
Seorang dokter dengan almamater kebanggaannya melekat ditubuh tegapnya, ditemani dua perawat dibelakangnya, itu memberitahu keadaan terkini dari Keyla.
“Untuk keadaan dokter Keyla saat ini sangat membutuhkan donor darah, karena beliau mengeluarkan banyak darah dari lukanya dan luka nya tidak terlalu banyak dan tidak menusuk terlalu dalam. Kebetulan disini yang darah nya segolong dengan dokter Keyla siapa, ya?”
“Saya, Dok!” Andra langsung berdiri tegap didepan dokter tersebut.
“Ambil darah saya yang banyak buat adik saya, Dok. Jangan sampai adik saya kenapa-napa.” lanjutnya.
Dokter yang ber-nametag Irawan Surya itu tersenyum sembari menepuk bahu Andra dengan pelan.
“Anda kakak sejati. Benar-benar menyayangi adik Anda. Ayo, ikuti saya ke ruangan untuk diambil darah nya.”
Selang beberapa menit, dokter Irawan dan Andra sudah kembali ke depan ruangan UGD, tetapi, berbeda dengan dokter Irawan yang masuk kesana dan Andra yang tertahan diluat untuk tidak masuk kedalam.
“Harusnya kamu istirahat, Andra.” kata Fara.
Andra menggeleng. “Aku ngga bisa ninggalin adik aku sendiri, Far. Di dalam sana dia lagi berjuang.”
Fara mengusap bahu suaminya untuk menenangkan. “Kita do’a in yang terbaik, ya.”
Disana yang paling terlihat terpuruk adalah Andra dan Aldo. Kedua lelaki itu tidak bisa tenang sedari tadi, bedanya Aldo yang hanya diam tidak tahu harus berbuat apa, tetapi percayalah dirinya benar-benar ketakutan sekarang.
Dokter Irawan kembali keluar dari ruangan UGD. Namun, kali ini raut wajahnya sulit ditebak berbeda dari pertama kali keluar.
“Ada apa, Dok?” tanya Aldo seraya bangkit dari duduknya.
“Dokter Keyla mengalami pendarahan. Mungkin ini karena beliau menahan sakit, dan darah yang didonorkan belum diberikan karena beliau mengalami pendarahan cukup banyak. Jalan satu-satu nya saya mau melakukan ront-gen untuk melihat ada luka didalam atau tidak.”
“Lakukan yang terbaik.” Aldo berkata sambil melebarkan senyumnya.
Dokter itu mengangguk. Beliau kembali masuk kedalam ruangan UGD.
💫
Setelah mengikuti rangkain ront-gen, akhirnya hasil nya sudah keluar. Yang hanya boleh melihat hasil nya hanya lah Geraldy, Andra dan Aldo.
“Biar saya jelaskan dulu.”
“Ternyata pendarahan Dokter Keyla bukan disebabkan dari luka yang terkena pecahan beling. Pendarahan itu keluarnya dari, maaf, ************. Setelah melakukan ront-gen, ternyata Dokter Keyla mempunyai kista di dalam ovarium nya.”
Ketiga laki-laki disana terkejut bukan main. Raut wajah mereka sulit ditebak. Sangat menyedihkan. Terutama Aldo.
“Saya rasa penyakit kista yang dimiliki Dokter Keyla ini sudah berlangsung lama karena pertumbuhan kista nya yang semakin bertambah. Seperti nya juga dokter Keyla sering melakukan rangkaian pengobatan karena reaksi nya yang cukup stabil, dan meminum obat-obatan untuk pereda rasa sakitnya.”
Andra meninju udara yang ada didalam ruangan ber-AC itu. Kenyataan pahit ini harus ditelan dengan keadaan seperti ini.
Sedangkan Aldo terdiam. Tidak bisa menyerapi semua kata-kata yang dokter Irawan ucapkan. Kenangan-kenangan nya bersama Keyla terputar begitu saja diotaknya.
