Reasons Of Love

Reasons Of Love
ROL ~ That man! What do you want?



Keyla menandatangani semua proposal undangan dihadapannya. Banyak proyek yang melibati dirinya, Keyla sudah sukses dalam bidang bisnis, bahkan cabang Alexandria Group sudah menyebar sampai ke semua negara. Hebat, bukan?


“Nona, ada yang ingin bertemu denganmu.”


Keyla mengernyitkan keningnya, “Siapa?”


Belum sempat Syifa melanjutkan ucapannya seorang lelaki dengan wajah datar dan sikap kewibawaannya. Aldo.


“Lho? Aldo!”


Syifa tersenyum lalu pamit untuk meninggalkan Aldo dan Keyla diruangan tersebut. Aldo menghampiri wanitanya yang tengah berkutat dengan map yang dihadapannya.


Aldo sangat tampan hari ini, setidaknya itu yang ada dalam pikiran Keyla saat ini. Aldo memakai kemeja berwarna ungu muda yang dibaluti jas hitam juga dasinya dan celana hitam jenjang. Tampan sekali.


“Ada apa sih ngeliatinnya sampe kek gitu? Aku tau, aku tampan.”


Keyla mendengus sebal. “Kamu mau apa kesini? Ga biasanya.”


Aldo duduk diatas meja kerja Keyla lalu menggeser kursi yang Keyla dudukki dengan sekali hentakan ia merapihkan helaian anak rambut Keyla lalu menyelipkannya dibalik daun telinga Keyla dan membenarkan sedikit letak kacamata wanita itu. Hari ini Keyla juga cantik, t-shirt yang dibalut dengan blazer kotak-kotak coklat dan ikatan rambutnya ala pony tail dan celana legging hitam yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.


“Memang salah kalau aku ke kantor kekasihku sendiri?”


“Ya, nggak, sih! Tapi inget waktu dong, Al, ini masih jam kantor lho.”


Aldo terkekeh pelan. “Kamu terlalu sibuk. Ini udah mau jam makan siang. Dan, tujuan aku kesini mau ngajak kamu untuk makan siang bersama di kantorku, ada acara perkenalan disana sekalian potong tumpeng.”


Mata Keyla berbinar dengan sigap ia berdiri lalu menyambar pergelangan tangan Aldo dan menariknya.


“Ayo!”


“Terus tugas kamu gimana?”


“Persetan dengan tugasku!” kata Keyla sambil tertawa.


“Baiklah, ayo.”


💫


Aldo menggenggam tangan Keyla dengan erat, sambil terus melangkah ke dalam aula Keyla tak henti-hentinya membalas senyuman para karyawan Cath Company.


Aldo dan Keyla duduk disalah satu meja bundar yang sudah disediakan dan dihias sedemikian mungkin, Aldo mengedarkan pandangannya, matanya tertuju dengan seorang laki-laki paruh baya yang tengah mengobrol dengan lawan bicaranya.


“Key, sebentar ya, aku mau ke ayah.”


Keyla mengangguk, Aldo meninggalkan Keyla di meja dan menuju tempat sang ayah berada. Keyla memainkan ponselnya dan sesekali membalas senyuman orang-orang untuknya.


“K-Keyla?”


Keyla membulatkan matanya, ia mengenal suara itu, suara serak yang selalu ia benci, suara yang tidak pernah dirinya harapkan untuk kehadirannya. Perlahan namun pasti Keyla mengangkat wajahnya menatap sesosok laki-laki dihadapannya ini.


“Alex? Mau apa kamu disini?!”


Orang itu Alex, masih ingat dengannya? Ya, mantan Keyla semasa SMA- itu langsung duduk dihadapan Keyla tanpa meminta izin kepadanya. Alex menatap penuh rasa terhadap sosok Keyla.


“Kamu tanya mauku apa disini? Memang kamu tidak tahu siapa aku disini, cantik?”


Keyla menggeleng. “Lebih baik kamu pergi dari sini, sekarang!”


Alex tak tinggal diam dan menuruti perkataan Keyla, dia tersenyum menyeringai, ada keperluan apa Keyla disini? Itu yang ada dalam pikirannya saat ini.


