
Akhirnya, setelah memohon untuk bisa ikut ke Bali, Keyla diizinkan oleh Evans dengan satu syarat harus membawa beberapa obat-obatan lebih dari biasanya. Awalnya Evans tidak mengizinkan karena suatu waktu keadaan Keyla bisa menurun dengan cepat begitu saja.
“Makasih, Evans! Nanti aku beliin oleh-oleh deh disana!”
“Ga perlu dibawain oleh-oleh asal kamu sehat, itu cukup, kok.”
Keyla terkekeh. “Iya, deh, iya. Yaudah ya, aku mau balik lagi ke hotel, berangkat nanti sore soalnya.”
“Oke. Hati-hati, have fun!”
💫
“Aldo, kamu udah nyiapin semua keperluan ke Bali?”
Aldo mengangguk. “Udah, sayang. Kamu udah?”
Keyla mengangguk senang. “Ini liburan pertama kita, lho, selama beberapa tahun LDR.”
“Iya, aku seneng.”
“Aku juga!”
“Nanti semua yang Andra dan Fara alami bakal persis kita alami dua tahun lagi. Kamu percaya aku buat bisa wujudin mimpi kita waktu itu untuk hidup bahagia bersama sampai akhir, bukan?”
Keyla tersenyum tipis lalu mengangguk lemah. Biarkan, ucapan manis itu meluncur dari bibir Aldo, semoga semua yang diucapkan itu bisa menjadi kenyataan tanpa ada sedikitpun kendala. Keyla percaya.
“Iyya, aku percaya, Aldo.”
Aldo menggenggam jemari Keyla lalu menariknya kedalam pelukan hangat yang disukai gadisnya. Setelah merenggangkan pelukan tersebut, mereka berdua berpisah lorong untuk masuk ke kamar hotel.
Keyla masuk ke dalam kamar hotelnya, disana ada Gerald, Geraldy, Viona, Raina danNayla yang tengah berbincang dibalkon. Sedangkan, Kenza dan Kenzie sedang asyik membaca buku ceritanya.
Keyla memutuskan untuk gabung ke para orang tua, siapa tahu ada obrolan asyik.
“Aduu pada ngomongin apa, sih? Seru banget.”
Viona tertawa. “Ini lho, om, daddy, dan tante Raina sedang ngebayangin kalau mereka bakal punya cucu dari Andra dan Fara. Apalagi dari kamu nanti.”
Keyla membelalakkan matanya. Cucu? Apakah mimpi Keyla tentang itu dapat terwujud? Ya tuhan! Keyla sudah lupa akan takdir indah saking larut dalam takdirnya saat ini.
“Kalau abang sama ayu’ Fara sih udah keliatan, dad, om. Lah? Kalau Keyla? Key kan nikah juga masih lama, masih pengen nikmatin karir.”
Ayu’ Fara? Ya, itu adalah panggilan baru untuk Fara dalam keluarga mereka yang dikhususkan kepada Keyla dan suaminya nanti, ayu’ itu adalah bahasa Palembang yang artinya ‘kakak perempuan’, Sengaja karena memang Fara mempunyai keturunan darah Palembang yang blasteran dengan Thailand.
Gerald dan Geraldy tertawa. “Ya, tapi, kan kamu juga harus menikah, sayang. Mungkin tahun depan ya, Dy? Biar-biar cepet. Daddy kan sudah mulai menua.”
“Eh tapi ingat yah! Bang Rald doang lho! Aku sama bang Aldy masih muda. Apalagi aku.” kata Raina sambil tertawa.
Keyla mendengus sebal. “Udah, ih! Kok jadi bahas cucu ke aku sih? Nanti kalian semua dapet cucu dari Bang Andra!”
“Dari kamu juga!” sahut Nayla.
“Masih lama tanteeeeeee!” Keyla merengek bak anak kecil.
“Ga ada salah nya buat ngarep dari sekarang.” kata Geraldy sambil tertawa.
“Udah, udah! Mending kita tidur siang dulu biar nanti di perjalanan seger!” kata Gerald melerai.
Semuanya mengangguk.
“Kenzaaaaaa! Kenzieeeee! Tidur sama aku ya, Tan, Om!”
💫
Masing-masing keluarga sudah jalan lebih dulu, sedangkan pengantin jalan belakangan bersama satu mobil dengan Keyla, Aqilla, Aldo dan Wisnu.
“Nanti disana kita nyewa hotel, bang Andra?” tanya Aqilla.
