
Setelah masuk ke dalam gua, Frost mengumpulkan energi jiwanya, kemudian menyalurkannya untuk Zinn. Walaupun dia sendiri sekarang sedang sekarat, akan tetapi dia tak ingin melihat Zinn terluka.
‘Aku tidak boleh membiarkanmu mati lagi. Hanya kau, hanya dirimu, yang mengerti diriku,’ batin Frost.
Frost memuntahkan darah, hal itu membuat Florida dan Flowery menjadi panik.
“Yang Mulia, Anda tidak boleh menggunakan energi jiwa Anda lagi!” seru Flow. Dia menggunakan sihir untuk memutuskan aliran energi Frost.
“Jangan menghalangi aku...!”
Hal yang dulu pernah terjadi di Tahiti kembali terulang lagi. Manik mata Frost berubah menjadi manik mata kucing dan berwarna semerah darah. Dia membangun sebuah pelindung sihir yang membentengi dirinya dan Zinn.
Flo dan Flow melihat perubahan Frost dan terhenyak. ‘Yang Mulia... apakah dia... I- Iblis...?’
Frost kembali menyalurkan energinya untuk Zinn. Dia berusaha untuk menyadarkan Zinn. ‘Kumohon, sadarlah!’
Frost terus memaksakan dirinya untuk menyalurkan energi demi menyadarkan Zinn. ‘Jika kau sadar, peluangmu hidup akan lebih besar. Jadi, kumohon... buka matamu, Zinnia Pramidita Ganache!’
“Walaupun Yang Mulia adalah Iblis, tapi dia tidak akan bisa bertahan jika terus menyalurkan energinya,” kata Flow.
Flo menggunakan energi jiwa untuk membentuk sebuah belati. Dia melempar belati tersebut, akan tetapi benda itu kembali ke tangannya. Dia menatap ke arah Frost dan berseru, “Jangan keras kepala, Yang Mulia!”
“Bagaimana bisa aku tidak keras kepala?!” bentak Frost. “Kalian tidak tahu dosa apa yang sudah aku lakukan terhadap dirinya dulu! Dia akan baik-baik saja jika aku tidak membunuhnya!”
Flo dan Flow menatap satu sama lain. Mereka paham dosa Frost terhadap Zinn sangatlah besar. Namun mereka tetap tak dapat membenarkan hal yang dilakukan oleh pria itu sekarang.
“Apakah Anda tahu dengan memaksakan energi jiwa kepada Nyonya Ganache, itu hanya akan memperparah kondisinya?!” Flow menggertakkan gigi. “Anda adalah keturunan Iblis, energi jiwa Anda berelemen api, walaupun Anda adalah penguasa Kutub Salju Neraka sekalipun, energi jiwa Anda masih sepanas api Neraka!”
Frost menatap ke arah Flow. Tak lama kemudian, Zinn kembali memuntahkan darah.
“Berhenti! Apakah Anda ingin membunuh Nyonya lagi?!” seru Flo. Dia berusaha menghilangkan pelindung yang diciptakan oleh Frost.
Frost langsung panik melihat keadaan Zinn. Dia berhenti mengalirkan energinya dan memeluk pemilik manik mata merah muda. Pelindung yang melindungi mereka lenyap.
Flow langsung menutupi tubuh Zinn menggunakan salju dari Gua Salju Surga Perak. Dia mengisyaratkan kepada Flo untuk menarik kembali Air Neraka Salju Hennigan Tingkat Ketiga miliknya.
Flo melakukan permintaan Flow.
“Yang Mulia, Anda adalah Iblis Tingkat ke-berapa?” tanya Flow.
Flo menumbuhkan Higanbana berwarna biru di sekitar Frost dan Zinn, kemudian membantu Flow untuk melindungi tubuh Zinn menggunakan salju.
"Tingkat Delapan,” jawab Frost. Dia menyentuh Higanbana Biru dan mengubahnya menjadi warna emas. “Ganache, sebenarnya juga merupakan keturunan Iblis. Hanya saja, sedari kecil dia sudah berada di Surga dan alam para Dewata. Aku mengira tubuhnya dapat menerima energi berhawa panas. Tak disangka, tubuhnya sudah beradaptasi dengan baik, mengubah semua sirkulasi. Hanya kalian yang mengetahui hal ini, jangan mengatakannya kepada orang lain.”
Frost dapat melihat Flo dan Flow menganggukkan kepala mereka.
“Aku tidak pernah belajar tentang sihir sedari aku kecil karena aku tidak tertarik,” aku Frost. “Tapi, semenjak setengah tahun yang lalu, saat bertemu dengan Ganache, aku memintanya untuk mengajariku tentang sihir.”
