Reasons Of Love

Reasons Of Love
ROL ~ Hari Jadi yang Suram



Aldo tak henti-hentinya memandang wanita disampingnya. Aroma parfume yang Keyla pakai membuat dirinya salah fokus saat menyetir. Terlebih kecantikan Keyla yang malam ini begitu terpancar dari nya.


Tidak ada raut sedih, kecewa, marah. Seperti sudah melupakan semua masalahnya dan apa yang membuatnya terluka.


“You are my Reason for living. I love you now, tomorrow and forever.”


Aldo menautkan jemari nya dengan jemari Keyla. Dia mencium punggung tangan Keyla dengan perasaan damai. Dia tidak memikirkan bagaimana hubungan mereka kedepannya.


“Aku lebih mencintaimu.” balasnya sambil tersenyum bahagia.


💫


Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya, mereka berdua sampai di sebuah Restoran mewah nan klasik di daerah Bandung.


Aldo membukakan pintu mobil untuk Keyla lalu memberikan uluran tangannya. Keyla tersenyum manis. Ia menerima uluran tangan tersebut.


“Kita datang pertama. Ayah, Bunda, Cella dan Cello mungkin datangnya sekitar 10 menit lagi.”


Keyla mengangguk. “Kalau keluarga teman bisnis Ayah kamu gimana, Al?”


“Udah datang?”


Aldo mengedikkan bahunya acuh. “Ngga tau. Dan, ngga mau tau. Udah yuk, aku punya kejutan buat kamu, ini aku siapin sendiri lho!”


“Niat banget kamu, ya.” Keyla terkekeh pelan.


Aldo menautkan jemarinya ke jemari Keyla. Mereka berjalan bersamaan, Aldo membawa Keyla ke belakang restoran tersebut, disana ada sebuah taman yang di isi tenda dan meja-meja kecil juga lampu taman.


“Aldo, tempat nya bagus banget!”


“Kamu suka?”


Keyla menoleh ke arah Aldo lalu mengangguk. “Suka, suka banget!”


“Yaudah kamu duduk disana, kamu ngga boleh capek-capek. Selagi nunggu Ayah kita disini dulu, ya.”


Keyla mengangguk, ia berjalan dan duduk dipinggir tenda. Dia menatap isi tenda tersebut. Gelap.


“Nyalahin aja lampu tumblr nya, Key!”


Keyla mengikuti arahan Aldo, ia menyalakan lampu tersebut, dan, betapa terkejutnya dia saat melihat isi tenda dengan keadaan terang.


Disana terpajang gantungan foto dirinya bersama dengan Aldo. Dimulai dari foto berdua mereka di Jam Gadang saat di Sumatra Barat, foto berdua mereka di perkebunan Aldo yang berada di Solo, foto berdua mereka saat berada di Universitas Solo yang ada Yellow Autumn nya. Dan, masih banyak lagi.


“Aldo! Ini bagus banget, aku suka!”


Aldo menghampiri Keyla lalu mengacak surai wanita itu.


“Ini aku yang buat semua, bukan itu doang. Ada satu lagi yang pengen aku tunjukin buat kamu.”


Aldo menarik Keyla dengan pelan untuk membawanya ke sebuah pohon besar disana.


“Kamu ambil satu bunga mawar putih itu.”


Keyla mengambil bunga mawar putih yang menempel di batang pohon besar itu.


“Di belakangnya ada kertas. Kamu buka terus dibaca.”


Keyla membuka kertas tersebut lalu membacanya. Isi nya ‘Tengok ke atas, temui aku yang berwarna merah.’


Keyla menengadahkan kepalanya, dia menemukan bunga mawar merah lalu dia juga menemukan kertas lagi, ia membuka kertas itu dan isinya ‘Tengok sisi kanan pohon, temui aku yang berwarna putih dibaris kedua.’


Keyla mengikuti arahan tersebut lagi, ia mengambil bunga mawar putih yang disana lalu membuka kertas nya dan isinya ‘Terakhir, kamu langkahkan kakimu 3 langkah dan lihat semuanya!’


Keyla melangkahkan kakinya, dan, disela langkah yang ketiga, langsung menampilkan banyak nya kelopak mawar mengelilingi dirinya yang berbentuk love, Keyla menoleh kebawah menemukan ada tombol yang ia pijak.


