Reasons Of Love

Reasons Of Love
ROL ~ Pernyataan



Keesokan harinya, Keyla kembali menemani orang tua nya yang masih dalam masa pemulihan. Sejak dua hari lalu juga, sang Ayah sudah sadar dari koma nya.


“Gimana, Key? Gimana tadi malam?”


Keyla menoleh ke arah Viona, mommy nya. “Ngga gimana gimana. Semua berjalan dengan lancar.”


“Yakin?”


Keyla mengangguk.


“Key, ikut gue yuk,” Andra menarik lengan adiknya.


Keyla menengadahkan kepalanya, “Kemana?”


“Udah, ayo. Temenin gue ke kantin, gue ngga sempat sarapan tadi.”


“Ayu Fara ikut, kan?”


“Gue mau ikut kalau Ayu Fara ikut.” lanjutnya.


“Gue mau ngomong sama lo empat mata.”


Keyla terkekeh. “Lebay lo.”


“Udah ayo cepet, hih.”


Keyla menatap malas Abangnya, lalu bangkit dari duduknya mengikuti kemauan Abangnya.


“Ayu Fara harus ikut!” Keyla menarik lengan Fara lalu mengikuti langkah Andra.


“Nyebelin banget kalian!”


Setelah sampai di Kantin rumah sakit, Andra, Fara dan Keyla mencari meja dan kursi yang sepi dari sekitar.


“Key, lo udah makan? Mau dipesenin apa?”


Keyla menggeleng. “Gue ga mau makan, mau minum aja.”


“Yaudah, gue aja yang pesenin, ya.”


Setelah Fara meninggalkan keduanya, Andra langsung beralih tatapan ke arah Keyla.


“Hubungan lo sama Aldo gimana?”


Keyla mengulas senyumnya, “Itu aja yang mau lo tanyain?”


“Jawab!” Andra bersentak kasar.


Keyla memejamkan matanya, tidak seperti biasanya Andra berseru kasar seperti ini jika tidak ada yang menurutnya serius.


“Ya ngga gimana-gimana. Baik-baik aja.”


Andra berdecak. “Lo bilang baik-baik aja?”


“Lo pikir gue ngga tau selama lo ada di Restoran tadi malam?”


“Jangan bilang kalau lo mata-matain gue?” Keyla sedikit memundurkan wajahnya.


Andra tersenyum miring. “Lo pikir gue bakal tinggal diam gitu aja? Ya ngga lah! Gue paham posisi lo. Gue tau semuanya.” “Sekarang lo ceritain semua, jangan ada yang kelewat satu pun. Jangan bohong. Gue tau semuanya.” lanjutnya.


Keyla menghela nafasnya, ia mulai bercerita apa yang terjadi tadi dimalam di restoran saat makan malam bersama.


“LIORA?!”


Aldo dan Keyla berseru secara bersamaan. Setelah sekian lama nya tidak bertemu dengan wanita itu, kenapa sekarang harus kembali bertemu? Dan, untuk apa ia disini?


“Aldo?”


“Keyla?”


Keyla meringis takut. Bagaimana kalau kedatangan Liora saat ini benar wanita yang ingin dijodohkan dengan Aldo?


Tidak mungkin, bukan?


“Mereka teman semasa SMA-ku, Pa.”


Pa’ jangan bilang juga kalau Liora adalah anak dari Pria dihadapannya saat ini? Keyla takut. Dia takut.


“Wah enak dong, ya. Kalian sudah saling kenal.”


“Oh ya, kenalin, Dir, ini Putri-ku. Liora.”


Pria yang diketahui Papa nya Liora itu merangkul putrinya dengan erat.


“Liora, kenalkan nama mu, sayang.”


Liora beralih menatap Dirgo dan Risa. “Assalamualaikum, Om, Tante. Kenalin saya Liora, Liora Adara Aidantrami.”


“Liora. Nama yang cantik.”


Keyla tak mau melihat interaksi antara orang tua Aldo dengan Liora, dia mengalihkan pandangannya.


“Jadi, gimana, Dir? Anak-ku lebih sempurna, bukan? Dibanding Tunangan anak sulung mu sekarang. Tidak ada yang menarik dari dirinya, saya rasa dia hanya perempuan miskin yang di poles oleh Aldo.” Pria yang diketahui namanya Alden--papa nya Liora itu tersenyum mengejek menatap Keyla.


“OM, BISA DIJAGA MULUTNYA?!” Aldo berseru keras. Dia tidak perduli kalau Alden adalah orang yang lebih tua darinya. Intinya, apapun yang dia punya dan jika ada yang berani melukai perasaan nya orang itu akan berurusan dengan dirinya.


