
**Maaf yah kak, lama gak update. Soalnya autornya kemaren - kemaren lagi sibuk. Ada kerjaan baru, jadi beradaptasi dulu sama suasana dan waktunya. Busett beradaptasi yakk, kek apaanlah itu. Hehe kita lanjut lagi yahhhhhhhh.
___***
Pletak!
Satu sedotan minuman mendarat di kening Rafi dang di lempar oleh Rangga.
"Got lebih parah lagi dari empang curut. Parah bettt dah" kata Rangga tak habis fikir dengan pekerjaan unfaedah yang di lakukan Rafi.
"Oke kita mulai lagi, gue yang mutar" ucap Rafi lalu memutar botol kembali sampai berhenti menunjuk ke arah.
Nissya!
Dan yang membuat pertanyaan adalah Iqball.
"Ekhm" Iqball berdehem “Nanyain buk ustadzah nih, jarang - jarang yeh kan dapet kesempatan”. Iqball tampak mengetuk meja dengan jari telunjuknya.
“Turt of dare?” tanya Iqball kepada Nissya yang tampak tenang meminum jus jeruknya.
Nissya menggigit ujung sedotan minumannya. Memikirkan pilihan di antara dua kata, yang kenapa membuatnya malah pusing sendiri. “Turt aja deh, ntar luh nantang yang aneh - aneh lagi” Selidik Nissya sedikit curiga, di sambut cengiran Iqball yang menampilkan deretan giginya.
“Hahaha, tau aja kamu Nis” balas Iqball sambil memikirkan pertanyaan yang tepat. “Kamu perna pacaran gak?”. Tanya Iqball yang entah kenapa malah membuatn Nissya jadi sedikit gugup.
Nissya menarik nafas dalam, dan mengeluarkannya lagi. Mencoba menenangkan dirinya sendiri, sebelum menjawab pertanyaan dari Iqball.
Rangga tampak penasaran dengan jawaban yang akan Nissya berikan. Berbeda dengan Rangga, Aulia dan Rafi malah tampak gusar menanti jawaban dari bibir Nissya yang tampak menggantung.
Nissya kembali menarik nafas dalam “Enggak, aku gak perna pacaran. Tapi aku perna dekat dengan cowok. Status kami cuma temenan tapi kita sempat terlibat perasaan” jawab Nissya dengan mengalihkan pandangan ke sembarang arah.
“(Ternyata kamu gak lupa kisah kita yah nis)” Risky berucap lirih dalam hati.
“(Ternyata perasaan kamu sama Risky dulu emang dalem yah Nis)” Aulia berucap dalam hati, sambil mengenggam tangan Nissya seoalah menyalurkan kekuatan untuk sahabat yang saat ini juga menyadang status kakak iparnya itu.
“(Siapa cowok yang Nissya maksud?. Apa cowok itu sangat berarti buat Nissya?. Dan sejauh apa hubungan Nissya dan cowok itu dulu?.)” Banyak pertanyaan yang ingin Rangga tanyakan kepada Nissya. Tapi melihat situasi dan kondisi, sepertinya saat ini memang bukanlah waktu yang tepat.
“Udah - udah kenapa semuanya pada bengong gak jelas gini sihh” gerutu Raffi dengan berdiri bersiap memutar botol kembali “Yah udah kita lanjut lagiiiiiii” ucapnya sedikit berteriak.
Rafi kembali memutar botol minuman di tengah - tengah meja di depan mereka. Hingga akhirnya botol itu berenti dan mengara ke arah Iqball.
“Ellahh kutu kuprettt, bales dendam luh asuuu” rutuk Iqball kesal yang malah di yang malah di tanggapi oleh tawa orang - orang yang melihatnya.
“Apaan dahh luh pada, hobby banget keknya ngelihat gua kesiksa batin ginii” kembali Iqball mengupat kesal, dan di abaikan oleh Nissya, juga yang lainya.
“Wait, wait, wait, jadi aku yang dapet kuncinha nih yah guyysss” Aulia berdiri dengan tawa bahagiahnya, sedangkan Iqball sudah memutar bola mata jengah.
“Jadi turt of dare?” tanya Aulia santai tidak lupa dengan senyuman meledeknya dengan menjulurkan lidah.
“Dare aja deh, gua juga takut luh nanya yang aneh - aneh” jawab Iqball sedikit kesal.
“Hahaha tau juga luh, padahal gua udah punya pertanyaan bagus tadi” Aulia tampak berfikir sejenak sebelum memberikan tantangan “Gua mau luh, nembak cewek dalam minggu ini” Kata Aulia dengan melipat tangan di dada.
“Ehhh anak ayam, luh kira nembak cewek kayak beli permen apa. Gak semudah itu curuttt” protes Iqball yang membuat semua orang kembali tertawa.
“Hahaha, salah siapa luh milih dare. Makannya kalau gak sanggup nerima tantangan tinggal jujur aja napa, susah amat dahhh. Kalau kebiasaan bohong mah emang gitu” Ledek Aulia lagi, yang membuat Iqball semakin kesal.