Reasons Of Love

Reasons Of Love
ROL ~ Girls Time



Setelah dua hari menginap di rumah sakit, Akhirnya, Keyla kembali pulang ke rumah. Namun, suasana rumah sangat sepi, mungkin sedang mengurus segala persiapan pernikahan Andra yang tinggal dua hari lagi. Aldo selalu setia menemani Keyla, tanpa meninggalkan waktu sedikitpun untuk berpisah dengan Keyla.


Sedang asyik dengan ponselnya sambil menunggu Aldo yang tengah mengobrol dengan satpam dirumahnya tiba-tiba ponsel nya berbunyi menandakan telepon masuk, digesernya dan terdengar suara lembut wanita.


“Sayang?”


“Iyya, mommy?”


“Kamu udah sembuh sayang? Maafin mommy ga sempet jenguk kamu, bukan mommy ga say-“


“Gapapa, mom. Keyla ngerti. Ada apa?”


“Siap deh. Kamu ke hotel aja sekarang, biar nginep disini. Temenin Fara.”


“Oke! Aku meluncur!”


“Eh? Sebentar? Kamu kesini sama siapa? Kan supir kamu mommy pake disini, nanti deh mommy suruh jemput kamu sebentar.”


“Ga usah. Keyla nanti bareng sama Aldo aja, mom.”


“Oke, deh! Hati-hati ya, sayang.”


“Siappppp!”


Bip!


“ALDOOOOOOOO!”


“ALDOOOOO!”


“AL-!”


“Apa sayang?” Aldo langsung duduk di single chair dengan nafas tersenggal-senggal.


Keyla terkekeh. “Anterin aku ke hotel aja yuk. Disini kan ga ada siapa-siapa.”


“Kan ada aku?” Aldo nenyeringai tipis lalu mendekat ke samping Keyla.


“Eh?! Apa-apaan kamu! Sana jauh-jauh belum halal!”


Aldo tertawa terbahak-bahak. “Oh, jadi kode nih? Pengen dihalalin?”


Keyla membelalakkan matanya lalu memukul ringan lengan Aldo. “Nggak ish apaansi!”


Tetapi, jauh didalam hatinya yang berbunga-bunga menyetujui ucapan Aldo, pipinya merah merona dan ribuan kupu-kupu terbang diperutnya. Oke, ini lebay nya kelewatan.


“Hahahaha! Lucu ih kalau lagi blushing.”


“Songong, kutub!”


“Udah ayo ah buruan!” Keyla bangkit lalu menarik lengan kekar Aldo.


“Kemana? KUA? ayo! Sekarang juga aku siap lahir dan batin.”


Keyla membelalakkan matanya kaget. “Ih! Dasar ngawur!”


Keyla langsung melangkah duluan meninggalkan Aldo, dirinya sudah sangat malu! Ya tuhan, buang sekarang rasa malu Keyla ke rawa-rawa.


“Keylaaaa! Sayang! Tungguuuuuu!” Aldo terkekeh pelan lalu mengejar langkah Keyla.


💫


Keyla membuka pintu kamar hotel Fara lalu menyelinap masuk tanpa meminta izin. Ia segera ke kamar Fara. Baru saja membuka pintu, wangi aromatherapy bunga mawar sangat menyengat dalam hidung runcingnya.


Ternyata, Fara sedang di body spa dan segala macam perawatan tubuh lainnya menjelang pernikahan nya. Keyla langsung menghampiri Fara yang sedang dilulur didekat balkon.


“Faraaaaa!”


“Lo?! Keylaaaa duu, kata nya lo sakit ya? Masuk rumah sakit? Maaf ya gue ga dibolehin jenguk.”


Keyla duduk disamping Fara lalu mengulum senyumnya. “Ih, gapapa. Kemarin cuma kecapean aja, kok.”


Fara mengangguk lalu tersenyum tipis. “Lo kesini sama siapa?”


“Aldo.”


“Terus sekarang dia dimana?”


“Ya dikamar Andra lah! Ya kali disini mau ngeliatin lo lagi luluran terbuka gini,”


Fara tertawa pelan begitupun mbak-mbak yang tengah meluluri tubuh Fara.


Keyla hanya mengangguk patuh saja. “Abis ini ritual apa lagi yang harus lo jalanin, Far?”


“Mandi susu plus bunga mawar. Abis itu menicure and pedicure sama ngehias hena ditangan gue sambil maskeran.”


“Pasti cantik banget sahabat gue nantiiiiii, duh, ga sabar banget gue liat lo di hari H.” Keyla tertawa.


