
Setelah tiga hari usai, semua keluarga dan kerabat kembali ke Jakarta. Begitupun dengan kedua mempelai. Andra dan Fara.
Kini, mereka semua tengah berkumpul di ruang tamu dirumah Gerald. Keluarga sahabat-sahabat Andra dan Fara pun masih setia disana.
“Andra, Fara? Mommy sama daddy udah siapin tiket honeymoon ke Berlin. Dua minggu lagi kalian kesana.”
“Kenapa harus Berlin, Mom?” tanya Fara.
“Usul grandma kalian, sayang.”
Andra menyenggol sikut Fara pelan. “Udah, ikutin aja. Itu kode buat cepet-cepet dikasih cicit sama cucu.”
Semua orang tertawa mendengar ucapan Andra. Sedangkan Fara yang digoda seperti itu malah merengut kesal.
“Dasar ga punya malu!”
“Rald, anak kamu nurun banget sifatnya kek kamu.” kata Viona sambil tertawa.
Gerald yang merasa disebut namanya hanya tertawa. Mengingat masa-masa awalnya menikah dengan Viona memang membuatnya tergelitik lucu. Dulu, Viona sangat terlihat lugu dan polos untuk ukuran wanita karir seperti dirinya.
“Fara juga persis kek kamu. Kamu juga kan maluan orangnya.”
“Fara maluan? Aduu, Rald, justru Fara orang nya nyablak cuma ya gitu, dia sering kebawa emosi. Sensitifan.” kata Ethan menimpali.
Andra mengangguk-anggukkan kepalanya. “Betul banget, Pa! Fara tuu galak-galak manja.”
Lagi dan lagi orang-orang dibuat tertawa dengan ucapan Andra.
“Tapi sayang ‘kan?” tanya Rina.
“Sayang banget, lah. Ga bakal sampe sejauh ini kalau Andra ga sayang sama Fara. Fara wanita keempat setelah Grandma, Mommy, Keyla yang harus Andra jaga. Sekarang prioritas Andra semua ada di Fara, begitupun kebahagiaan.” kata Andra sambil menarik pinggang Fara untuk mendekat dengannya.
“Sok romance-romance lagi lo!” cibir Wisnu.
“Sirik aja. Makanya cepet-cepet nikah,”
“Tante Maya udah nyetujuin Wisnu sama Aqilla, kan tan?” tanya Andra sambil menaik-turunkan alisnya, yang dimaksud Maya ialah mama kandung Wisnu, sedangkan papa nya Wisnu bernama Galen.
“Tante maa setuju-setuju aja. Apalagi om Galen, ya kan, Pa?” tanya Maya kesuaminya.
Galen mengangguk. “Iyya. Ga ada salahnya, Nu, untuk menikah muda. Mumpung ada Orang Tua nya Aqilla juga, pepet aja.”
Aqilla sudah sangat malu, dirinya di olok-olok karena kekasihnya. Memang, Wisnu menyebalkan!
“Mama setuju-setuju aja, La. Wisnu juga udah masuk kriteria menantu idaman mama!” ujar Arumi--Mamanya Aqilla.
Aqilla mendengus sebal.
“Om Arga setuju ga nii Aqilla nikah muda sama Wisnu?” tanya Andra memperkeruh suasana hati Aqilla.
Arga mengangguk sambil tersenyum. “Om setuju. Semua ada di tangan Aqilla. Kalau mau dinikahin sekarang pun om rasa mereka berdua mau.”
“YaAllah, papa! Apa-apaan si!” kata Aqilla sambil merengut sebal.
“Ka Aqilla kok pipinya merah?” tanya Alana--adik kandung Aqilla yang berumur 12 tahun-- dengan wajah polosnya.
“Ka Aqilla tuu blushing, Al! Dia malu-malu padahal mau.” kata Keyla menimpali.
“Sudah, sudah! Kasihan tuu Aqilla mukanya udah merah banget masih terus diledek.” ujar Geraldy melerai.
“Om Aldy baik banget emang deh! Makasih om!” ucap Aqilla.
“Padahal dikit lagi mereka nyusul kita-kita. Tapi masih ada satu bahan lagi buat dipertanyakannn! Aldo sama Keyla!” kata Andra.
“Mommy sama daddy udah setuju banget kalau Keyla sama Aldo. Om Dirgo sama Tante Risa juga setuju! Udah depan mata noh, sikat aja kutub!”
Aldo mendengus sebal. “Keyla nya belum mau.”
Keyla membelalakkan matanya kaget, “Aldo, ish!”
