
Aldo menandatangani kertas-kertas yang berada dihadapannya, kerjaan yang menumpuk membuatnya harus lembur berkerja dan menyibukkan diri di kantor. Ia jadi jarang bertemu dengan wanitanya, ia rindu Keyla.
“Pak, didepan ada wanita yang ingin bertemu pak Aldo.” kata Anita yang baru saja masuk dan langsung menyampaikan hal ini.
Aldo menaikkan sebelah alisnya, “Siapa?”
Anita hanya tersenyum lalu menyuruh segera wanita itu masuk, dan ternyata itu wanita yang sedang ia rindui saat ini. Keyla!
“Assalamualaikum, sayang!”
Aldo ternganga dibuatnya, pasalnya Keyla tampil cantik sekali saat ini, dengan polesan di wajahnya membuat Keyla lebih tampak cantik.
“Waalaikumusalam, kamu kesini sama siapa?” tanya Aldo seraya berdiri lalu mengajak Keyla untuk duduk di sofa.
“Tadi sama supir, cuma beliau minta izin pulang lebih cepet, karena anaknya sakit masuk rumah sakit, jadi aku suruh pulang dan sekaligus bawa mobil deh.” kata Keyla sambil membuka kotak makan yang sedari tadi dipegang olehnya.
“Oh. Maafin aku ya? Gara-gara tugasku menumpuk, kita jadi jarang ketemu, sampe kamu kesini sendiri lagi.”
Keyla terkekeh pelan. “Ih, gapapa, lah. Malah aku seneng bisa main ke kantor kamu, dan tau? Aku fikir aku bakal dikucilin pas masuk kantor, ternyata nggak, padahal mereka belum kenal aku kan?”
“Kata siapa? Mereka semua mengenal kamu, karena Ayah aku sendiri yang bilang buat menghargai dan menghormati kamu sebagai anak dari om Gerald. Dan mereka juga tau karena liat foto kamu di atas meja kerjaku.”
Keyla terbelalak kaget, matanya langsung menyorot meja kerja Aldo yang tak jauh darinya, benar! Disana ada bingkai foto lumayan besar dan terpampang jelas ada gambar dirinya disana.
“Malu, ih! Itu juga foto aku zamanan SMA, kamu masih nyimpen aja lagi, aku yang ada disana malah udah ilang.”
Aldo mendekat lalu mengusap dahi Keyla menjalar kesurainya lalu berhenti dan mengusapnya lagi setelah itu Aldo kembali menggerakkan jemarinya mengusap pipi mulus Keyla serta bibir ranum, Aldo mengecup telunjuknya lalu menempelkan telunjuknya yang habis ia cium ke bibir ranum Keyla.
Yatuhan! Keyla butuh oksigen lebih dalam untuk saat ini, ia yakin pipi nya sudah memerah seperti kepiting rebus.
“Mau apapun yang kamu kasih dan apapun yang berkaitan dengan kamu, aku bakal jaga itu sepenuh hati dan hati-hati. Aku sayang sama kamu melebihi aku sayang pada diriku sendiri. Aku mencintaimu, bahkan aku udah ga kebayang lagi kalau aku ga hidup bersamamu, sayang.”
Keyla terdiam lalu tersenyum tipis, apakah dirinya dan Aldo bisa hidup bersama dengan bahagia? Apakah Aldo akan menerimanya setelah mengetahui apa yang ada didalam dirinya? Apakah Aldo akan menerima kekurangan Keyla dengan lapang hati?
“Hei? Terus aja kamu melamun.”
Keyla tersenyum kikuk. “Aku juga sayang sama kamu, Aldo.”
Aldo terkekeh pelan lalu merengkuh tubuh wanitanya, menghirup dalam rambut Keyla yang sangat wangi sambil terus memeluknya erat.
“Per--Eh? Maaf pak saya jadi ganggu.” Anita, perempuan itu masuk kedalam ruangan Aldo namun segera keluar saat melihat Aldo dan Keyla yang tengah bermesraan.
Keyla yang malu langsung menjauhkan dirinya dari Aldo, ia tampak gugup dan sudah membayangkan bukan kalau pipi Keyla kini seperti apa. Melebihi merahnya kepiting rebus!
