Reasons Of Love

Reasons Of Love
ROL ~ Akad Nikah Andra & Fara



Note : Aku bakal next up kalau vote nya sampe 250 vote ya 😁


Keringat dingin dengan tubuh bergetar menggambarkan keadaan Fara saat ini. Sekarang, adalah hari bersejarah bagi Andra dan Fara. Di ruangan aula sudah ada Andra yang tengah melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu nya. Didalam kamar, Fara ditemani dua sahabatnya Keyla dan Aqilla, mereka berdua tampil sangat cantik apalagi sang mempelai wanita.


Dilayar televisi yang terpampang wajah Andra yang masih melantukan ayat suci Al-Qur’an, setelah selesai Andra membaca Al-Qur’an ia mempersiapkan diri untuk membaca ijab dan qabul untuk meminang Fara.


“SAH!”


Air mata yang sedari tadi menggenang dimata akhirnya meluncur begitu saja, Fara menangis terharu. Mulai detik ini, ia sah menjadi istri dari seorang Andratama Alexandria.


Fara tersenyum menatap Keyla dan Aqilla. “Aku bahagia.”


Keyla dan Aqilla berhambur pelukan dengan Fara. Sekarang, wanita itu sudah menjadi seorang istri. Mereka bertiga masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, begitu cepat namun semoga berakhir dengan indah.


“Ayo. Bang Andra udah nunggu dibawah. Hapus air mata bahagia lo. Dan, nikmatin hari bahagia lo ini!” Keyla menggenggam kuat tangan Fara.


Fara berdiri lalu menghapus sisa air matanya, Aqilla mengangkat gaun yang terurai dilantai. Fara melangkah perlahan, suara h-heels nya menggema saat menuruni tangga ruangan aula.


Betapa takjubnya semua orang yang berada didalam ruangan, tak sedikitpun ada yang berkedip. Fara sangat cantik, dengan polesan wajah yang tidak terlalu menor dan hiasan kepala berupa mahkota.


Fara duduk tepat disebelah Andra. Fara masih menarik senyum nya, begitupun Andra yang tak lepas menatap Fara yang belum berkedip dari tadi.


“Silakan untuk kedua mempelai bertukar cincin.”


Andra mengerjapkan matanya lalu mengambil kotak cincin berwarna merah, perlahan ia mengangkat jemari Fara lalu mengelusnya dengan lembut, setelah menyematkan cincin dengan permata indah disana Fara mencium punggung tangan Andra yang sekarang sudah sah menjadi suaminya. Setelah itu, bergantian Fara yang menyematkan dijemari Andra lalu sang suami mencium kening Fara dengan lembut sambil membacakan do’a untuk kehidupannya setelah ini.


“Aku suamimu.” Andra berbisik pelan di telinga Fara.


Fara tersenyum. “Aku istrimu.”


💫


Setelah rangkaian ijab dan qabul dilaksanakan, semua tamu sudah diperbolehkan memakan hidangan yang tersedia. Pengantin sudah ke kamar setelah ijab dan qabul tadi untuk berganti pakaian yang lebih simple namun tetap formal untuk acara pernikahan sepertinya. Untuk acara saat ini tidak ada resepsi, acara tersebut akan dilaksanakan sabtu nanti di kapal pesiar pulau dewata, Bali.


Andra dan Fara kembali ke ruangan Aula, disana mereka berkumpul dimeja khusus untuk keluarga dan sahabatnya serta kerabat terdekat keluarga Alexandria dan Widjaya.


“Sini, sini! Pengantin maa duduknya harus beda dari yang lain!” ujar Wisnu saat melihat Andra dan Fara yang mendekat. Semuanya hanya tertawa.


“Andra, jaga anak perempuan papa ya. Papa percayakan sepenuhnya dan melepaskan Fara untuk kamu.” ucap Ethan.


Andra dan Fara menghampiri Ethan, disana ada Gerald dan Viona juga Rina, Keyla dan Fadlan--Abang nya Fara--. Andra mengangguk lalu duduk disamping sang mertua dan papa nya.


“Iyya, pa. Makasih ya, udah kasih kepercayaan buat Andra jagain Fara.” Ethan mengangguk lalu tersenyum.


“Jagain adik gue, bro! Gue sama Fara emang jarang deket ya karena gue kuliah diluar, tapi tetep rasa sayang dan rasa takut kehilangan gue buat Fara terlalu besar. Awalnya gue ga setuju buat secepat ini Fara nikah, tapi pas gue liat lo ya langsung setuju karena gue yakin lo beneran sayang sama adik gue. Jagain dia buat gue, bro!”


