Reasons Of Love

Reasons Of Love
ROL ~ Design a dress for Fara!



Hari ini, hari jadwal Andra dan Fara mempersiapkan gaun dan yang lainnya untuk pernikahan mereka nanti. Sekitar satu setengah bulan lagi mereka akan menyelenggarakan hari bersejarah untuk keduanya.


Andra dan Fara tidak berdua saja, mereka ditemani Keyla yang super bawel saat ada beberapa kejanggalan dalam penglihatannya dengan gaun dan tuxedo yang tengah dirancang oleh salah satu designer terkenal asal Aussie yang benar-benar didatangkan secara khusus untuk pernikahan keduanya.


“Ini ni, nanti ditambahin permata putih gitu, ya sebagai hiasan aja deh,” kata Keyla mengomentari gaun Fara saat akad nanti untuk diberi sedikit hiasan dibagian pinggang.


“Iya, boleh juga. Biar lebih kelihatan elegan juga, tapi inget ya jangan terlalu press body.”


Sang Designer yang memang mengerti bahasa Indonesia pun mengangguk paham, dengan cepat ia menambah permata indah di dalam sketsanya.


“Andra dan Fara nanti kalian pilih sepatu sendiri atau sekalian saya bikinkan?”


“Boleh!”


“Kalau boleh tahu kalian mengadakan Resepsi Pernikahan kalian dimana?” tanya Designer--Tom Marlyn--.


“Kami mengadakan di Kapal Pesiar, di Pulau Dewata, Bali.”


Ya, mereka akan melaksanakan Resepsi Pernikahan di atas Kapal Pesiar milik Aliena Alexandria--Nenek Andra dan Keyla. Semua sudah disiapkan secara matang, dari undangan sampai hal terkecil yaitu souvenir pun sudah ada.


Nanti mereka mengadakan acara seminggu setelah Akad Nikah yang dilaksanakan di Jakarta, Hotel Alexandria.


“Oh, baik kalau gitu saya merancang untuk resepsi yang simple tapi elegan ya?”


Andra dan Fara mengangguk. “Mau rekomendasi warna boleh ga, sir?”


Marlyn mengangguk, “Mau warna apa memang?”


“Peach gold aja, Far. Biar lebih kelihatan nyala gitu di badan lo nanti,”


“Baik. Nanti semua saya siapkan, ini gaun dan tuxedo yang simple namun teramat glamour nantinya. You just trust me completely.”


Andra tersenyum. “Well. I will never forget this beautiful moment, moreover you have a big hand in my marriage for once in a lifetime, respected Mr. Tom Marlyn.”


Fara tersenyum ke arah Andra begitupun Keyla. Fara merasa wanita paling beruntung saat ini, dan Keyla merasakan apa yang dirasakan Fara saat ini. So special.


“I feel lucky from thousands of famous designers who can design their own for your wedding.” Jawab Tom sambil tersenyum.


“Tinggal menunggu susulan dari Keyla, ya Om? Nanti kan kau juga yang merancang gaun pernikahan untuk adik saya.” kata Andra sambil tersenyum jahil.


Keyla yang mendengar itu segera menimpuk pipi Andra dengan pilus kacang yang tengah ia makan.


“Wah? Sudah ada calonnya? Kenapa ga sekalian aja, Key?”


Keyla meringis malu. “Aduu om, belum kepikiran sampe sana, ah. Masih mau ngurusin karir dulu.”


“Bagus, deh. Puas puasin dulu, ya?” Keyla dengan cepat mengangguk.


“Okay, uncle. I’ll go, see you later!” kata Andra seraya berdiri dan menggenggam jemari Fara diikuti Keyla yang berjalan mengikuti abangnya dari belakang.


“Yes, see you later too!”


💫


Sekarang, Andra dan Fara beserta Keyla tengah makan di salah satu Restoran Chinese food yang terkenal lezat nya.


“Lo sama Aldo gimana kelanjutannya, Key?” tanya Fara seraya mengelap sudut bibirnya dengan tissue.


“Ya gitu-gitu aja.”


“Ga ada niatan buat tunangan?” kini giliran Andra yang bertanya.


Keyla terdiam. Tunangan? Maka kalau seperti itu hanya satu langkah lagi ke jenjang pernikahan? Keyla masih takut kalau apa yang saat ini ia jalani dalam takdir hidupnya tidak diterima oleh Aldo.


