
Dua hari kemudian, orang tua Keyla sudah boleh kembali ke rumah. Dan terhitung dua hari lagi juga, Keyla dan Aldo mengadakan acara lamaran dirumah Keyla.
Sekarang, semua orang tengah berkumpul dirumah Keyla untuk menyambut kepulangan Gerald dan Viona yang baru saja sembuh.
Disana juga ada keluarga Aldo, keluarga Geraldy, keluarga Fara, keluarga Aqila dan Wisnu, juga Raina dan Aliena yang baru saja pulang dari Jepang.
“Oh ya, semua nya sudah diurus belum, Key?” tanya Nayla--tante nya Keyla.
“Udah, Tan. Yang urus semuanya Aldo.”
“Acara nya disini, kan?” tanya Raina.
Keyla mengangguk.
“Tante dateng, kan? Sama tunangan tante juga, kan?”
“Iya dong, kayaknya dia ngga bisa dateng, cuma dia titip salam buat kamu sama Aldo, nanti kalau ada kesempatan pasti dia dateng.”
“Makasih ya, tan.”
Raina membalas hanya dengan senyuman.
“Kira-kira udah berapa persen selesai nya, Al?” tanya Andra.
“100 persen. Semua udah siap.”
“Gaun yang lo pake udah ada, Key?” tanya Aqilla.
“Emang kalau belum ada mau sukarela kasih gaun rancangan lo, La?” Keyla terkekeh.
“Mau lah! Waktu acara Tunangan bang Andra sama Fara juga pake gaun rancangan gue. Kebetulan ada rancangan baru, warna kesukaan lo lagi. Biru.”
Keyla membinarkan matanya. “Ah mau! Pasti lucu.”
“Aldo, aku pake gaun dari Aqilla aja, ya?”
“Iya, sayang.”
“Wah ini namanya narik pembeli orang, nih.” sahut Risa seraya tertawa.
“Lagian gaun yang Aldo rekomendasiin terlalu ribet keliatannya, aku ngga suka yang ribet-ribet.” jawabnya.
“Jiwa-jiwa bar-bar yang udah melekat emang ngga bisa dihempasin,” kata Fara sembari tertawa.
“Diem lo bumil!”
“HAH?! BUMIL?”
Keyla terdiam.
“Iya, kenapa?”
Andra dan Fara tertawa melihat muka absurd Keyla. Mereka berdua sengaja tidak memberi tahu siapapun kalau Fara sedang hamil, termasuk orang tua mereka.
“Emang kalian ngga tau kalau Ayu Fara hamil?” tanya Keyla.
Mereka semua menggeleng.
“Ay, lo bener-bener! Masa ngga ada yang dikasih tau, lo juga, Bang!”
Andra tertawa. “Kejutan! Iya, Fara hamil. Jalan 4 minggu ya, sayang?”
Fara mengangguk.
“Selamat ya, Far! Jagain tuu calon bayi nya. Jangan sampe kenapa-napa,” kata Aqilla.
Fara mengangguk seraya tersenyum.
Dan banyak ucapan-ucapan selamat dari orang-orang disana.
“Berarti grandma udah punya cicit, ya.” Aliena tertawa.
“Iya, mom. Cicit pertama nya tuu!” sahut Geraldy.
Aliena terkekeh. “Dijaga ya, Fara. Jangan sampai kenapa-napa, kamu dirumah aja, Andra masih bisa, kan, nafkahin Fara?”
“Bisa lah! Astaghfirullah masa iya ngga bisa.”
“Fara, jagain cucu, mommy!” ujar Viona.
“Pasti, Mom!”
“Fara, jagain, ya. Cucu daddy harus sehat, ngga boleh kenapa-napa.” kata Gerald.
“Iya pasti, dad.”
💫
Setelah semua orang berpamit untuk pulang. Keyla, Fara dan para ART dirumahnya kembali disibukan untuk acara lamaram Keyla yang terhitung dua hari dari sekarang.
“Ngga, Key. Tenang aja kali. Kan gue cuma ngerangkai bunga.”
“Ya tapi sambil duduk, lo malah berdiri udah gitu masih pake h-heels.”
Fara berdecak. “Bawel banget.”
“Demi calon keponakan gue.”
“Udah, Far, mending lo duduk. Dari pada pusing dengerin celotehan nya Keyla.” ujar Aldo.