“Kalau begitu, saya akan mengajari Anda tentang Tapak Salju Helixavier,” kata Flo. “Dengan adanya sihir ini, energi jiwa Anda yang panas dapat dikonversi menjadi energi jiwa sedingin Gua Salju Neraka.”
“Tapak Salju Helixavier, rasanya aku pernah mendengarnya,” gumam Frost.
“Ketika Raja Hennalix V menduduki posisi tertinggi di Benua Henna, mendiang Raja menciptakan sebuah sihir yang berhubungan dengan energi jiwa untuk menyembuhkan mendiang istri tercintanya dari luka bakar jiwa yang disebabkan oleh peperangan dengan Jepalamus.” Flo bercerita. “Saat itu sedang musim dingin, mendiang Raja berlatih mengkonversi energi angin panas miliknya menjadi energi angin musim dingin yang membeku. Setelah berlatih selama satu bulan penuh, tanpa disengaja, mendiang Raja menciptakan Tapak Salju Helixavier.”
“Benar juga, hal itu tertulis di gulungan sejarah.”
Flo terkekeh pelan. “Tapi, Tapak Salju Helixavier milik mendiang Raja Hennalix V tidak dapat dipelajari secara sembarangan. Untuk dapat mempelajari hal ini, Anda harus memiliki cinta sejati.”
‘Cinta sejati...,’ pikir Frost. ‘Apakah perasaanku dapat dikatakan sebagai cinta?’
“Perasaan Anda sekarang masih abu-abu,” kata Flo. “Anda harus memastikannya sendiri. Kenapa Anda tidak mencoba mempelajari Tapak Salju Helixavier? Hal itu akan sangat berguna bagi Nyonya. Sambil menunggu bala bantuan datang, mempelajari Tapak Salju Helixavier dapat memperpanjang hidup Nyonya.”
Frost memikirkan perkataan Flo. Dia merasa kalau Flo ada benarnya. “Baiklah. Terima kasih atas bantuan kalian. Jangan terlalu lama di sini. Orang yang sehat tidak akan tahan dengan kedinginan Gua Salju Surga Perak.”
“Jangan mengkhawatirkan kami, Yang Mulia. Kami sudah berada di Liga Pearl. Hal-hal kecil seperti ini tidak akan mempengaruhi kami,” kata Flow.
Frost menyeringai. “Walaupun kalian sudah berada di Liga yang cukup tinggi, kalian hanya dapat bertahan selama satu hari.”
“Kami cukup percaya diri. Lagi pula, Yang Mulia dan Nyonya telah berbaik hati kepada kami. Kami akan berusaha untuk menyelamatkan Nyonya."
"Apakah kalian menemukan keanehan dari teman-teman kalian?” Frost tiba-tiba saja mengalihkan topik pembicaraan. Perasaan curiganya semakin menjadi.
Flo dan Flow saling bertatapan. ‘Kenapa tiba-tiba Yang Mulia bertanya tentang hal itu?’ Mereka kebingungan.
Flo dan Flow sama-sama menggelengkan kepala mereka. “Kami tidak menemukan keanehan apa-apa dari anak-anak yang selamat. Hanya saja....”
Frost memicingkan mata ke arah Flow. Dia paling tidak suka dengan perkataan yang setengah-setengah. “Hanya saja, apa?”
Flow menghela napas panjang. “Saya tidak tahu apakah saya boleh mengatakan hal ini atau tidak, tapi entah kenapa saya merasa kalau akhir-akhir ini anak Kepala Suku sangat aneh.”
Flo langsung menyikut lengan saudari kembarnya. Dia memperingatkan Flow kalau Fiery juga merupakan teman mereka, tak pantas mengatakan hal yang buruk tanpa disertai bukti yang jelas.
“Tidak apa-apa, katakan saja apa yang kalian tahu. Lagi pula, di sini hanya ada kita, aku tidak akan mengatakannya kepada siapa pun. Kalian memegang rahasiaku, aku memegang rahasia kalian,” kata Frost.
Flo mengembuskan napas sambil menatap pasrah ke arah saudari kembarnya. Flow menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan kepada Flo kalau Frost adalah orang yang dapat dipercaya.
“Nona Fiery dulu adalah orang yang sangat ceria,” kata Flo. “Entah kenapa akhir-akhir ini dia menjadi sangat suram. Kalau dikarenakan kehilangan keluarga, kami bisa mengerti. Tapi, dia tidak seperti orang yang sedang bersedih dikarenakan kehilangan keluarga.”
"Sebenarnya, memang itulah yang sedang kupikirkan."