“Key? Kok melamun?”


“Tapi lo sanggup menunggu kepastian itu? Sedangkan, Aldo manusia yang gak terlaku peka buat modelan cowok ganteng kek dia,” kata Fara.


Andra dan Keyla terkekeh pelan. “Yaudahlah, gue ga terlalu mau mikirin masalah itu, gue masih mau nikmatin hasil kerja keras gue selama ini.”


“Bagus, deh.”


“Andra?”


“Apa sayang?” Andra menengok ke arah Fara.


“Mumpung disini ada Keyla juga, kamu ingat gak waktu kamu kecelakaan dan kekurangan darah?”


Andra terkejut lalu ia menyimpan ponselnya dan menatap Keyla juga Fara secara bergantian.


“Iya, aku ingat.”


“Yang donorin darah kamu itu, Aku, Ndra.” kata Fara sambil tersenyum kikuk.


“Hah?! Kok kamu ga pernah bilang dan Keyla juga ga pernah cerita apapun setelah aku sembuh waktu itu.”


“Iya. Waktu itu kita masih menyamar jadi Nerd, masih ingat kan? Jadi tu, aku teman rumahnya Aldo semasa kecil, dulu namaku Kinar bukan Fara. ya emang jarang bermain si, cuma orang tua Aldo dan orang tua ku berteman baik saat itu karena terikat proyek besar. Tapi, waktu itu saat aku mau pergi ke acara ulang tahun kantor papa, aku kecelakaaan sekeluarga, dan aku terbentur pintu mobil kenceng banget, sampai aku amnesia. Dan sejak itu, aku pindah rumah, dan udah lama ga ketemu Aldo sampai kita ketemu lagi di AIS, keluarga aku juga setuju saat itu untuk mengganti namaku juga, karena nama itu aku sering sakit-sakitan dan sial terus. Ya jadilah namaku sekarang.”


Fara meringis, pasalnya, Andra belum mengetahui sejarah namanya saat ini, dan teman rumah Aldo semasa kecil. Fara bersyukur bisa bertemu lagi dengan Aldo waktu masih SMA di AIS, namun karena perbedaan karakter saat itu jadilah Fara memendam sendiri.


“Jadi, kamu teman semasa kecil nya Aldo?” Fara mengangguk.


“Tapi kalian ga pernah jatuh cinta kan? Kayak novel yang sering kamu baca?”


Keyla terkekeh mendengar itu. “Hilih, nanya begitu jadi keliatan banget lo sadboy bang. Sok, tegar, cih.”


“Hahahaha, ya enggaklah, Ndra. Kan waktu itu masih kecil, lagi pula aku udah ada kamu dan Aldo udah ada Keyla jadi buat apa aku sibuk cari yang lain kalau didepan mataku sudah ada?”


Andra menggenggam jemari Fara lalu mencium nya dengan lembut, seakan-akan Fara adalah barang yang harus sangat dijaga tanpa ada lecet sedikitpun, bahkan kalau Andra tidak punya malu, ia bisa saja melabel Fara dengan namanya. Tapi itu tidak mungkin.


“Ekhem, males kan kalau gue ikut cuma jadi nyamuk gini,”


“Telepon Aldo sana! Kita double date malam ini.”


“Nggak, ah. Kemarin lusa gue udah jalan sama dia,”


“Nggak ada salahnya elah,”


“Gimana kalau kita jalan aja? Bareng ka Wisnu sama Aqilla juga. Nanti hari minggu.”


Fara mengangguk begitupun Andra. “Boleh, juga.”


“Nanti gua kabarin Aldo, deh. Semoga dia mau,”


“Ya harus mau lah! Kalau nggak gue pecat jdi calon ipar,”


Fara menggelengkan kepalanya mendengarkan ucapan kekasihnya. Sedangkan Keyla merengut sebal. Andra mengacak surai Keyla gemas, untuk yang mengira Fara akan cemburu melihat kedekatan Andra dengan adiknya, itu salah besar!


Fara justru senang melihat mereka tetap akur. Jadi, Keyla tidak akan pernah berpikir kalau perhatian sang abang akan sepenuhnya kepada Fara, calon istri Andra.


💫


Haiiiiii!


Chapter nya turun naik ya hihi, awalnya menegang sekarang jadi mencair:v ikutin terus ya


Jangan lupa vommentnya. Thx ❤