“Gue juga, apa lagi hari pernikahan lo sama kutub nanti, hahaha,”


“Yee, sialan. Aqilla katanya disini? Mana tuu bocah?”


Fara mengernyit. “Emang lo ga liat di ruang TV?”


“Oalah, itu Aqilla? Gue kira siapa,”


Fara mengangguk lalu menatap sekilas mbak-mbaknya karena sudah waktunya Fara berendam di air susu. Fara mengangguk lalu berjalan meninggalkan Keyla menuju kamar mandi.


“Non, sekarang saja yuk lulurannya?” kata mbak-mbak yang berambut pendek.


Keyla mengangguk. “Sebentar, saya ganti baju dulu ya.”


💫


Setelah selesai membasuh diri selepas luluran tadi, ketiga perempuan cantik itu duduk manis sambil tertawa lepas didepan televisi ruang tengah dengan sesekali mengunyah makanan ringan.


“Liat tuh si Idoy nya melehoy banget kek Aqilla!” kata Fara sambil tertawa.


Aqilla mendengus sebal. “Ih! Nggak tau, gue tuu cuma telat aja dikit, kalau gue melehoy ga akan tuh bisa masuk dokter kecantikkan yang tanpa otak,”


“Iyyain kenapa si, Far. Secara ya kan, dokter tuu belajarnya harus sungguh sungguh banget! Gue juga ga nyangka, kita badgirl zamanan SMA tapi bisa jadi dokter, mantep kan?”


“Waiyya dong! Kalau di inget-inget tuh ya, zamanan kita SMA seru banget! Dari mulai nyamar jadi Fake Nerd harus jadi Good Girl juga duuu absurd banget sii, sampe akhirnya comeback jadi Bad Girl lagi!” Fara tertawa jikalau mengingat-ngingat kejadian dulu saat mereka SMA.


“Drama mulu idup! Apalagi pas bully-bully an sama geng nya Queen.. Oh iya, tuu bocah gimana kabarnya ya?” tanya Aqilla sambil mengingat sosok Queen.


“Ke laut kali!”


“Oh iya, kalian tau ga? Dua hari lalu gue ketemu Alex..”


“HAH?! SERIUSAN?!” teriak Fara dan Aqilla bersamaan.


Keyla mengangguk lesu. “Iyya.”


Fara dan Aqilla langsung merapatkan duduknya dengan Keyla melupakan tontonan mereka dan camilannya.


“Ngapain? Dia ngapain?”


“Ngegodain gue.”


Fara dan membelalakkan matanya kaget. “Astagfirullah! Mau apa sii dia?”


“Setelah sekian lama ngilang dari muka bumi, terus ketemu lagi dan seenaknya malah ngegodain lo!” ucap Aqilla.


“Coba ceritaiin secara detil, biar paham.”


Keyla mengangguk. “Jadi waktu itu dikantor Aldo tuu ngadain acara makan siang sekaligus perkenalan sama CEO baru di kantor pusat dan waktu itu Aldo izin sama gue buat nemuin Om Dirgo terus pas gue lagi asik main Hp tiba-tiba ada yang manggil gue dan orang itu Alex, dia nanya-nanya terus ga lama nyolek dagu gue, dan naasnya Aldo liat langsung dibikin babak belur.”


“Emang ga enak gitu ya hidup kalau ga gangguin orang.”


“Yaudah lah, ga usah di ambil pusing, ganggu suasana kan jadinya.” kata Keyla sambil tertawa.


“Iyya, malem ini bener-bener fulltime buat kita bertiga!” pekik Fara dengan raut wajah bahagia.


Keyla dan Aqilla mengangguk senang. “Nanti maa ga ada nii girls time kayak gini, pada sibuk, deh. Apalagi kalau udah berkeluarga.”


Fara tertawa. “Nggak, lah. Nanti bakal sempetin waktu buat main sama kalian, tenang aja sayang-sayangnya akuuuuu!”


Keyla, Fara dan Aqilla berhambur pelukan ketiganya. Benar, ini yang dinamakan sahabat sejati. Sampai sepuluh tahun lebih mereka berteman, berantem hanya sampai lima menit habis itu baikkan lagi. Lucu.


💫


Haiiiiii!


Punya sahabat sejati? Boro-boro, kita susah aja pada minggat:( prinsip hidup harus nyata, bro. Susah ga ada masa seneng harus bareng² wkwk


Ikutin terus alurnya ya 🙌


Jangan lupa vommentnya, Thx. ❤