banget yang ini anak" ucap Rangga mencubit ujung hidung Nissya dengan gemas.


"Siapa coba yang ngajarin" Nissya berkacak pinggang denga muka berpura - pura kesal. Padahal sedang menahan tawa.


"Iya udah mas minta maaf. Yah udah yuk berangkat neng entar telat di marahain mang jojo ( satpam sekolah) nih aku" ajak Rangga.



Nissya sudah duduk dengan nyaman di kursinya di sampingnya Risky asik memainkan ponselnya. Aturan di kelasnya memang satu meja di tempati dua kuri satu cowok dan satu cewek. Alasab wali kelas agar tidak ribut atau mengobrol ketika belajar.


Saat penatahan nomer absen Nissya dan Rysky memang berdekatan maka dari itu mereka satu meja.


"Nis" panggil Risky membuat Nissya yang semula sedang mengobrol dengan cici teman sekelasnya menoleh menatap Risky.


"Kenapa?" tanya Nissya.


"Katanya aulia hari ini jadi pindah ke sini. Aku boleh pindah duduk sama Aulia ngak?" tnya Risky sedikit ragu. Karna salah satu aturan tidak boleh pindah meja kecuali saking sepakat satu dengan yang lainya.


"Boleh kok, santai aja" jawab Nissya masih sedikit canggung.


"Amin, makasih yah ky. Semogah kamu dapat perempuan yang lebih baik lagi dari aku" kata Nissya lembut dan tulus.


"Aku udah dapat kos nis. Lagi berjuang cuma, aku pengen tamatin sekolah terus langsung lamar" ucap Risky.


"Beneran ky, siapa?" Nissya mulai kepo.


"Nanti kamu tau sendiri kok" Risky tersenyum.


"Yah udah kalau ngak mau ngasih tau ngak apa - apa. Oh yah aulia masuk kelas kita kan?" Nissya memastikan kembali perkiraan mereka.


"Iya udah ngancem guru dianya kalau ngak masuk kelas kita ngak jadi pindah dan ngajak kamu pindah ke sekolah lain. Parah banget kan?, bdw katanya bakal ada kejutan pas dia masuk kelas nanti ngak tau apa yah kira - kira?" Ucap Risky dengan nada penasaran.


"Palingan dia joget - joget kayak dulu" kata Nissya laku tertawa bersama dengan Risky mengingat tingkah - tingkah konyol Aulia.


Tidak lama setelah itu ibu septri guru biologi masuk ke ruangan. Kelas yang semula ribut dan sibuk itu mulai rapi dan tenang.


"Selamat pagi, anak - anak" sapa ibu septri ramah.


"SELAMAT PAGI BU" murid kelas XII IPA 1 menjawab dengan serempak.


"Hari ini kita kedatangan murid baru ibu harap kalian bisa berteman dengan baik" ucap ibu septri.


"Yang cantik di kantor tadi pagi bu, duhh cantik banget kayak bidadari bu" heboh aset dengan gaya yang hiperbola (berlebihan).


"Iya, jangan di ganguin yah" ancam bu septri dengan nada yang masih lembut.


"Hahaha, dia mah ngak di gangguin bu paling di gombalin. Tapi tadi juga ada murid cowok baru kan bu yang di kantor itu" Tia ikut nimbrung bertanya ke pada ibu septri.


"Cowok?" ucap Nissya meminta penjelasan lebih lanjut.


"Iyah ada juga yang cowok. Ibu harap kalian bisa mengatur tempat duduk dengan raoi seperti semula. Dan akur dengan teman - teman baru kalian" ibu septri kembali mengingatkan. Tidak lama setelah itu aulia masuk ke ruangan di susul dengan tiga laki - laki yang membuat Nissya dan Risky refleks berdiri karnah terkejut.


"KALIAN?" ucap Nissya dan Risky bersamaan karna terkejut.


"Hahahah" Aulia, Rafi,Rangga dan Iqball tertawa bersama melihat keterkejutan Risky dan Nissya.


"Loh kalian kenal?" tanya ibu septri yang mewakili seluru murid yang juga kepo.


"Iya bu, kami temenan" jelas Risky.


"Yah udah kalau gitu, kalian atur tempat duduk dulu. Hari ini kita ngak belajar karna guru sedang ada rapat. Selesai istirahat baru kembali belajar lagi. Sudah atur dulu temoat duduknya ibu permisi" ucap ibu septri lalu berlalu meninggalkan ruangan.


"Kamu kok ngak bilang mau pindah?" tanya Nissya kepada Rangga yang kini sudah duduk di sampingnya menggantikan posisi Risky yang sudah duduk di belakangnya meja mereka dengan Aulia.


"Hehehe kemaren kan kamu ngak ngizinin!" ujar Rangga dengan cengiran kudanya.


"Terus Rafi, sama Iqball kenapa ikutan pindah?" heran Nissya.


"Ikutan merka sama aku itu kaya manusia sama oxsigen ngak bisa jauh, hahaha" Rangga tertawa lepas mengundang murid di kelas mereka untuk menuju meja Nissya dan Rangga dan berkenalan dengan Rangga.


"Hay, kenalin gue cici" ujar cici mengurulkan tangannya yang di sambut oleh Rangga.


"Rangga" balas Rangga memperkenalkan diri.


"Kenalin gue aset"


"Gue Rangga salam kenal semua"


Sejenak kelas XII IPA 1 sibuk berkenalan dengan Rangga, Iqball dan Rafi. sedangkan Aulia mayorotas semua murid sudah mengenalnya kecuali aset yang memang pindahan lima bulan yang lalu.