Reasons Of Love

Reasons Of Love
ROL ~ Perjodohan?



Happy Reading. ❤


Note : Aku bakal next up kalau vote nya udah sampe 430 vote, juga dukungan kalian. ❤


{}


“Dulu kita saling berlomba untuk saling membahagiakan, sekarang kita berlomba untuk kebahagiaan masing-masing.”


-Keyla Arletta Alexandria.


💫


“Key, aku mau dijodohin sama temen bisnis Ayah.”


Keyla menengadahkan kepalanya, ia mengulas senyumnya.


“Oh, yaudah.”


“Sebenernya, daddy udah ngerestuin hubungan kita, Al. Tapi kamu bilang kamu mau dijodohin. Aku bisa apa?” lanjutnya.


Aldo terhenyak. Perasaannya saat ini tak bisa digambarkan, antara senang atau sedih. Aldo menautkan jemarinya dengan jemari Keyla.


“Aku mau terus perjuangin kamu, Key. Kita berjuang sama-sama, ya.”


Keyla menggeleng. “Aku ga yakin kalau kita bisa terus sama-sama, Al.”


“Kamu yakin sama aku, kan, Keyla?”


“Semesta seolah-olah terus menghantam aku dengan banyaknya masalah untuk terus mengalah.” Keyla menunduk dalam.


Aldo menatap lekat wanita dihadapannya, “Ada aku, ada aku yang bisa jadi tumpuan kamu, yang selalu ngedukung kamu. Terus melangkah, jangan hirauin kerikil-kerikil kecil.”


Keyla terkekeh pelan seolah menertawakan kata-kata yang keluar dari bibir Aldo.


“Kamu bercanda?”


“Disaat aku lagi terpuruk gini aja, kamu cuma bisa diem, kan?”


Aldo terdiam tanpa suara, yang dikatakan Keyla memang benar adanya, ia hanya bisa diam tanpa berbuat apapun sebagai orang terdekatnya.


“Aku..”


“Aku apa, Al?” potongnya.


Saat Aldo hendak membuka mulutnya, ringtone handphone Keyla berbunyi menampilkan Andra yang menelponnya.


“Assalamualaikum, Key! Cepet ke ruang ICU, daddy makin kritis!”


Bip!


Tanpa sepatah kata pun Keyla meninggalkan Aldo menuju ruangan ICU, tangisannya tak henti-henti nya meluruh.


Sesampainya disana ia langsung menatap pintu ruang ICU, dari luar pintu terlihat ada beberapa dokter dan suster menangani Gerald yang semakin terlihat lemah.


“Sayang, sini, tunggu daddy nya disini.” Raina mengusap bahu Keyla.


Keyla membalikkan badannya lalu menghambur pelukan ke dalam dekapan Raina, Raina menerimanya dengan kuat. Ia mengecup surai Keyla, menyalurkan kekuatan yang begitu hangat ke keponakan tersayangnya.


“Daddy, tan, daddy..”


Raina melonggarkan pelukannya, mengusap pipi Keyla dengan lembut. “Sayang, percaya sama tante, ya. Daddy kamu bakal sembuh, dan bisa kumpul sama-sama lagi bareng kita.”


“Terus berdo’a, minta sama Allah buat kesembuhan daddy..” lanjutnya.


“Aamiin, tan.” Keyla mengulas senyumnya.


💫


“Alhamdulillah, pak Gerald sudah stabil keadaannya, namun, tinggal kita tunggu kapan beliau sadar dari kritis nya.”


Semua orang disana mengucap syukur kepada Allah atas kabar baik tersebut.


“Alhamdulillah, makasih ya, dokter Arya.” Raina tersenyum.


Keyla bangkit dari duduknya memghampiri Tari yang tengah menatapnya sembari tersenyum, Keyla menghambur pelukan ke wanita itu.


“Tari, aku ga ngerti lagi harus kayak gimana buat balas kebaikkan kamu atas daddy ku. Yang jelas, makasih banget, Tari, makasih banget!”


Tari membalas nya dengan anggukan antusias. “Iya sama-sama, Keyla.”


Raina mendorong kursi roda Viona untuk menghampiri Tari dan Keyla yang diikuti Andra, Geraldy dan Fara.


“Nak Tari, makasih ya.. Udah mau donorin darah ke daddy nya Keyla.. Tante makasih banget sama kamu.” kata Viona.