Jadi, ini maksud wanitanya sering menanyakan kalau dirinya akan menerima wanita itu dengan apa ada nya?
“Setahu saya Dokter Evans itu menjabat sebagai Spesialis rahim. Mungkin beliau yang menangani dokter Keyla selama ini.” Aldo menunduk lemas. Berarti rasa penasarannya selama ini benar adanya?
“Kira-kira berapa lama Keyla memiliki kista di dalam ovarium nya, dok?”
“Saya ngga bisa terlalu jauh menjelaskannya. Biar dokter Evans yang menjelaskan. Tapi, saran saya untuk segera menjalani operasi pengangkatan kista tersebut.”
💫
“Jadi, selama ini Dokter di minta Keyla untuk ngga ngomong hal ini ke kita?”
Dokter Evans mengangguk.
“Tepatnya enam bulan lalu. Saat itu Keyla datang kerumah sakit untuk membantu pasien melahirkan, tapi saat di lorong rumah sakit, dia pingsan. Udah dibantu dokter Utami, tanggapannya tidak mendukung. Dokter Utami meminta saya memeriksa Keyla, dan ya, Keyla memiliki kista yang saat itu masih sangat jinak, hampir 3 bulan pertama Keyla selalu rutin check up dan meminum obat-obatan yang saya kasih. Tapi, setelah 3 bulan belakangan ini, Keyla jadi susah saya suruh check up. Dia selalu bilang dia bakal baik-baik aja. Tapi nyata nya setelah musibah orang tua kalian, Keyla jadi semakin drop.”
“Ya berakhir seperti ini. Saya sempet ngusulin untuk operasi, tapi Keyla ngga mau, dia tetep mau hanya minum obat dan check up routine.”
Jadi, selama ini Keyla menyimpan bebannya seorang diri? Menyimpan semua lukanya seorang diri? Menyimpan masalah besar ini seorang diri?
Andra berdecak. Lagi dan lagi, dia tidak pantas untuk disebut ‘Abang’, Adiknya harus kembali terbaring lemah karena kelalaiannya dalam hal menjaga.
“Saya boleh bertanya?” tanya Geraldy. Evans mengangguk.
“Kista jenis apa, dok? Apa berbahaya buat kesuburan keponakan saya?”
Dokter Evans tersenyum.
“Saya jelaskan secara rinci, ya?”
Mereka bertiga mengangguk.
“Jadi, kista yang ada didalam ovarium atau indung telur Keyla ini sama sekali tidak akan memengaruhi kesuburan Keyla.”
Dokter Evans menjeda. Membuat ketiga lelaki itu bernafas lega.
“Kista ini dinamakan Kistadenoma. Kista ini tumbuh didalam ovarium atau indung telur. Kistadenoma biasanya timbul dari permukaan ovarium. Meski kista ini tidak membuat pasien sulit hamil, tapi kista nya dapat tumbuh hingga berukuran besar dan menjadi ganas. Maka dari itu, pasien tetap membutuhkan penanganan khusus jika ingin menghilangkan kista ini dari dalam ovarium nya. Jadi, tidak usah khawatir. Kista ini masih tergolong aman terhadap kesuburan pasien.”
“Segera lakukan yang terbaik, Dok. Kami minta tolong. Apapun yang bisa menyembuhkan Keyla, lakukan.”
💫
Buat yang penasaran sama penyakit Keyla, disini udah aku jelasin, ya. Ini juga jadi pelajaran buat perempuan. Jangan sering melakukan hal-hal negatif yang bisa menyiksa diri dikemudian hari. Istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak, ibadah tepat waktu, dan rajin olahraga. Juga tetap #staysafe dan #dirumahaja . Semoga kita semua sehat selalu, dan yang sedang tidak sehat segera disehatkan. Aamiin. Aku sayang kalian.
Lvyall.
TBC.