Andra menggeleng. “Ada hotel daddy.”
“Hotel Alexandria?”
“Hm. Nanti juga disana juga ada caffe nya Keyla. K’Caffe.”
Aqilla dan Fara membelalakkan matanya. “Pasti bagus banget nii destinasi nya!” kata Fara.
“Cocok buat bulan madu ya, Far?” sahut Wisnu.
Keyla dan Aqilla tertawa mendengar itu begitupun Wisnu sedangkan Fara mendengus sebal. Terkecuali Aldo, ia hanya tersenyum tipis.
“Nanti kita disana berapa hari?” tanya Wisnu.
“Lebih dua hari setelah acara.”
Wisnu mengangguk. “Rencana punya momongan berapa ni, bang?” tanya Aqilla.
“Sekuat tenaga.” jawab Andra dengan santai.
Fara membelalakkan matanya lalu memukul ringan lengan Andra. “Dasar ga punya malu!”
“Gapapa, bikin keponakan buat gue yang banyak ya, Bang! Ayu’ Fara suka anak kecil kok, tenang aja.”
Andra terkekeh pelan. “Bisa diatur ya ga, sayang?”
Fara meringis malu. Semburat merah dipipinya sangat kelihatan. Fara merutuki Andra dalam hatinya.
“Ga baik, Far, ngedumelin suami dalem hati.” kata Andra.
“Anjirrr! Cenayang kek nya lo! Bisa banget baca kata hati orang.” sahut Wisnu sambil tertawa.
Keyla dan Aldo terkekeh pelan. Mereka sedang asyik dengan dunianya berdua, Keyla yang bersandar dibahu Aldo dan Aldo yang memainkan jemari Keyla dengan cara mengelusnya pelan sedangkan Keyla menggelitikkan pinggang Aldo jika lelaki itu mencubit jemarinya walaupun pelan.
Andra yang melihat dari spion kaca mobil, langsung berdeham kencang. “Belum halal tuu, ga baik, ketiganya setan nanti.”
Keyla menjulurkan lidahnya sedangkan Aldo hanya tersenyum tipis.
“Sirik aja pengantin!”
“Lah gue ma bebas udah halal, ya ga sayang? Lah lo? Makanya daa tuh, Al, cepet-cepet deh halalin adik gue.”
“Setahun lagi.”
Keyla tertegun. “Kamu bilang dua tahun lagi yang bener yang mana?”
“Aku takut kita ga sejalan, makanya aku percepat.” jawab Aldo santai.
Wisnu dan Aqilla tertawa diikuti Andra juga Fara.
“Lah yang namanya kalau ga takdir maa mau gimana juga bakal dipisah. Yang penting kalian saling percaya aja.” kata Aqilla.
Aldo beringsut duduk sila. “Yaudah, yang, kita nikah sekarang aja.”
Keyla membelalakkan matanya. “Apa-apaan sii?!” Pipi Keyla sudah merah merona dibuatnya.
“Ndra, belokkin ke KUA.”
“Eh, eh! Jangan. Gila kali.”
“Gue sii setuju-setuju aja. Kalau bisa ni, kita bertiga nikah bareng. Nanti di Bali. Keyla sama Aldo, dan Aqilla sama Wisnu.”
Aldo dan Wisnu mengangguk setuju sedangkan Aqilla dan Keyla hanya mendengus sebal.
“Ayo ah, yang, mumpung lagi dibayarin nii,” kata Wisnu.
“Palalo! Nikah sono sama kucing.” Aqilla merengut sebal.
Saat Aldo ingin mengeluarkan suaranya langsung diberi pelototan tajam oleh Keyla. “Apa?! Mau ngomong apa?!”
Aldo menggeleng cepat. “Nggak, yang, nggak.”
Andra dan Fara hanya terkekeh jahil melihat dua pasang kekasih tersebut. Tak mau melerai yang sedang ribut, Andra justru menjahili Fara dengan cara mengedipkan sebelah matanya.
“Tiga ronde kayaknya ga cukup buat bikin kamu cepet hamil. Aku mau beronde-ronde. Biar makin banyak Andra kecil juga Fara kecil.” bisik Andra pelan ditelinga sang istri. Fara hanya bergidik seram, dan gemetar ketakutan.
💫
Haiiiii!
Gimana? Chapter kali ini gimana? Ikutin alur ceritanya terus ya 🙌
Jangan lupa vommentnya, Thx. ❤