Keyla memencet tombol itu sekali lagi, dan, ya! Ada lampu tumblr abjad yang menyala, tulisannya ‘HARI BESAR KE-8, SAYANG!’


Keyla menatap takjub semua ini. Tangis bahagia nya meluruh seketika. Aldo menghampirinya dan memeluk wanita nya dengan erat.


“Setelah banyak nya masalah delapan tahun ini, aku dan kamu bisa ngelewatin semua. Pintu kebahagiaan udah ada didepan mata, selanjutnya kita jalanin sama-sama, ya.”


Aldo mengecup kening Keyla dengan lama. “Selamat hari jadi ke-delapan, sayang.”


💫


“Dibelakang restoran ini ada taman kecil tadi kita tunggu kalian disana.”


Ayah nya Aldo mangut-mangut mengerti. Beliau beralih pandangannya ke arah Keyla. Cantik. Satu kata yang menggambarkan kekasih anak sulungnya.


“Cantik.” gumam Dirgo.


Risa langsung menoleh kearah Dirgo. “Siapa yang kamu bilang cantik, Dir?”


“Itu Keyla, dia cantik. Aku sampe pangling lihatnya, cantik banget, padahal baru sembuh sakit, kan?”


Risa mengangguk. “Aku kira ada wanita yang ngerebut perhatian kamu.”


Mereka semua tertawa melihat pasangan paruh baya tersebut. Ada-ada saja.


“Iya, Ayah. Keyla kemarin sakit, tapi karena tadi pagi udah mendingan jadi dibolehin pulang setelah ambil tes darah.”


Dirgo mengernyitkan dahinya. “Kamu punya penyakit dalam, Nak?”


Keyla menggeleng cepat, “Keyla ngga sakit apa-apa, cuma kecapekan sama banyak pikiran aja, Yah, jadi harus tes darah.”


Dirgo menganggukan kepalanya mengerti. Beliau melihat lingkaran jam tangannya, pukul 19:15.


“Mungkin sekitar sepuluh menit lagi temen bisnis Ayah bakal datang. Aldo siapin diri, ya. Jangan kecewain temen bisnis Ayah.”


Keyla yang mendengarkan itu hanya menunduk dalam. Baru saja tadi ia merasakan kebahagiaannya. Sekarang, bisa jadi, kebahagiaan itu bisa hilang dengan sekejap mata. Sesulit itu dirinya bahagia?


Aldo menautkan jemari nya dengan jemari Keyla dibalik meja tersebut. Aldo menoleh, meyakinkan bahwa tidak akan terjadi apa-apa setelah ini.


Keyla menarik sudut bibirnya. Berusaha menampilkan topeng terbaiknya untuk malam ini. Dia harus terlihat bahagia apapun yang terjadi kedepannya.


Tiba-tiba Dirgo berdiri dan memberi arahan untuk semuanya ikut berdiri. Seorang laki-laki paruh baya yang memakai setelan jas formal itu tampak menghampiri mereka dengan senyumannya.


“Assalamualaikum, Dirgo!”


“Wa’alaikumussalam. Seneng bisa ketemu anda lagi, Pak.” mereka berdua berjabat tangan.


Pria itu memberikan senyuman nya kepada mereka.


“Silakan, silakan duduk, Pak!” Pria itu mengangguk.


“Dimana putri cantikmu, Pak?”


“Ah, sebentar ya, tadi dia izin ke toilet dulu.”


Dirgo mangut-mangut mengerti.


“Jadi, anak sulung mu yang mana, Dir?”


Dirgo menunjuk Aldo. “Yang itu, tampan bukan seperti saya?”


Aldo tersenyum tipis.


“Ya jelas lah, kamu ini bisa, Dirgo. Oh ya, wanita disebelah anak mu itu siapa?”


“Itu Keyla. Tunangan anak sulung saya.”


Aldo dan Keyla saling menatap lalu tersenyum. Namun, apa itu sebuah pernyataan atau kebohongan?


Pria itu tampak mengernyitkan dahinya. “Kamu ini berguraunya keter-,”


“Maaf, maaf! Saya telat.” ucapan Pria paruh baya itu terpotong karena suara wanita cantik yang baru saja datang.


Lantas semua orang disana menengadahkan kepalanya, menatap wanita tersebut.


“LIORA?!”


💫


TBC.