Reasons Of Love

Reasons Of Love
ROL ~ Mimpi Buruk



Happy Reading. ❤


Note : Aku bakal next up kalau vote nya udah sampe 500 vote dan juga dukungan kalian. ❤


💫


Akhirnya, mata cantik yang hampir dua jam terpejam itu terbuka dengan lebar. Keyla menoleh kesamping kanan, disana ada Aldo yang setia menemaninya.


“Kamu udah bangun, Key?”


“Haus.”


Aldo segera mengambil gelas yang berisi air putih, lalu ia menyodorkan gelas tersebut ke Keyla yang sebelumnya diberi sedotan.


“Makasih.” Keyla mengulas senyumnya. Bibirnya sangat terlihat pucat, wajahnya yang putih bersih juga terlihat pasi.


“Kamu ngga pulang? Udah malem ini.”


Aldo berdecak. “Masa iya aku pulang sedangkan kamu lagi sakit gini?”


Keyla tertawa. “Ya gapapa, aku kan bisa sendiri. Ntar juga pasti ada yang temenin,”


“Nggak, nggak. Aku mau temenin kamu disini.”


“Iya deh iyaaa. Oh ya, rencana Ayah kamu mau temuin kamu sama anak teman bisnisnya kapan?”


“Temuin kita. Bukan temuin aku doang. Besok malem, tapi aku ga akan mau pergi sebelum kamu sembuh, sekalipun kamu ga ikut.”


Keyla berdecak. “Besok siang aku sembuh. Dan, aku mau ikut.”


“Jangan dipaksain.”


“Ih, bodoamat aku mau dateng. Aku udah sembuh.”


Aldo berdecak. “Yaudah, tapi bener kamu mau?”


Keyla mengangguk. “Iya aku mau,”


Aldo berdiri dan hendak memeluk Keyla, namun, dengan cepat Keyla menghalangi.


“Eitsssss! Ngga boleh, aku lagi tiduran.”


Aldo menggaruk pelipisnya yang tak gatal. “Ya maaf. Namanya juga khilaf,”


Keyla tertawa. “Udah jam sembilan malem, mending kamu pulang, Al,”


“Kamu ngusir aku?”


“Ih, nggak! Maksud aku tuh biar kamu pulang terus istirahat, kamu kan sibuk di kantor.”


Aldo mendekat ke arah Keyla. “Nggak, sayang. Aku mau disini, temenin kamu.”


“Udah sekarang kamu tidur, biar besok sembuh. Tidur ya, aku disini. Good night my beautiful girl.”


Keyla terkekeh lalu mengangguk. Perlahan ia memejamkan matanya sembari membaca do’a sebelum tidur.


Aldo tersenyum melihat wanita dihadapannya yang sangat ia cintai. Aldo mengacak surai Keyla dengan lembut, lalu mencium keningnya cukup lama.


“Have a nice dream, my love.”


💫


Bahunya bergetar hebat, air mata nya terus menerus mengalir, lingkaran tangan dipinggang itu perlahan melepas, kembali menunduk dalam. Seperti ada goncangan hebat dalam batinnya, perempuan itu menangis histeris lebih dari sebelumnya.


“Jangan tinggalin aku..”


Mata yang sembab masih terus memandangi seseorang didepan dengan beribu dambaan dalam sorot matanya.


“Aku ga bisa hidup sama kamu. Kamu bukan wanita yang aku cari selama ini, kamu ga bisa bikin aku bahagia.”


“Aku ga mau.. Aku sayang sama kamu..”


Laki-laki itu menggeleng lalu mengelap airmata perempuan dihadapannya dengan usapan lembut.


“Maaf.” katanya. “Aku harus pergi.”


Laki-laki itu melepaskan lengan perempuannya lalu melangkah pergi meninggalkan perempuan itu sendirian.


Teriakan histeris terus menyerukan nama laki-laki yang telah meninggalkan perempuan itu, teriakannya sudah tak dihirau, punggung laki-laki itu pun sudah menghilang dari sorot matanya.


“ALDOOOO!”


“Keyla, Keyla! Bangun!”


Keyla meraba dadanya, jantungnya terus berdegup kencang tak karuan, nafasnya tersenggal-senggal, keringat terus mengalir didahinya.


“Kamu kenapa? Ada apa?”


Keyla menoleh ke arah Aldo lalu memeluk laki-laki itu dengan erat.


“Jangan tinggalin aku, Al. Jangan.”


Aldo merenggangkan pelukan mereka lalu mengusap pipi Keyla dengan lembut sambil berkata,


“Sayang, kamu kenapa? Ada apa?”


Keyla menengadahkan kepalanya, “Tadi aku mimpi kamu tinggalin aku, Al.”


Aldo terkejut, “Aku ngga akan ninggalin kamu. Apapun rintangannya, pengorbanannya, dan taruhannya aku siap. Aku siap.”