“Kutub sialan!” umpat Keyla.
Fara terkekeh. “Emang dia bawel banget, gue jadi kesian sama lo, Al, nanti kalau udah nikah denger bawelan ni anak terus,”
“Harusnya kemarin gue mau aja ya dijodohin sama Liora dari pada nikah sama Keyla?” Aldo terkekeh. Ucapannya hanya untuk bahan candaan saja.
“Harusnya gitu, udah mumpung belum selesai semua nih, sana balik ke Liora.”
Keyla memberengut sebal. Dia tahu bahwa itu hanya sebuah gurauan, tetapi wanita mana si yang tidak kesal? Aldo menyebalkan, sekali.
“NYEBELIN BANGET LO BERDUA!” seruya dengan lantang.
Andra yang baru saja datang dari arah belakang langsung menjewer telinga Keyla dengan pelan.
“Berisik banget, bocil! Baru sembuh juga.”
“Abang!” Keyla berlari kecil kearah Abangnya lalu bergelayut manja disana.
“Bang, liat noh Ayu Fara sama Aldo selingkuh!”
Fara membulatkan mata nya, sempurna. Begitupun dengan Aldo. Sedangkan Andra hanya tertawa, dia tahu kalau itu bercanda. Mana mungkin Aldo berani?
“Ngga mungkin. Lo lebay.”
“Heu. Tadi mereka ngomongin Keyla, bang! Katanya Keyla ngga pantes buat Aldo. Terus Aldo bilang dia juga mau dijodohin aja sama Liora.”
Aldo dan Fara saling bertatap mata. Keyla mengadu.
“Serius? Mereka bilang gitu?”
Keyla mengangguk cepat bak anak kecil.
“Emang bener.”
Keyla langsung memukul pelan bahu sang Abang. Dia mendengus kesal lalu melangkah cepat untuk pergi ke dapur.
“Dia childish banget, Al. Gue harap lo bisa jaga dia. Kepercayaan gue udah sepenuhnya gue serahin ke lo. Jangan sampe kepercayaan gue patah untuk kedua kalinya. Jadiin Keyla pelabuhan terakhir lo. Jadiin Keyla makmum pertama dan terakhir lo. Keyla bener-bener sayang sama lo, jangan sampe adik gue kecewa sama lo. Lo harus jadi imam yang baik buat dia, dan anak-anak kalian nanti. Lancar sampai hari bahagia kalian.”
PRANGG!!
Suara kaca yang bersentuhan dengan lantai mendominasi dari arah ruang dapur. Mereka bertiga langsung meninggalkan kegiatannya dan berlari kecil ke arah dapur.
“KEYLA?!”
💫
Darah nya mengalir deras, peluh di dahinya tak henti berjatuhan, keadaannya tampak sangat melemas. Keyla segera dibawa keruang UGD untuk mendapat penanganan khusus.
“Ini kenapa bisa kejadian?!” Andra meninju dinding rumah sakit dengan keras.
“Andra!”
Andra memutar tubuhnya, menatap dua ART yang tadi ada ditempat Keyla terkena tumpukan pecahan piring untuk acara lamarannya nanti.
“Kenapa bisa sampe kayak gini?!”
Dua ART itu menunduk dalam, tidak dapat menatap amarah majikannya.
“Kalau ditanya jawab!”
“Eum.. Ta-tadi.. Non Keyla la-lagi pindahin piring, dan sisa piring terakhir lumayan banyak, Nona terpeleset karena adanya tampias air sabun cuci piring, Aden. Jadi, Nona terpleset dan pecahan piringnya mengenai tangan juga kaki nya.”
“KESALAHAN TERFATAL KALIAN! SEKARANG KALIAN SAYA PECAT! PERGI!”
“Andra.. Sabar.. Ini musibah.” Viona mencoba menenangkan Andra.
“Ini ngga bisa dibiarin, mom. Seharusnya itu pekerjaan mereka, bukan Keyla! Kalau udah gini siapa yang mau disalahin?”
“Sabar, sayang.. Mommy yakin adik kamu ngga kenapa-napa. Dia wanita kuat. Kamu tau itu, bukan?”
Kesalahan apa yang mereka buat di masa lalu sampai Keyla harus mengalami kejadian sepahit ini?
💫
TBC.