“A-aldo? Dapur dimana?”
Aldo tertawa melihat gelagat Keyla yang menurutnya amat menggemaskan. Pipinya blushing dan salah tingkah membuat Aldo semakin tertawa.
“Ih, Aldooo! Kenapa tawa-tawa?! Ada yang lucu emang?!”
“Iya, kamu lucu.” Lagi dan lagi Keyla dibuat blushing oleh Aldo. Ini menyebalkan.
“Hahahahaha! Itu disana.”
Aldo menunjuk kitchen room yang tak jauh dari jangkauannya. Keyla segera menghampiri ruangan tersebut, dan Damn! Ini sangat memanjakan mata! Dapur nya menghadap ke arah kaca yang terdapat gedung yang menjulang tinggi. Dan disana terdapat set kitchen bar berwarna biru dongker.
Dengan cepat Keyla mengambil dua piring kecil dan sendok serta pisau kecil. Lalu membuka lemari dingin untuk mengambil beberapa minuman segar disana. Dan saat dibuka pun banyak sekali makanan, buah juga minuman segar disana. Kalau begini, Keyla sudah pasti betah.
Setelah selesai mendapat apa yang ia mau, Keyla kembali ke sofa yang tadi diduduki nya. Disana Aldo tengah bermain ponsel dan sesekali membuka map-map didepannya.
Keyla duduk disebelah Aldo lalu membuka plastik dari dalam kotak makanan tersebut. Disana ada Pizza Mozarela, Mac and Cheese juga beberapa cheesecake dan cake matcha kesukaan dirinya dan Aldo.
Keyla yang hendak memotong Pizza segera diambil alih oleh Aldo, Keyla tersenyum mengamati pemandangan dihadapannya.
“Biar aku aja, nanti tangan kamu kena pisau, kan’ bahaya.”
Keyla menggelengkan kepalanya heran, “Ya Allah, Aldo.. Aldo. Ini juga kan’ pisaunya kecil, aku pasti bisa lah kalau cuma motong gitu doang, memang aku ini apa masa memotong aja ga bisa,”
“Memasak?” tanya Aldo sambil menaruh pizza di atas piring kecil.
“Bisa lah! Selama di Padang, jarang aku beli-beli kalau mau makan, pasti masak dulu dibantuin Ma’wo ya karena kan aku kurang suka yang berbau santan juga yang bercampur pedes.”
“Ah masa iya? Bohong kali!” Aldo selesai dengan pisaunya lalu menatap Keyla sambil terkekeh geli.
“Ih, bener! Nanti deh kapan-kapan aku masakin kamu untuk makan siang.”
“Kenapa nunggu kapan-kapan sii? Besok, aku mau besok.”
Keyla tersenyum. “Kebiasaan, suka nya maksa. Iya, deh, iya. Besok aku masakin,”
“Berarti besok aku yang nganter kamu ke kantor.”
“Besok aku mau ke rumah sakit, Al.” kata Keyla.
Aldo menaikkan sebelah alisnya. “Untuk apa?”
“Kamu lupa atau gimana? Aku kan dokter kandungan, Aldo!”
Aldo terkekeh. “Oh iya, ya.”
Bohong! Sebenarnya esok adalah jadwal Keyla untuk check up di rumah sakit dengan Dokter Evans. Memang, beberapa hari ini nyeri di perut nya tidak terlalu sesakit sebelum ia meminum obat. Tetapi, perawatan seperti ini harus Keyla jalankan untuk mencegah.
“Yaudah besok aku jemput kamu, dan kamu udah harus buatin aku bekal untuk makan siang.”
“Siap Bapak Direktur terhormat!”
“Baik, Ibu Dokter sekaligus ibu Direktur dan ibu dari anak-anakku nanti.”
Keyla tersenyum tipis mendengar kalimat terakhir Aldo, lagi dan lagi hal ini membuat Keyla kembali down. Oke, jangan diambil pusing, Keyla!
>>><<<
Hollaaaaaaaa!
Ikutin terus alurnya ya!
Jangan lupa vommentnya, Thx. ❤