
*Bolehkah aku egois aku terlalu larut dalam kebahagiahanku tapi aku lupa dengan orang yang terluka karnahku
Malam semakin larut, langit hitam di penuhi dengan bintang yang bertaburan. Bulan sabit membentuk senyuman indah, namun indahnya bulan malam itu seolah kalah indah dengan seorang wanita yang selalu di pandang penuh cinta dan kasih sayang oleh rangga.
Nissya masih duduk dengan tenang di atas sofa dengan melipat kakinya dan buku yang menjadi titik fokusnya.
Rangga berjalan santai ke arahnya dengan senyuman penuh bahagiahnya.
"Kamu lagi baca apa?" tanyannya dan duduk di sofa dekat nissya. Nissya menoleh dan tersenyum.
"Lagi baca buku pelajaran ngak lama lagi kan ujian" jawab nya santai.
"Aku baru ingat, apa aku pinda ke sekolahan kamu aja yah nis?" imbuhnya dan sepontan nissya kembali menoleh.
"Emangnya bisa kan ngak lama lagi kita bakal ujian?" tanya balik nissya, nampak rangga sedikit berfikir sebelum kembali menjawab.
"Kayaknya ngak bisa lagi yah nis, soalnya kan nama aku udah kedaftar di ujian berikutnya di sekolahanku" jawab rangga sedikit kecewah.
Rangga dan nissya memang masih sma dan sebulan lagi mereka akan melangsungkan ujian nasional yang akan menentukan kelulusan mereka.
"Ngak usah kecewah gitu dong mas, kan pulang sekolah mas bisa jemput nissya" ujar nissya, rangga langsung kembali tersenyum dan mengangguk.
"Pokoknya mulau besok senin kamu, ke sekolahan aku yang anter dan jemput yah!" kata rangga dengan binar bahagiahnya. Nissya menganggukan kepalannya. Rangga langsung memeluk nissya dan mencium keningnya.
Seketikah tubuh nissya kaku, dan lidahnya kelu untuk mengeluarkan kata-kata. Rangga yang melihat ekspresi kager nissya tersenyum geli dan mendekap nissya kembali dalam pelukannya. Tak ada penolakan dari nissya bahkan nissya membalas pelukan hangat rangga.
Rangga mengajak nissya untuk tidur, nissya pun mengiyakan ajakan suaminya itu karnah memang dia sudah mengantuk.
Nissya melepas hijabnya, sebelum tidur dia menyisir rambut hitam panjangnya. Rangga memperhatikan apa yang di lakukan nissya.
Melihat nissya agak kesusahan menyisir rambutnya yang memang sudah panjang sampai pinggang jika di biarkan terurai. Rangga berdiri dan menghampiri nissya. Berdiri di belakang nissya dengan senyum manisnya yang mampu mengikat siapapun yang melihatnya.
" your is my Queen!" ucap rangga tampa sadar. Nissya tersenyum.
"And your my prince" ujar nissya. Rangga berjongkok dan mengendong nissya bridal style. Spontan nissya mengalungkan tangannya ke leher rangga. Rangga membawah nissya ke ranjang merekah. Ranjang king size dengan taburan bunga mawar indah di atasnya yang membentuk 'love', harumnya menyambut rangga dan nissya saat berbaring di atasnya. Rangga memirikan posisinya menghadap nissya, nissya pun melakukan hal yang sama merubah posisinya menghadap rangga dan kini mereka saling pandang dan melempar senyum.
Rangga menepuk-nepuk sisi ranjang di sebelahnya mengisyaratkan nissya untuk mendekat dengannya. Nissya mendekat dan rangga dengan cepat memeluknya.
"Jadilah istri ku sekarang dan selamanya. Jadilah teman hidup ku.Jadilah bidadariku, ibu dari anak - anaku. Melangkalah bersamaku. Temani aku dalam suka dan duka. Tegur aku jika aku salah, jangan pernah berfikir tinggalkan aku. Tetaplah bersamaku dan jangan bosan dengan segalah tentangku. Karnah aku sudah nyaman denganmu dan aku sudah menanti saat berjalan menikmati indahnya dunia denganmu. Untuk tampa kamu aku merasa aku tidak mampu, jangan pergi" Ucap rangga dengan memeluk nissya dan mendekapnya dengan erat. Nissya hanya diam mendengarkan kata - kata manis rangga. Jangan lupakan rangga adala vocalis boy band untuk merangkai kata - kata romantis bukanlah hal yang sulit untuk nya.
"Aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Aku tidak akan meninggalkanmu sampai ajal menjemputku dan memisahkan kita" kata nissya semakin memeluk erat rangga dan menengelamkan wajahnya di dada bindang rangga, rangga tersenyum bahagiah.
"Kau tau?, bunga mawar kalah indah saat kau tersenyum. Putih dan indahnya mutiara kalah saat binar bahagiah menghiasi wajahmu. Tatapan matamu mampu menghipnotisku. Dan hanya kamu yang mampu membuatku jatuh sejatuh jatuhnya. Aku tidak berjanji untuk tidak membuatmu menangis. Tapi aku berjanji akan membuat tangismu menjadi tangis haru karnah bahagiah. Terimahkasih sudah mau menjadi istri ku" Ujar rangga yang membuat sudut hati kecil nissya menghangat. Nissya melonggarkan pelukannya menatap mata rangga mencari kebohongan yang tersirat tapi yang dia dapat adalah ketulusan dan kujujuran yang terpancar dengan nyata.
"Terimah kasih untuk semuanya!" kata nissya dengan wajah harunya.
"Tidak perlu berterimahkasih. Saat ini kamu adalah segalahnya bagiku. Ayo kita tidur bedok pagi kita harus siap-siap untuk pindahan"
"Pindahan" Beo nisyya dan rangga menganggukan kepala.
"Kita akan pindah ke rumah yang sudah ku beli, jaraknya hanya 2 km dari rumah ibu. Jadi kau bisa mengunjungi ibu jika luang." Jelas rangga saat melihat tatapan betanya tanya nissya.
Nissya tersenyum " terimah kasih untuk semuanya" ujarnya kembali.
"Untuk aoa kau berterimahkasih sudah seharusnya ku lakukan. Ayo tidurlah atau aku akan menelanjangimu" kata rangga. Nissya langsung membulatkan pupilnya saat mendengar apa yang rangga katakan. Dengan cepan nissya membelakangi rangga dan memejamkan matanya.
Rangga tersenyum geli melihat tingkah nissya dengan susa paya rangga menahan tawanya saat melihat wajah lucu nissya.
"Kau belum membaca doa sayang!" kata rangga dan kembali nissya membuka mata dan langsung berdoa. Rangga mengacak - acak rambut nissya gemas.
"Selamat malam my Queen. Aku mencintaimu!" ranggw mencium kening nissya lalu memeluknya dan memejamkan mata. Nissya membalas pelukan hangat rangga dan memejamkan matanya juga hingga keduanya hanyut terbuai dalam dunia mimpi.