
*Jika aku boleh meminta aku tidak pernah ingin mengenalnya
(Jitili)*
**
Risky masih duduk terdiam fikirannya benar-benar kacau. Jika akhir pekan ini semua orang jalan - jalan dan berbahagiah bersama orang yang merekah cintai. Maka keadaan risky sekarang jauh berbanding terbalik. Hatinya sedang hancur, fikirannya sedang kacau. Semua yang ada di fikirannya hanya satu yaitu nissya gadis yang sudah mengisi hatinya selama ini.
Risky mengambil gitarnya. Mulai memainkan senar gitar yang mengalunkan melody indah. Desiran angin menerpa wajahnya. Risky hanyut dalam buayan angin dan lantunan gitarnya. Dia tidak bernyanyi dan mengeluarkan kata - kata sedikitpun.
Dia hanya memainkan gitar dan menikmati setiap melody yang keluar dengan indah.
Seorang gadis cantik menatapnya dari kejauhan. Dari tatapan matanya terpancar binar kerinduan. Dan juga iba melihat penampilan pria di depannya itu. Dengan perlahan dia berjalan mendekati risky.
"Kalau mau nangis, nangis ajah ngak usah sok kuat!" ujarnya ketika berada tepat di samping kiri risky.
"Aulia!" kaget risky. Aulia mengangguk dan tersenyum.
"Li boleh gue peluk loh ngak?" tanya risky hati - hati takut sahabatnya dari kecil itu marah.
"Boleh sini peluk aku. Kalau sedih iti nangis ajah. Ngak usah gengsi!" ujar aulia lalu memeluk risky dengan erat. Dia tau hubungan nissya dan risky. Dia tau sebesar apa perasaan risky. Tidak ada yang mengerti risky lebih jauh selain dia. Ibu risky meninggal saat melahirkannya dan ayahnya sibuk bekerja untuk keperluannya. Risky adalah laki-laki yang rapuh sedari kecil dia tidak mendapatkan perhatian dari kedua orang tua danckeluarganya.
"Li kamu tau saat ini hati aku sakit banget li!. Kenapa nissya tega sama aku li. Selama ini aku udah berusaha untuk selalu ada untuk dia li. Aku udah ngelakuin semuanya untuk buat dia bahagiah li. Apa salah aku li." tanya risky dengan air mata yang sukses keluar membasahi pipinya.
"Kamu ngak salah kok ky. Ngak ada yang salah sama kalian berdua. Aku tau perasaan kamu. Aku tau perasaan nissya. Tapi takdir tidak menyatukan kalian. Kamu yang sabar yah aku tau perasaan kamu. Kamu boleh nangis sepuasnya. Kamu boleh peluk aku seerat - eratnya ky." aulia kembali memeluk risky lebih erat menyarulkan kekuatan untuk risky. Risky membalas pelukan aulia dengan erat menyalurkan rasa sakit yang saat ini dia rasakan. Sakit yang tidak berdarah. Sakit yang tidak dapat di ungkapkan dengan kata - kata.
Aulia melepaskan pelukanya dan risky perlahan. Risky masih duduk dengan tatapan kosongnya di balkon villa pamannya yang sempat ia tinggali semalam. Aulia mengambik gitar yang di mainkan risky tadi dan memainkannya. Jari - jari lentiknya mulai memainkan senar gitar dengan lincah sambik bersenandung merdu. Semakin lama melody aulia kini mengalun dengan nada lagu yang risky ketahui. Risky menoleh ke arah aulia yang tersenyum memamerkan deretan giginya yang putih bersih.
SAHABAT JADI CINTA - MIKE MOHEDE
Bulan terdampar dipelataran
Hati yang temarang
Matamu juga mata-mataku
Ada hasrat yang mungkin terlarang
Aulia tersenyum ke arah risky dan menaik turunkan dagunya seolah kode agar risky ikut bernyanyi bersamanya. Risky tersenyum dan ikut bernyanyi bersama.
*Satu kata yang sulit terucap
Hingga batinku tersiksa
Tuhan tolong aku jelaskanlah
Perasaanku berubah jadi cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya*
Aulia tersenyum teduh dan ikut kembaki bernyanyi bersama dengan risky.
Ku dapati diri makin tersesat saat kita bersama oooouoo
desah nafas yang tak bisa dusta
Persahabatan berubah jadi cinta
*Tak bisa hatiku menafikkan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya
Apa yang kita kini tengah rasakan
Mengapa tak kita coba tuk satukan
Mungkin cobaan tuk persahabatan
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya
Mungkin cobaan tuk persahabatan
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan*
Aulia tersenyum bangga kepada risky yang mampu mengendalikan diri dan perasaannya.
"Semangat ky gue yakin loh bisa!" kata aulia sambil memeluk risky.
"Thanks ly lo yang terbaik " risky membalas pelukan aulia. Lalu merekah mengobrol bersama di selahi dengan canda tawa.