
Perkenalkan namaku MUTIARA KHAIRUNISSYA. Aku lebih akrab di panggil Nissya. Tinggi badan 160cm, dengan berat badan 48 kg. Betuk tubuhku cukup ideal, tapi ku tutupi dengan hijabku. Kulitku putih bersih, itu karna aku jarang keluar rumah. Bukan karna perawatan. Ayahku meninggal ketika aku masih SMP. Aku dan ibuku pindah dari Jakarta ke Bandung tepat sebulan setelah ayahku meninggal. Aku adalah anak semata wayang dari pasangan Rania luxia bird dan Dedy luxia bird.
Aku memang tidak mengikuti marga orang tuaku karna namaku adalah pemberian dari neneku , sebelum beliau meninggal. Itulah yang ku tahu dari ibu dan ayahku. Dulu aku adalah anak dari pengusaha sukses yang sangat di hormati oleh orang - orang. Tapi sekarang aku hanyala gadis biasa, dengan kehidupan sederhana. Ibuku membuka tokoh kue, dan juga restoran yang cukup terkenal di Bandung.
Sekarang aku bersekolah di SMA pelita bangsa. Salah satu SMA favorit dan terkenal di Bandung. Jangan berfikir aku mendaftarkan diri di SMA ini. Karna biaya sekolahnya sangat mahal. Aku masuk ke SMA pelita bangsa karna beasiswa yang ku dapatkan. Aku salah satu murid yang beruntung karna masuk melalui jalur beasiswa. Jadi aku tidak memikirkan biaya sekolahku lagi. Bahkan seragam sekolahku juga di berikan secara gratis.
Setiap hari aku sekolah menggunakan motor matic kesayanganku. Aku memiliki dua sahabat baik. Satu laki-laki dan yang satu perempuan. Mereka berdua dari kalangan orang - orang kaya. Namanya Aulia putri dan Risky syaputra.
Aulia dan Risky bisa di bilang adalah sahabat pertamaku. Aku sebenarnya memiliki rasa yang berbeda pada Risky. Namun aku mendiamkannya karna aku tidak ingin pacaran. Ku dengar dari Aulia Risky juga menyukaiku. Namun aku tidak berniat mengatakan bahwa aku juga menyukainya.
Setiap kali kami berjalan - jalan ber-tiga. Aku dapat melihat tatapan cinta di bola mata Aulia. Tapi Aulia tidak perna mau jujur ketika aku menanyakannya.
Hari ini aku, Aulia dan juga Risky akan pergi ke pantai bersama. Aulia akan pulang ke Jakarta besok pagi menemui orang tuanya. Sedangkan Risky hanya menemani kami saja, karna Risky dan orang tuanya memang menetap di Bandung.
Tok...tok..tok..
Pintu kamar ku di ketuk dari luar membutarkan fikiranku yang sedang melayang mengingat hari - hari kebersamaan kami.
"Iya bu bentar, suruh masuk dulu, Nissya ganti baju. Minta tolong yah bu, makasih." ucapku beranjak turun dari tempat tidurku, dan bergegas mengganti pakayanku dan menggunakan hijab seperti biasanya.
"Iya, cepet kata Aulianya" kata ibu sebelum berlalu meninggalkan kamarku.
Aku sudah siap untuk berangkat, celana jeans boy friend warna soft blue yang sedang trending, ku padukan dengan hoddie berwarna mustard, dan jilbab pasmina hitam. Tidak ketinggalan aku juga menggunkan sepatu sneakers berwarna hitam. Setelah meneliti penampilanku, aku keluar dari kamar.
Menemui Aulia dan juga Risky yang sudah menungguku sejak tadi.
"Hay, maaf kelamaan" ujarku saat sampai di ruang tamu melihat Aulia dan Risky sibuk bermain game berdua.
"Gak papa kok, kita ke pantai pakai motor aja yah biar seru." kata Aulia padaku.
"Iya bentar aku pamit sama ibu dulu" ucapku namun langkahku terhenti saat Aulia kembali mengatakan "Ibu udah ke tokoh kue, tadi kita udah izin kok" ucapnya dan aku menggangguk paham
Kami berlalu pergi ke pantai dengan motor masing - masing. Di jalan tidak ada pembicaraan karna memakai motor. Aku mengendarai motorku dengan kecepatan sedang, Aulia berkendara di sampingku, dan Risky di belakang mengiringi kami.