
“HAPPY BIRTHDAY, ALDO!”
Duarrrr! Duarrrr! Duarrrr!
Letusan balon warna-warni menggema kencang didalam ruangan luas tersebut. Aldo, si Pangeran Tampan untuk hari ini ia berulang tahun tepat ke 25 tahun.
Keyla menghampiri Aldo yang masih berada diambang pintu dengan raut wajah terkejut. Birthday cake rasa red velvet kesukaan laki-laki itu sudah terletak sempurna diatas telapak tangan Keyla.
“Happy Birthday My Ice Prince.”
Rasanya baru kemarin ketika aku duduk di pelataran kelas dan melihatmu berjalan masuk dengan senyuman hangatmu. Rasanya baru kemarin ketika aku mencoba membuka hati untukmu. Rasanya baru kemarin ketika aku melihatmu tertawa bahagia untuk pertama kalinya.
Aku tidak pernah tahu bagaimana caranya Tuhan bekerja tapi yakinlah dan berdo’a lah kalau kita masih terus bisa bersama. Aku ingin merasakan ulang tahunmu setiap tahunnya hingga kita menua bersama. Aku mencintaimu.
“Wish you all the best, and Allah always blesses you. I love you!”
Keyla tersenyum lebar setelah selesai mengucapkan dan mendo’akan kekasihnya. Aldo masih tak percaya, ia pikir dihari ulang tahunnya kali ini tidak seindah yang ada saat ini.
Aldo tersenyum lebar membuat lengkungan indah dikedua sudut bibirnya yang jarang dilihat orang.
“Aamiin, aamiin, aamiin. Terima kasih, sayang! Aku lebih mencintaimu.”
Keyla tersenyum manis. “Make a wish.”
Aldo memejamkan matanya, memanjatkan segala do’a terbaiknya dan impiannya untuk bisa terus bersama dengan kekasihnya dan impian lainnya.
Aldo meniup api diatas lilin tersebut lalu menjalankan kebiasaannya saat waktu LDR bersama Keyla yaitu dua jari nya yang dikecup lalu ditempelkan ke kening Keyla.
“Lah udah lah mesra-mesraan nya!” ujar Wisnu sambil tertawa.
Aldo dan Keyla salah tingkah dibuatnya. Aldo menggaruk pelipisnya yang tak gatal sedangkan Keyla menunduk dalam.
“Salah tingkah cuy!”
Orang-orang yang disana tertawa melihat tingkah mereka. Keyla langsung melangkah menuju meja bundar dan menaruh birthday cake nya di atas meja.
“Pipi nya ka Key merah!” sahut Cello. Keyla membulatkan bolamatanya sempurna.
“Aduuu Cello tuh kan ketahuan kalau ka Key nya lagi blushing!” kata Fara sembari tertawa.
“Ih apaansih kalian, ah gitu.” Keyla menutup kedua wajahnya dengan telapak tangannya.
“Lagian ucapan selamat ulang tahunnya itu, lho! Sweet banget.” sahut Aqilla.
“Iya bener! Gue jadi sirik sama Kutub, gue yang abang nya gapernah dimanisin sampe kek gitu. Lah ini si Aldo masih pacaran udah dimanisinnya sampe diabetes!” Andra merajuk bak anak kecil. Fara menatap aneh kepada suaminya.
“Andra! Malu sama istri, masih aja manja sama adik nya.” kata Viona. Gerald dan Viona juga datang untuk ikut serta dalam surprise untuk Aldo.
“Abang kesel, mom. Mana pernah Keyla kek gitu sama Abangnya.”
“Andra semenjak nikah jadi childish banget asli!” sahut Wisnu.
“Buset daa galak bener, kek cewek lagi dateng tamu aja.” Andra menatap tajam Wisnu. Sedangkan yang ditatap tajam hanya tertawa.
“Aldo, lo mau diem disitu aja?” tanya Fara.
Aldo kikuk. Ia mendekat kearah mereka, langkahnya berhenti tepat didepan sang Ibunda dan Ayah nya.
“Selamat ulang tahun ya, Bang! Do’a terbaik bunda selalu menyertai langkah kamu. Semoga apapun yang kamu inginkan tercapai. I love you, Jagoan Bunda!”
Aldo memeluk bunda nya, membuktikan betapa sayangnya dia terhadap sang ibu. Aldo merenggangkan pelukannya lalu mengecup pipi bundanya.
“Aamiin, aamiin, aamiin. Makasih ya, bunda. Abang rasa ucapan terima kasih juga ga akan ada harga nya kalau dibanding perjuangan bunda selama ini buat ngebesarin dan sabar sama sikap abang. I love you more, bunda!”
Aldo menatap sang ayah. Aldo tahu sifat cuek sang ayah itu menggambarkan betapa sayangnya beliau terhadap anak-anaknya. Sifat cuek ayahnya yang melekat juga ke diri Aldo membuat mereka tak jauh berbeda.
Aldo mencium tangan sang ayah. Dirgo membalas dengan pelukan hangat yang selama ini jarang sekali ia berikan kepada anak sulungnya, bahkan bisa terhitung oleh jari.
“Selamat ulang tahun, Bang! Buktiin ke Ayah kalau kamu laki-laki sejati. Sehat terus, panjang umur! Perjuangin yang menurut kamu pantas diperjuangkan, tinggalkan yang menurut kamu ga pantas untuk digenggam.” Dirgo tersenyum lebar menatap sang anak sulungnya.
“Aamiin, Yah, Aamiin. Siap! Aldo akan buktiin sekarang juga.” Dirgo terkejut dengan omongan anaknya.
Aldo melepas jabat tangan mereka lalu menatap mata sang ayah dengan lekat lalu mengangguk yakin.
Aldo berbalik badan lalu melangkah ke tempat Keyla berdiri. Degupan jantung keduanya beritme lebih cepat dari biasanya. Hati Keyla tak tentu rasanya.
Aldo bersimpuh dan meraih jemari kekasihnya itu lalu menengadahkan kepalanya dan tak lupa senyum manis menyertai diwajah tampannya.
“Keyla, will you marry me?”
Orang-orang disana terkejut bukan main, begitupun Keyla. Hatinya berbunga-bunga, perutnya seperti ada ribuan kupu-kupu yang mengelilingi disana.
Tanpa pikir panjang, Keyla mengangguk dan berkata, “Yess, i will marry you!”
Aldo langsung berdiri menatap sang Ayah dengan sorot mata yang senang. Sedangkan Dirgo amat bangga dengan keseriusan anak laki-lakinya itu, Dirgo mengangguk sambil tersenyum.
“Wowwww! Akhirnya, Al, lo ngelamar adik gue! Sini sini minta restu dulu sama abangnya.” Andra berseru antusias.
“Gila lo! Dimana-mana Aldo minta restu dulu sama bapak lo! Masa sama abangnya!” sahut Wisnu.
Andra menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Udah cepet minta restu sama daddy gue!”
Aldo menggenggam jemari Keyla lalu menarik wanitanya untuk ikut melangkah ketempat Gerald dan Viona berdiri yang ingin meminta restu dari keduanya.
“Om?”
“Daddy ga setuju.”
💫
TBC.