“Kamu tidak akan bisa mengusirku, cantik.” Alex mengelus dagu Keyla namun langsung ditepis oleh seseorang. Aldo.


“Aaarrrggghhhh!”


Bugh!


Bugh!


“Mau ngapain lo disini?!” tanya Aldo sambil menghempas tubuh Alex.


Alex tersenyum tipis. “Lo tanya ngapain gue disini? Apa lo ga nyadar? Lo yang ngundang gue buat dateng ke acara ini, man.” katanya dengan terbata-bata.


Aldo menatap penuh tanya kepada sang Ayah, Dirgo yang melihat itu hanya membalas dengan helaan napas panjangnya.


Bugh!


Sekali lagi Aldo memukul tulang kering laki-laki itu hingga kembali terhuyung ke belakang. Keyla tak tinggal diam ia langsung berdiri.


“Aldo, udah!” pekiknya.


Aldo menoleh sekilas ke arah Keyla lalu melangkah pergi meninggalkan satu ruangan yang keadaannya masih mencekam, Keyla mengejar Aldo yang melangkah ke arah basement yang lumayan jauh dari ruangan Aula.


Aldo tidak memperdulikan panggilan dari kekasihnya. Keyla jalan dengan rasa perih diperutnya yang menjalar kemana-mana, badannya melemas.


“Aldoooo..”


“Aldoo!”


Brugh!


Keyla kehilangan kesadarannya saat terus mencoba jalan meski perutnya sakit. Aldo menoleh kebelakang mendapati wanitanya sudah jatuh terkulai lemas, dengan sigap Aldo berlari kearah Keyla dan menggendong tubuh gadis itu lalu membawa nya kerumah sakit terdekat, Alexandria Hospital. Karena tidak banyak waktu lagi, wajahnya sudah sangat menampakkan raut khawatir.


💫


Evans segera menangani Keyla, ia tahu bahwa Aldo ialah kekasih temannya ini. Evans menghela napasnya saat tahu kondisi Keyla yang semakin menurun dan terjadi infeksi.


Setelah memberi cairan berupa infusan, Aldo diperbolehkan masuk kedalam ruangan itu. Aldo segera mencium punggung tangan Keyla dan mengusapnya pelan.


Aldo menatap Evans dengan tatapan penuh tanya. “Apa yang terjadi dengan Keyla, dok?”


Evans tersenyum. Ia mengingat perkataan Keyla yang mengancamnya untuk tidak memberitahu siapapun tentang semua ini.


“Dokter Keyla hanya kecapean, Pak.”


Aldo mengernyit. “Sebegitu lemahnya perempuan sampe berlari pun membuatnya kecapean?”


Evans tertegun. Apa tadi? Aldo bilang Keyla berlari? Pantas saja ini terjadi, sudah tahu sendiri bahwa Keyla tidak boleh berlari atau kecapean, tapi karena wanita itu keras kepala ya jadinya seperti ini.


“Mungkin dia banyak pikiran.”


Aldo mengangguk lalu kembali menatap Evans, namun sekarang tatapannya berbeda dari sebelumnya ialah menatapnya dengan tatapan menelisik.


“Ga ada yang kalian sembunyikan, ‘kan?”


Evans terbelalak, Aldo ini apa bisa membaca pikiran manusia atau apa? Dari tadi, Evans sudah berusaha untuk tidak mengekspresikan apa yang ia pikirkan.


“Lho? Untuk apa? Baiklah, saya harus keluar karena banyak pasien yang belum saya tangani.”


Aldo mengangguk. “Oke, maafkan saya. Silakan.”


Evans meninggalkan ruangan tersebut. Aldo terus merapalkan do’a dan nama Keyla disetiap kata yang keluar dari bibir nya. Hati Aldo tak tenang, seperti ada yang menganjal, namun apa?


“Sayang, cepat bangun, aku khawatir.”


💫


Haiiiiiii!


Alurnya turun naik ya:v kemarin bahagia sekarang sedih 😂 nyangka gani kalau Alex comeback? Bakal jadi apa ya nantinya?


Ikutin terus cerita ini ya!


Jangan lupa vommentnya, Thx. ❤