Romantic Fantasy

Romantic Fantasy
Lembar 11 : Behemoth Palsu



“Kau mengira karena kau adalah keturunan Azazel maka aku akan takut kepadamu? Kau hanyalah Iblis Neraka Tingkat Delapan, setara Valak saja tidak. Dengan sombongnya kau malah mengajakku bertarung? Sungguh konyol,” ujar Behemoth. “Kekuatanmu saja tidak seperempat dari kekuatan yang dimiliki oleh Iblis nomor satu di Neraka Tingkat Sembilan, atas dasar apa kau menantangku?”


Zinn menggenggam tangan Frost. “Kalau kami berdua sudah setara dengan seperempat kekuatan Yang Mulia Azazel, kan?” Zinn tampak sangat percaya diri ketika mengatakannya, tidak ada keraguan sama sekali.


Behemoth tertawa keras. “Menarik sekali! Sekarang cucu Iblis nomor dua di Neraka Tingkat Sembilan membantu. Hebat! Tapi, tidak akan cukup untuk melawanku!” Behemoth menghentakkan kaki ke atas tanah, tanah bergoyang-goyang seolah sedang terjadi gempa.


“Apakah Anda bisa mengirim anak-anak lain selain anak Kepala Suku ke tempat lain?” Zinn berbisik bertanya, berharap kalau Behemoth tidak mendengarnya.


Frost mengibaskan pedang, tempat mereka berubah menjadi sebuah lapangan luas tak berpenghuni di sebelah barat daya Castleton. Zinn mengenal tempat tersebut dengan baik, Frost sering mengajaknya latihan berpedang maupun sihir di sana. Sekarang hanya tersisa Behemoth, Fiery yang terkena pengaruh Aka Manah, Frost serta Zinn.


“Memang benar kalau aku tidak memiliki separuh dari kekuatan Kakek Buyut, tapi, aku bisa menginjak dirimu jika aku mau.” Frost terdengar sangat sombong, bahkan kesombongannya melebihi Lucifer Morningstar jika harus diakui.


Behemoth melirik ke arah pedang yang digenggam oleh Frost dan bergantian menatap ke arah Zinn. Pedang Kristal Mawar Putih, terbuat dari hati yang memiliki cinta murni terhadap seseorang. Selama ratusan ribu tahun terakhir, tidak ada yang dapat membuat pedang itu. Pedang diberikan untuk seseorang yang dicintai akan menambah kekuatan setara Langit dan Bumi. Hebat sekali cucu buyutmu, Tuan Morningstar, pikir Behemoth.


“Pedang ini bukan dibuat oleh saya, tapi oleh Ayah saya di kehidupan sekarang. Ayah memiliki perasaan dalam dan murni terhadap Ibunda. Saat mengasah dan membuat pedang, terciptalah Pedang Kristal Mawar Putih. Walaupun sebagai manusia dapat membuat senjata yang setara dengan senjata para Malaikat, Iblis, dan Dewa.” Zinn menceritakan asal-usul Pedang Kristal Mawar Putih yang diberikan olehnya untuk Frost, seakan tahu kalau Behemoth sedang memuji Pedang Kristal Mawar Putih yang berhasil dibuat.


“Tentu saja manusia juga memiliki kehebatannya sendiri. Sayang sekali, hidup mereka begitu singkat, masalah juga sering datang silih berganti di dunia manusia. Lebih baik terlahir menjadi Iblis, Malaikat, atau Dewa,” cemooh Behemoth.


“Apa bagusnya menjadi makhluk yang memiliki umur panjang? Sangat membosankan. Setiap hari hanya bisa duduk di posisi tertinggi dan melihat para bawahan bekerja. Sungguh tidak menyenangkan.” Frost mencemooh balik.


Behemoth sudah mencapai batas kesabarannya. Jika disenggol sedikit saja, dia akan seperti bom yang akan meledak. “Tidak peduli kau adalah siapa, aku pasti akan membawa kepalamu dan memamerkannya kepada Azazel. Iblis nomor satu, tapi memiliki keturunan yang tidak berguna, sama tidak bergunanya dengan Nenek Buyutmu yang merupakan manusia itu.”


Frost memang tidak mengingat siapa Nenek Buyutnya, akan tetapi ada perasaan marah yang menyelinap ke dalam hatinya saat Behemoth menjelek-jelekkan Nenek Buyutnya.