“Iya, Tari. Tante juga makasih banget, semoga Allah ngebales semua kebaikkan kamu lebih dari apapun.” kata Raina.


“Tari, walaupun kita baru kenal, tapi om salut banget sama kebaikkan kamu. Makasih ya, Tari.” kata Geraldy.


“Tari, makasih ya!” Andra dan Fara ikut bersuara.


“Oh ya, Tari kamu tinggal dimana?” tanya Raina.


“Ga jauh dari pemakaman Ibu Kota, tante.” jawabnya.


“Wah berarti deket makam kakeknya Keyla dong, ya?”


Tari mengangguk. “Kita ketemu disana.”


“Oh.. Kalau boleh tau nama lengkap kamu siapa, Tari?” tanya Fara.


“Mentari Chandradinata.” jawab Tari.


Raina terkejut. “Chandradinata?”


Tari mengangguk. “Tante kenal dengan papa saya?”


“Iya, saya kenal baik sama beliau. Pak Chandra itu salah satu penaruh saham terbesar di Alexandria Group cabang Aussie. Dan yang nanganin tante sendiri.” kata Raina.


Semua orang disana terkejut begitu juga dengan Tari.


“Jadi kalian keluarga besar Alexandria?” semuanya mengangguk seraya tersenyum.


“Om juga kenal dengan beliau, beliau dikenal sangat baik dalam bisnis. Salam ya buat papa kamu.”


Tari mengangguk. “Iya, om, nanti Tari sampein ya.”


💫


“Gimana kabar kamu, Vi?”


Viona mengulas senyumnya. “Seperti yang kamu lihat, aku jauh lebih baik.”


“Semoga cepat sembuh ya buat kalian.”


“Terima kasih Dirgo, Risa.”


“Gerald seperti apa keadaannya?”


Viona menggeleng. “Rald masih di ruang ICU, dia baru aja muntah darah.”


“Astaghfirullah!” seru Risa.


“Tapi gapapa, kan?”


“Untung nya cepat ditangani. Dia kekurangan darah juga karena muntahnya cukup banyak, jadi dia didonorkan darah.”


Dirgo mengangguk. “Oh ya, maksud saya datang kesini selain menjenguk kalian ada tujuan lain yang mau saya bahas.”


Viona tersenyum tipis. Ia sudah tahu arah pembicaraan ini, Dirgo akan membahas ketidak setujuan Aldo dan Keyla tempo hari.


“Saya rasa kamu juga tau, Vi. Saya mau menanyakan kelanjutan hubungan anak-anak kita kedepannya seperti apa,” ujar Dirgo.


“Kalau soal ini aku ga bisa kasih jawaban nya, kamu juga tau sendiri kalau Gerald masih belum stabil keadaannya.”


Sebenarnya, Viona sudah tahu jawaban atas semua ini, namun, ia takut semua tak sesuai yang diharapkan atas surat yang Keyla beri tahu kepadanya.


“Aldo itu anak laki-laki tertua dikeluarga kami, dan saya harap dia menikah secepatnya, kalau perlu ditahun ini.” kata Dirgo.


“Dir, jangan mendahului.” ucap Risa.


“Iya, aku paham, Dir, aku mohon kalian tunggu, aku yakin Gerald akan sadar secepatnya dan kasih jawabannya.” jawab Viona.


“Aku sangat senang kalau kelanjutan hubungan mereka tetap berjalan semestinya, baiklah, aku tunggu sampai Gerald stabil.”


💫


“Ayah cuma pengen kalian kenalan, Aldo. Kita juga ga ada yang tau jodoh seperti apa kedepannya?”


Aldo memijat keningnya. “Tapi, yah, ayah ga bisa kayak gini. Ini sama aja ayah ngedorong Aldo buat ngekhianati Keyla.”


“Bukan, bukan. Ayah tetep ingin kalian menikah tapi ga ada salahnya juga kan kalau kamu mengenal perempuan lain?” tanya Dirgo.


“Nggak! Aldo ga akan mau.”


“Turutin sekali ini aja, Al, bunda yakin kok ayah cuma mau ngenalin kalian berdua aja.”


Aldo berdecih. “Niat ayah buat ngejodohin aku, bun,”


“Ngga, sayang. Dijalanin dulu.”


“Oke. Aldo bakal ketemu perempuan itu, dengan syarat, pertemuan nya, Aldo harus ajak Keyla.”


💫


TBC.