“Aldo, apa Om salah? Benar, kan? Cantikan putri Om ini.”


Alden menoleh kearah Liora.


Liora menggeleng, dan menunduk takut. Semenjak kejadian saat di AIS, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak berurusan dengan Keyla. Namun, saat ini ia harus kembali dihadapkan dengan Keyla.


“Pa, Keyla lebih cantik. Papa ngga tau itu.” ujar Liora.


Aldo berdecih mendengar suara Liora. Dia berdiri sambil menggenggam pergelangan tangan Keyla, dan otomatis Keyla pun ikut berdiri.


“Apa Om tau kelakuan Putri Om selama SMA? Sampai-sampai Putri Om ini hampir dikeluarkan dari sekolah?”


Alden terdiam. Dia masih terdiam, dan Aldo kembali membuka suaranya.


“Saya ceritakan sedikit se-****** apa Putri Om ini.” Aldo terkekeh kecil saat menyebutkan jalang’. Tanggapan dari orang-orang disana sangat geram mendengarnya.


Keyla menunduk tak mau melihat keadaan disekitarnya.


“Asal Om tau, Liora ini adalah teman sekelas nya Tunangan saya, Keyla. Saat itu, Keyla dan kedua sahabatnya menyamar menjadi Nerd untuk menyelidiki korupsi yang ada di sekolah. Dan, Om tau? Yang Om hina tunangan saya tadi itu adalah anak dari Gerald Alexandria. Alexandria. Om kenal beliau, bukan? Mustahil dalam dunia bisnis kalau tidak mengenal beliau.”


Alden terpojokan. Dia tidak dapat lagi berkata-kata, dia samanya terdiam dengan Liora.


“Setelah ini, saya pastikan kalau omongan Om sampai ke beliau, dan saya pastikan juga kalau Om akan menyesal dalam hitungan hari kedepan. Entah itu Om yang di penjara atau perusahaan Om yang menurun.”


“Oh ya, tapi saya bukan mau bahas itu. Saya mau menceritakan betapa ****** nya Putri Om. Saya lanjutkan, ya. Liora ini siswi paling bandel di sekolah, dia membuli siapapun yang berani mendekati saya dan kedua sahabat saya, waktu itu Liora ngga sendiri ada juga kedua temannya. Liora bersisikukuh untuk ngedapetin saya waktu itu. Cuma Om tau sendiri, bukan? Kalau laki-laki itu paling JIJIK sama perempuan yang lebih dulu mulai semuanya? Saya juga jijik sama anak Om.”


Alden menggeram. Dia tidak bisa mengelak, namun, dia merasa ini semua benar adanya jika Liora seperti itu. Terlebih ancaman Aldo yang mengenai Keyla tadi.


“Sampai akhirnya, Daddy nya Keyla udah tau siapa dalang dari semuanya, beliau memenjarakan kepala sekolah nya, dan om kenal dengan Marvin Pitalaska? Ya, dia yang korupsi. Setelah itu, Daddy nya Keyla tau kalau Liora dan kedua temenya sering buli Keyla dan sahabatnya beliau hanya memperingatkan jangan sampai hal itu keulang lagi. Tapi, anak Om ini batu. Dia malah berulah lagi, untung Liora masih bisa selamat saat itu.”


“Gimana, Om? Cukup ****** bukan anak Om ini? Sebenarnya banyak sih cerita ****** ini, cuma ngga penting aja saya harus menceritakan wanita ****** didepan saya ini dengan waktu saya yang cukup berharga.”


“CUKUP! SAYA TIDAK BETAH MENDENGAR ITU SEMUA.” seru Alden.


“Cih. Drama.”


“Oh ya, setelah ini jangan kabur ya, om. Saya bakal kasih hukuman setimpal buat orang yang udah berani buat orang sekitar saya risih.” lanjut Aldo.


“Ayah, Bunda, Aldo sama Keyla duluan, ya. Aldo males berurusan sama ******.”


“Kalau gitu, Ayah dan bunda juga Cella-Cello ikut juga. Ga penting disini.” ujar Risa seraya bangkit dari duduknya lalu melingkarkan tangannya di tangan Dirgo.


“Baik. Seperti nya, setelah ini saya bakal cabut semua saham saya di perusahaan anda, Pak Alden. Saya terlalu menyayangi calon menantu saya, jadi sangat disayangkan kalau mereka harus berpisah dan bersatu dengan Putri Anda.”


Keyla menceritakan semua nya hingga detil. Dia tidak mau menutupi semua nya dari sang Abang dan Fara, terkecuali tentang penyakit nya.


💫


TBC.