
*Berharaplah sewajarnya..
Agar kamu tidak terlalu sakit..
Ketika apa yang kamu harapkan..
Tidak sesuai dengan kenyataan..*
JTL..**
❤❤❤
Matahari mulai menampakan sinarnya.
Sepasang bola mata indah seorang gadis baru saja terbuka. Mengerjab beberapa kali mengumpulkan kesadarannya.
Nissya turun dari tempat tidurnya. Mengambil handuk dan bergegas mandi. Membersihkan diri sekitar lima belas menit. Lalu keluar dengan tubuh yang sudah segar.
Bejalan santai menuju lemari bajunya. Mengambil celana pendek santai dan juga kaos hoddie pendek. Hari ini nissya tidak punya janji dan juga tidak ada acara di luar rumah. Di dalam rumah nissya memang tidak menggunakan hijab. Rumah mereka memang jarang di datangi tamu. Di rumah pun cumah ada ibunya dan juga dia. Karnah itu nissya tidak menggunakan hijab dan juga hari ini rasanya tubuhnya begitu lelah. Bermalas - malasan di kamar sekali - kali tidak masalah bukan pikirnya.
Nissya keluar kamar menuju dapur saat sang ibunda tercinta memanggilnya untuk sarapan. Mencium aroma masakan yang sudah pasti enak membuat perutnya bertambah lapar.
"Selamat pagi ibuku yang cantik" Sapa nissya ketika dirinya duduk di meja makan.Ibunya masih sibuk menata dua piring nasi goreng lengkap dengan telur dadarnya.
"Selamat pagi sayang,ayo makan" ucap sang ibu lembut sembari menyodorkan sepiring nasi goreng dengan porsi yang cukup banyak membuat nissya membulatkan mata seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Ngak boleh ngomel di depan makanan, apa lagi cemberut kayak gitu jelek tau. Gendud kan subur ayo makan" godda sang ibu lalu memulai sarapannya.
Lima belas menit merekah gunakan untuk sarapan bersama. Tidak ada obrolan saat makan. Itulah yang selalu ibunya katakan.
Nissya langsung membereskan piringnya dan juga sang ibu. Mencuci piring setelah itu pergi menuju ruang TV di mana sang ibu berada.
"Kamu ngak ada acara nis?" tanya sang ibu saat putrinya duduk dengan santai menonton tayangan TV yang sudah beliau pilih.
"Ngak bu, ngak ada temen. Ibu ngak ada niatan gitu ngajak nissya jalan bareng" Ucap nissya menampilkan deretan giginya berharap sang ibu yang selalu sibuk berkerja beberapa tahun ini dapat kembali menemaninya berjalan - jalan.
"Kita udah lama yah nis ngak jalan bareng. Dulu kalau hari libur kaya gini kita sama papa pasti liburan bareng" ibu nissya menundukan pandangannya. Nadanya terdengan bergetar menahan tangis. Mengingat sang suami telah pergi meniggalkannya dan tidak akan kembali lagi. Nissya terdiam sadar akan keadaan sang ibu yang kembali sedih mengingat almarhum ayahnya nissya langsung memeluk ibunya dengan lembut.
"Udah ah bu ngak boleh gitu. Ntar ayah ngak tenang kata ibu kita kan harus ikhlas. Kok ibunya nissya jadi cengeng gini sih. Jelek pula kalau nangis" canda nissya ibarat air penyejuk bagi ibu. Ibunya menghapus air mata menorehkan senyum walaupun sedikit kaku. Menatap manik mata putri tercintanya lekat. Mengelur rambut nissya dengan sayang, rambut yang setiap hari hanya bisa di tatap olehnya. Beralih mengecup kening nissya dengan lembut dan sedikit lama menyalurkan kehangatan bagi keduanya. Tampa dia pinta air matanya kembalu menetes.
"Nis ibu ngak punya siapa - siapa lagi selain kamu. Ngak lama lagi kamu juga bakal nikah. Nanti kalau kamu udah nikah nurut sama suami kamu yah nak. Lakukan kewajiban kamu untuk mengurus suami dan juga rumah kalian. Ciptakanlah kehangatan dalam rumah kalian nanti. Layanilah suami kamu selagi dia ada. Semogah pernikahan kalian selalu di beri kebahagiahn yah sayang." ucap sang ibu sendu. Nissya kembali memeluk ibunya dengan erat.
"Iya bu nissya bakalan melakukan yang terbaik untuk suami nissya. Nissya akan berbakti denganya bu. Nissya akan melakuka. semua yang ibu katakan" Ucap nissya masih memeluk ibunya dengan erat. Sebisa mungkin nissya menahan tangisnya agar tidak pecah. Nissya tidak ingin ibunya tau bahwa saat ini nissya sedang tidak baik - baik saja. Hatinya masih terluka dengan kenyataan yang harus dia hadapi. Tapi baginya tidak ada yang lebih penting dari kebahagiahan sang ibu tercinta.
"Yah udah. Hari ini kita ke mall yuk. Ibu mau beliin anak kesayangan ibu barang - barang baru biar tambah cantik. Nanti malam tante ayu sama anaknya bakal makan malam kesini loh. Anak ibu harus tampil cantik"
"Iya bu, nissya ke kamar dulu yah ganti baju dulu" ucap nissya lalu berlalu meninggalkan riang TV menuju kamarnya dan menganti bajunya juga menggunakan hijabnya.
Semogah ini yang terbaik untuk kita sayang. Yang ibu inginkan hanyalah kebahagiahanmu di masa depan. Maafkan ibu bilah saat ini kamu harus menahan luka di hatimu. Tapi ibu yakin suatu hari nanti luka itu akan berubah menjadi sebuah kebahagiahan yang selama ini kamu impikan. ucap ibu nissya di dalam hatinya