Frost mengayungkan pedang dan menciptakan kekuatan sihir yang berhasil memukul Behemoth hingga mundur beberapa langkah ke belakang. Memang tidak menimbulkan kerusakan apa pun, akan tetapi Behemoth bisa merasakan efeknya beberapa menit ke depan.


“Kau mengira kalau kau sudah berhasil menyentuhku? Lu-“ Behemoth tiba-tiba saja menghentikan perkataannya. Tangannya tiba-tiba saja terasa keram, kemudian berdenyut tanpa alasan. “Hah! Sebuah trik kecil yang sering dipakai oleh Azazel dalam melawan orang-orang. Buah yang jatuh tidak pernah jauh dari pohonnya.”


Behemoth tampak tidak terganggu dengan perasaan tidak nyaman di tangannya. “Jika hanya trik kecil seperti ini, tentu saja tidak akan bertahan lama terhadap Iblis. Sihirmu sepertinya bahkan lebih rendah dari gadis kecil ini.” Behemoth menunjuk ke arah Zinn yang duduk di atas batu, menyaksikan pertarungan mereka.


Fiery sendiri masih dalam pengaruh Aka Manah, tidak berbuat apa-apa. Sepertinya Aka Manah juga sedang menikmati pertarungan antara Frost dan Behemoth.


Zinn terus memerhatikan gaya bertarung Behemoth dan memastikan bahwa Behemoth yang mereka hadapi sama sekali bukanlah Behemoth asli. Walaupun hanya menebak-nebak, tapi Zinn bisa memastikan bahwa yang sedang dilawan oleh pemilik manik mata emas bukanlah Behemoth asli.


“Kalau begitu, bolehkah aku berhenti menahan diri?” tanya Frost. Dia memang sudah sangat menahan diri sedari tadi. Frost paling tidak suka sosok yang terlalu kurang ajar terhadap dirinya.


"Yang Mulia, tidakkah Anda bisa merasakan kalau kekuatan Iblis ini semakin lama semakin menurun dan ia terlalu banyak berbicara? Jenderal Behemoth ketika bertarung tidak akan banyak berbicara. Seorang Jenderal memiliki wibawa besar dan disegani oleh para Iblis."


Zinn menumpukan dagu di tangan. Manik mata merah mudanya bersinar. Zinn sedang berada dalam mode serius.


Frost menyeringai dingin. Hanya seorang Iblis kecil saja berani merubah diri menjadi Iblis Neraka Tingkat Sembilan, batinnya.


Frost bukannya pertama kali melihat Zinn serius seperti itu, hanya saja dia tahu kalau kekuatan sihir si wanita muda sangatlah berbahaya. Frost sendiri saja tidak berani menghadapi Zinn yang sedang serius—mungkin juga karena takut menyinggung perasaan Zinn.


Zinn mengangkat pedang dan melepas pedang itu di udara. Pedang itu melayang dan dengan cepat menembus jantung Behemoth palsu. Seketika Iblis yang menyamar menjadi Behemoth menunjukkan sosok aslinya dan tewas di tempat.


“Anda harus belajar Sihir Pedang, Yang Mulia. Walaupun Anda sangat berbakat dalam menggunakan pedang untuk pertempuran jarak dekat, Anda juga dapat menguasai pertempuran jarak jauh. Selain memanah, Sihir Pedang adalah yang terbaik,” kata Zinn, melompat turun dari atas batu besar dan berjalan dengan anggun mendekati Fiery. “Yang Mulia, apakah Anda tahu cara melepaskan diri dari pengaruh Aka Manah?”


Frost mendekati Zinn dan Fiery. Dia bermaksud untuk menyentil kening anak perempuan itu, akan tetapi lengannya ditahan oleh Zinn.


“Apa yang ingin Anda lakukan?” tanya Zinn sambil menatap tajam ke arah Frost.


“Kau bertanya apakah aku ada cara untuk melepaskan diri dari pengaruh Aka Manah, aku tentu punya. Aku adalah cicit buyut Azazel. Aku belajar beberapa trik murahan darinya—meskipun hanya dari gulungan-gulungan kuno,” jawab Frost dengan entengnya.


“Apakah Anda tahu bahwa trik murahan Yang Mulia Azazel sebenarnya berasal dari istri sahnya?”


Frost mengangkat sebelah alisnya. Yang dimaksud istri sah adalah Nenek Buyut, kan? pikirnya.


"Istri sah Yang Mulia Azazel adalah seorang manusia."