“Udah, Key, mau aja lah, biar sekalian. Bunda udah setuju banget sama kamu.” kata Risa.
“Noh, sayang, Bunda udah setuju.” sahut Aldo.
“Ngghhh.. Keyla mau nikmatin karir, Key, dulu.” kata Keyla sambil menggaruknya yang tak gatal.
“Gapapa, Keyla. Kan kamu masih bisa kerja juga, setelah nikah nanti. Mommy kamu juga masih sering kerja kan? Grandma juga kok.” kata Aliena.
“Betul tu, mom! Pekerjaan bukan halangan buat nikah. Contohnya, istri-istri disini masih ada yang sibuk kerja atau kegiatan lain. Percaya sama mommy kalau kita udah jadi istri kita pasti bisa bagi waktu semuanya dengan rata kalau ada niat.” kata Viona.
“Nah, itu betul!” sahut Risa.
“Jadi tunggu apa lagi?” tanya Andra.
“Keyla bukan ga mau, tapi bukan sekarang waktunya, Aldo juga udah setuju sama keputusan aku, kok.”
💫
Keyla menyuapkan satu sendok nasi ke dalam bibir Cella. Mereka semua kini tengah makan malam bersama. Keyla tampak senang saat menyuapkan Cella.
“Cella mau tambah nasinya ga? Ini udah mau hampir abis, lho.”
Aldo tersenyum tipis. Kedekatan Keyla dengan adiknya makin hari semakin lengket saja, padahal umur Cella sudah menginjak delapan tahun, tapi masih saja manja.
“Cella, makan sendiri, dong. Udah besar, masih aja disuapin.” kata Dirgo yang baru saja datang.
Keyla terkekeh. “Gapapa, ya, Cella? Kan kakak yang mau bukan Cella. Ya ‘kan?”
“Iyya, ayah. Kak Keyla yang mau suapin Cella, bukan Cella yang mau.”
Dirgo tertawa pelan lalu mengacak surai Cella. “Bang Cello dimana?”
“Tadi sih Cella liat lagi main sama Kenzie, yah.”
“Yaudah, makan yang lahap, ayah mau ke Cello dulu. Aldo, Keyla, ayah mau cari Cello dulu, ya.”
Aldo dan Keyla mengangguk bersamaan.
“Cella udah kenyang, kak.” Keyla mengangguk lalu Aldo memberi segelas air putih.
“Cella main ya, kak, bang!”
“Iyya. Udah, sana.” kata Aldo.
Keyla tertawa. “Sama adik sendiri ketus amat. Jangan ketus-ketus, nanti aku makin sayang.”
“Ya, gapapa, dong. Justru makin bagus ‘kan?”
Keyla mencubit pelan perut Aldo. “Ashhhhh!”
“Kenapa dicubit, sih? Sakit ‘kan.”
“Biarin!” Keyla bangkit lalu berjalan meninggalkan Aldo.
Keyla bergabung dengan Geraldy dan Nayla juga Raina digazebo belakang rumah Aliena, disana juga ada Andra dan Fara.
“Udah selesai nyuapin Cella nya, Key?”
Keyla mengangguk. “Udah, tan.”
“Aldo dimana?”
“Nyampur sama Ka Wisnu juga Aqilla.”
“Oalah.”
Keyla mengangguk lalu terkekeh pelan.
“Kalian mau rencana momong berapa?” tanya Raina tiba-tiba.
“Sepuluh lah cukup. Nanti kita buat geng. Ya ga yang?” Andra terkekeh.
“Nyebut, Andra! Sepuluh? Kasian sama istri kamu, dong.”
“Ya, nggaklah, tan. Bercanda.”
“Ogah juga Fara kalau punya anak sebanyak itu.” Fara terkekeh.
“Tante tunggu, ya! Pasti makin rame nii keluarga kita.” kata Nayla.
“Pasti dong, Tan. Secepatnya.”
“Aduuu, kayaknya Andra ciri-ciri bapak yang bakal nyuekkin anaknya dan lebih sering manja-manjaan sama istrinya, nanti.” kata Geraldy.
Raina, Nayla dan keyla tertawa.
“Pasti! Nanti malah kayaknya anak mereka dititipin sama Oma-oma nya.” kata Keyla.
Fara membelalakkan matanya. “Nggaklah, ga akan!”
Keyla tertawa, meledek pasangan yang baru saja menikah ini sangat menggelitik perut. Andra hanya tertawa menanggapinya, sedangkan, Fara malah terus-menerus mendengus sebal.
💫
HAIIIII!
Ikutin terus ya ceritanya 🙌
Jangan lupa vommentya, Tquuuuuu. ❤