Aldo menggeleng. “Udah banyak janji yang aku ucapin buat kamu, tapi nyatanya selalu aku ingkari. Untuk kali ini, aku ngga mau buat janji. Biarin aku buktiin semuanya.”


“I love you.” lanjutnya lalu mencium kening Keyla cukup lama.


“Jangan dipikirin lagi, ya. Itu cuma mimpi, bunga tidur. Kamu ngga perlu takut, aku disini.”


Keyla mengangguk. “Makasih, ya, Al. Makasih udah terima aku apa adanya.”


Keyla sedikit meringis saat mengatakan kalimat apa adanya' nyatanya Aldo belum mengetahui apa yang ia sembunyikan selama ini. Dia takut jika Aldo akan benar meninggalkannya disaat laki-laki itu mengetahui semuanya.


“Jangan tinggalin aku, ya.” Aldo tersenyum manis lalu mengangguk.


💫


Keesokan harinya, Keyla termenung. Memikirkan mimpinya malam tadi, dia benar-benar dibuat takut hanya dengan mimpi. Kalau mimpi itu beneran terjadi gimana? Apa dirinya siap buat menerima semuanya?


Itu pertanyaan yang sedang terputar di kepalanya. Dia benar-benar takut. Sekarang pukul 10.00, tubuhnya sudah mendingan dan merasa sudah sehat kembali, yang berarti ia bisa ikut Aldo untuk bertemu dengan anak teman bisnis Ayah nya Aldo.


“Key, kok bisa sih lo nge-down lagi?” tanya Fara.


“Key!”


Keyla terhenyak. “Ah, apa? Tadi lo tanya apa, Ay?”


“Lo pikirin apa sih, Key?”


“Tadi malem. Tadi malem gue mimpi kalau Aldo bakal tinggalin gue,” ujar Keyla.


Fara terkekeh pelan. “Itu cuma mimpi, sayangnya akuuuu! Please deh jangan negatif thingking cuma gara-gara mimpi. Mimpi itu bunga tidur.”


“Tapi kalau bener adanya gimana?”


“Hush! Gaboleh pikir yang macem-macem.”


“Tapi gue rasa hubungan kalian gabakal lama lagi kandas.” sahut Andra.


“Andra! Kamu bicara apa, sih?”


Keyla mengulas senyumnya. Dulu Andra selalu mendukung hubungan nya dengan Aldo, tapi kini semua ditentang olehnya.


“Nanti malam lo yakin mau ikut Aldo buat temuin anak teman bisnisnya om Dirgo?” tanya Andra.


“Mending jangan dateng. Gue takut lo kenapa-napa, lo juga baru mendingan.” lanjutnya.


“Nggak, bang. Gue mau dateng.” katanya.


“Nanti kalau ada apa-apa lo hubungin abang lo ini, kalau ngga hubungin Fara.”


Keyla mengangguk. “Siap, deh!”


“Ay, nanti temenin gue pulang, ya? Mau siap-siap buat nanti malam.” ucap Keyla.


Fara mengangguk. “Iya, nanti gue temenin. Lagian lo kan harus nunggu hasil tes darah, dan lo boleh pulang setelah hasil itu keluar. Paling nanti jam 2’ an lo baru bisa pulang.”


“Oh, iya, deh.”


💫


“Sebentar, sebentar! Tinggal kasih sentuhan akhir, lip mate natural.”


Fara memoleskan lip mate ke bibir ranum Keyla. Hingga beberapa detik selanjutnya, lip mate nya sudah tampak sempurna menempel dibibir Keyla.


“Dan, taraaaaaaa! Udah selesai!”


“Coba berdiri! Terus puterin badan lo!”


Keyla mengikuti instruksi Fara. Dia berputar bak putri kerajaan anggunnya. Dress up selutut berwarna navy dengan bercak putih di bagian bawah, dan tatanan rambut yang di curly gantung sangat terlihat cocok di tubuh Keyla yang sempurna.


“Cantik banget! Pangling gue, Key!”


Keyla tertawa. “Ini kan lo yang dandanin, padahal gue bisa sendiri, hmmm, Tapi makasih, ya!”


Fara mengangguk. Dia berjalan menuju lemari yang berisikan sepatu dan h-heels milik Keyla. Ia mengambil h-heels berwarna senada dengan dress nya.


“Coba pake.”


Keyla memakai h-heels tersebut, dan, ya! Sangat cantik. Mungkin kata cantik sekalipun tidak bisa digambarkan oleh nya.


Ting!


Suara notifikasi dari handphone Keyla berbunyi menandakan ada pesan baru yang masuk.


Kutubbb sayanggg. 💙


Sayanggg


Aku udah depan rumah kamu


Aku tunggu yaa


“Aldo dah dibawah! Gue berangkat ya, Far! Sebelumnya makasihhh.”


“Assalamualaikum!”


💫


TBC.