say love to me

say love to me
chapter 19



Desiran angin pagi masuk lewat pentilasi udara kamar nissya dan rangga. Nissya mengerjapkan matanya berkali - kali mencoba mengembalikan nyawanya kembali ke dalam raganya.


Rangga mengeliatkan tubuhnya lalu duduk di samping Nissya. "Pagi sayang" ucap Rangga memeluk Nissya. Nissya terdiam tak membalas pelukan Rangga rasanya dia masih kaku dengan suasana barunya ini namun perlahan dia harus membiasakan. "Pagi mas" balasnya menolehkan pandangan ke arah Rangga yang tersenyum.


"Mas mandi dulu sana, bau banget, asemm" kata nissya berlagak menutup hidung seolah sedang menahan bau busuk masuk ke dalam rongga pernafasannya.


"Masah sih?, perasaan masih wangi kok" celoteh rangga sambil menarik dan mencium baju kaos abu - abu lengan pendeknya. Nissya terkekeh melihat respon rangga.


"Iyah mas bau banget!, hidung mas ajah yang bermasalah jadi ngak kecium baunya!" kilah nissya sambik menahan senyumnya.


"Ya,ya,ya, mas madi dulu kalau gitu" pasrah Rangga. Namun sebelum masuk ke kamar mandi dengan cepat dia mendekati nissya dan mencium kilas bibir nissya "Morning kiss Queen" ujarnya lalu berlari pergi. Shock dengan apa yang di lakukan Rangga, Nissya hanya diam terpaku di tempatnya.


Setelah sadar dari lamunanya, Nissya bangun dan merapikan tempat tidur mereka dan bergegas menyiapkan pakayan Rangga.


Setelah beberapa saat Rangga keluar dari kamar mandi dan berjalan dengan gontai ke arah Nissya.


"Mana bajunya sya?" tanya Rangga. Dengan kaku Nissya berbalik menghadap Rangga dan memberikan kaos berwarnah hitam dengan jeans panjang berwarnah soft blue. Rangga mengambilnya lalu berjalan lagi ke toilet untuk mengganti bajunya.


"M,, mas" panggil Nissya sedikit ragu.


"Iya, kenapa sya?" tanya Rangga santai.


"Emang kamu kesana sama siapa?,terus mau ngapain?" tanya Rangga beruntun karena yang Rangga tau dari cerita Nissya hanya punya dua teman yaitu Aulia dan Risky.


"Mau ketemu sama aulia mas" jawab Nissya lirih tak berani mengangkat pandangannya menatap Rangga.


"Santai aja sayang, ngak usah takut gitu. Kayak aku tukang marah ajah" ucap rangga sambik terkekeh "Tapi aku ikut yah soalnya, Rafi sama Iqball juga mau ketemu kamu, biar nanti kita latihan band juga" jelas Rangga kemudian melangkah lagi menuju kamar mandi.


Nissya menganggukan kepalah lalu menyiapkan baju dan handuk mandinya. Setlah Rangga selesai mengganti baju dan keluar dari kamar mandi Nissya langsung masuk dan membersihkan diri.


**


Nissya dan Rangga sudah duduk di bangku taman dekat perumahan mereka. Nissya menoleh ke arah kiri, lalu menoleh lagi ke arah kanan mencari keberadaan Aulia sudah datang atau belum. Ketika melihat ke arah kiri mata Nissya tidak sengaja melihat stand penjual es cream.


"Mas aku beli es cream dulu yah, panas banget soalnya" pamit Nissya dengan Rangga. Rangga hanya tersenyum dan mengangguk memberi izin kepada Nissya untuk pergi.


Nissya berjalan santai ke arah stand penjuak es cream. Seorang wanita berjalan ke arah Rangga. "Kak Rangga" panggilnya ketika berada di depan Rangga. Rangga mengankat pandangannya mendongkakkan wajahnya dan kaget menatap sosok gadis di depannya.


"Lia", Ujarnya tampa sadar.


Gadis itu menganggukkan kepalah lalu memeluk Rangga, Rangga terdiam tidak membalas pelukannya karnah masih kaget.