
Mentari pagi sudah menampakan sinar keindahannya. Suara burung bernyanyi dengan merdu mengalunkan kicau - kicauan indah di pagi hari ini. Bunga - bunga bermekaran menampakan keindahannya. Embun pagi menambah kesegaran pagi hari ini.
Nissya baru saja selesai mandi dan ingin membangunkan rangga untuk sarapan pagi di restoran hotel yang mereka tempati saat ini. Rencananya hari ini merekah akan melakukan perpindahan.
"Mas ayoh bangun udah pagi loh, mama, papa, sama ibu udah nungguin ngak enak kalau merekah nunggu nya lama" ujar nissya dengan mengoncangkan tubuh rangga.
"5 minuts, please Queen" kata rangga dengan suara serak khas bangun tidur. Nissya masih menguncang tubuh rangga.
"Now pince" nissya berucap dengan lembut. Dengan malasnya rangga bangun dari tidurnya dan.
*Cup
"*morning kis,hehehe" rangga terkekeh melihat ekspresi nissya yang selalu kaget ketika dia menciumnya.
"Kamu lucu honey", imbuh rangga lalu berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Rangga dan nissya baru saja sampai di meja restoran yang di tempati orang tua merekah. Merekah duduk dan langsung memulai acara sarapan pagi bersama. Saat sarapan tidak ada yang berbicara seperti kemarin malam.
Saat semuanya di rasa sudah menyelesaikan sarapan rangha mulai angkat bicara.
" Ma,pa,bu. Rangga sama nissya rencananya mau pindah ke rumah baru kita hari ini" kata rangga membuka obrolan pagi hari itu.
"Emang kalian ngak capek. Ngak mau nginap di rumah mama sama papa dulu" ujar ayu memberi saran karnah anak dan menantunya itu masih harus menyelesaikan pendidikan SMA nya.
"Lebih enakan di rumah sendiri mah, nanti kita ganggu waktu kalian" balas rangga dengan lembut kepada mamanya itu.
"Hehehe papa memang is the best dah!!!" rangga langsung memeluk radid " iyah kan Queen " tanya rangga menatap nissya dengan menaik turunkan alisnya menggoda.
Nissya hanya menundukan pandangannya dengan pipi yang sudah bersemu merah.
"Pipi kamu kenapa merah gitu nis, tumben pakai blush on" ujar rania mamanya nissya dengan tersenyum geli melihat pipi putrinya itu yang memerah.
"ngak kok" jawab nissya membuang muka agar tidak ketahuan. Sumpah demi apapun rasanya dia ingin pergi ke dunia lain seperti dora emon kartun kedayangannya.
"Udah - udah hoby banget kalian tu goddain nissya Lihat tu pipinya nissya udah tersipu malu" bela ayu tapi sebenarnya juga menggoda nissya.
Akhirnya merekah semua tertawa melihat bibir nissya yang sudah maju beberapa senti akibat kekesalannya namun membuat di semakin imut dan menggemaskan merutut rangga dan rangga langsung mencubit pipi nissya dan memeluknya erat.
Di lain sisi seorang pria menatap nanar pemandangan di depannya. Di berdiri di balkon vilanya. Tatapanya kosong. Penampilan berantakan, kantong mata yanh tercetak jelas. Fikirannya kacau. Dia seolah kehilangan tujuan hidup. Hingga suara dering telpon di hanphonenya mengalihkan perhatiannya.
(menghubungkan)
"Hallo" jawab risky saat telpon tehubung.
"Halo ky, lo dimana. Nyokap lo tadi telpkn gue nanyain do dimana dia khawatir sama lo ky. Lo kenapa sih,? Tanya perempuan di seberang telpon risky. Pasalnya semenjak pertunangan nissya kehidupan nya jadi kaca dan semakin kacau saat nissya sudah sah menjadi milik orang lain.
" Sakit li, hati aku sakit kamu tau ngak? tanya risky dengan suara bergetar dan serak karna menangis. Saat ini risky benar-benar rapuh dia tidak tau apa yang harus dia lakukan