Fara langsung menghampiri sang abang dan memeluknya erat, menangis didalam pelukan Fadlan, abangnya hanya tersenyum sambil terus mengelus bahu Fara.


“Jangan nangis, nanti jadi jelek.”


Andra tersenyum. “Tenang aja bang, gue bakal jaga Fara.”


Fadlan mengangguk lalu kembali fokus dengan adiknya. “Abang, ih! Fara sayang abang!”


“Abang jauh lebih sayang sama Fara! Bilang ke Abang kalau Andra jahatin lo!”


Fara terkekeh lalu melonggarkan pelukannya. “Siap!”


“Udah ga usah nangis, udah jadi istri ko masih cengeng?” Fadlan terkekeh seraya menghapus sisa air mata adiknya.


Fara mengangguk. Lalu ia berdiri menghampiri Mama, papa dan suaminya yang tengah sibuk mengobrol. Fara langsung berhambur pelukan ke Rina, mama nya.


“Mama!”


Fara mengangguk. Lagi-lagi dirinya kembali menangis. “Iyya, Mama.”


Fara tersenyum lalu mencium pipi Papa dan Mama nya. Sekarang, pintu kebahagiaan sudah didepan mata, sudah melangkah masuk tinggal menata bagaimana cara kita melakukannya. Semoga mereka langgeng sampai maut memisahkan.


💫


Setelah acara makan malam bersama, Andra dan Fara izin untuk tidur lebih dulu karena besok ialah keberangkatan sekeluarga ke Pulau Dewata, Bali. Dari mulai keluarga Cath, Gabriel, Dirgantara dan keluarga besar lainnya turut hadir dan lebih dulu sampai disana.


Fara melepas beberapa hiasan mahkota di kepalanya. Ia melirik Andra yang sudah telungkup dibalik bantal sambil mendengkur halus. Mereka memutuskan untuk malam pengantinnya di hotel Pulau Dewata nanti, untung Andra mau sabar.


“Andraaa! Mandi dulu sana ih!” ucap Fara sambil mengambil piyama dikopernya.


“Hmm.. Nanti aja, kamu dul-“


“Nggak, kamu duluan!”


“Iyya, iyya..” Andra bangkit dari rebahannya lalu berlalu ke kamar mandi selepas mengambil piyama yang dipegang Fara dan ditaruhnya diatas nakas.


Fara menghela nafasnya panjang, lalu membuka gaun nya dan memakai baju mandi nya untuk menutupi tubuh ***** nya. Fara menaruh sepatu dan h-heels miliknya dan Andra di rak sepatu lalu duduk di sofa dekat ranjang.


Tak lama kemudian, akhirnya Andra keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk dipinggangnya. Ia melirik Fara yang tengah menatap hamparan gedung dibalik jendela tanpa menyadari dirinya sudah selesai.


“Astagfirullah.” gumam Andra.


“Sabar, Man. Lo kuat.” Andra membantin dalam hatinya sambil menggerutu pelan.


“Far, udah sana.”


Fara langsung terkesiap dengan cepat ia berlari ke kamar mandi, dirinya tak sanggup melihat dada dan perut Andra yang six pack.


Hanya beberapa menit Fara bersih-bersih di dalam kamar mandi. Lalu dengan cepat ia beranjak ke kasur nya, disana Andra belum tidur masih memainkan ponselnya.


“YaAllah yang’ aku ga kuat sebenernya.” Andra menaruh ponselnya lalu merebahkan diri disamping Fara.


Fara terkekeh. “Ga kuat kenapa si?”


Fara memainkan jemari nya diatas dada bidang Andra dengan tangan yang menumpu pipinya.


“Jangan goda aku, Fara. Kamu bilang sendiri kalau mal-“ belum selesai Andra menyelesaikan ucapannya Fara menutup mulut Andra dengan jari telunjuknya.


“Iyya, iyya. Sekarang kamu tidur.”


Andra mengangguk lalu memeluk pinggang ramping sang istri dan mencium kening Fara. Lalu menjawil pelan hidung runcing milik istrinya.


“Good night, my wife.”


Fara tersenyum. Ia yakin sekarang pipi nya sudah merah merona. Ya tuhan!


“Good night too, my husband.”


💫


Haiiiii!


Duuuuu undur ya undur malam pengantinnya wkwk:v chapter ini khusus buat Andra dan Fara. Gimana baper ga?😂


Ikutin terus alur ceritanya 🙌


Jangan lupa vommentnya, Thx. ❤