Reasons Of Love

Reasons Of Love
ROL ~ Uninvited Guests



Keyla merenggangkan otot-ototnya yang pegal, lalu kembali berjalan dibelakang Aldo. Mereka semua sudah sampai di Bali sekitar 10 menit yang lalu, kini mereka tinggal menunggu mobil jemputan dari hotel.


“Dad, masih lama?” tanya Keyla.


Gerald mengangguk. “Grandma mu bilang, sih, sebentar lagi.”


“Grandma memang dimana, dad?”


“Sudah sampai di Hotel lebih dulu, beliau kan pakai pesawat pribadi.”


Andra dan Keyla hanya mengangguk. Tak heran kalau Aliena memakai pesawat pribadi hanya untuk ke Bali, wanita yang umurnya setengah abad itu memang memiliki kekayaan yang berlimpah. Dari mulai Hotel, Rumah Sakit, Perusahaan, serta Butik yang sudah menyebar luas didunia. Belum lagi, anak Aliena hanya tiga, jadi masing-masing pun adil dibagi rata.


Tak lama kemudian, lima mobil mewah mendarat mulus didepan mereka, para bodyguard yang diutus Aliena untuk mengawal mereka turun dari motor yang mengawal dari belakang mobil.


“Tuan, Nyonya Aliena sudah menunggu di Hotel.”


Gerald dan Geraldy mengangguk. “Baik, terima kasih.”


“Ayo, langsung aja kita ke Hotel.”


💫


Sekarang waktu nya makan malam. Semua keluarga besar duduk dimeja masing-masing. Hotel ini juga dikosongkan karena untuk para tamu undangan jika ingin berlibur lebih dulu.


“Grandma, Caffe aku dibawah pernah ada kerugian ya?” tanya Keyla pelan saat sudah duduk disamping Aliena.


Aliena mengangguk pelan. “Iyya, ada yang mengkorupsi, tapi tenang aja, orangnya udah Grandma loloskan ke penjara dan semua kerugian diganti dua kali lipat.”


Keyla membelalakkan matanya. “Aduu, grandma! Tadi maa ga usah dicari orangnya, Key ga tega.”


“Semua yang bersangkutan dengan cucu grandma akan berurusan lebih dulu dengan grandma.”


“Begitupun soal percintaan. Grandma ga akan terima, cucu cucu perempuan grandma disakiti sama laki-laki.” lanjutnya.


Keyla tersenyum senang. Dari dulu memang Aliena yang paling posessive entah apapun itu, Aliena tetap mengutamakan kebahagiaan untuk anak dan cucu-cucunya.


“Key, lo dipanggil Aldo, di Caffe.” kata Aqilla, wanita itu datang berdua dengan Wisnu, hanya untuk bilang seperti itu? Mau saja disuruh-suruh Aldo.


Keyla mengangguk. “Grandma, Key, ke Caffe dulu ya.”


Aliena mengangguk sambil tersenyum.


💫


Saat berjalan dilorong Hotel, Keyla terus fokus dengan handphonenya, dirinya sendirian, Aqilla dan Wisnu tetap di Hotel. Sedangkan di Caffe, ada Aldo, Andra dan Fara.


Sesampainya disana Keyla langsung duduk disamping Aldo.


“Diatas ada siapa aja, Key?”


“Banyak.”


Andra menghela napasnya. “Lo lagi dateng tamu?” tanya Andra pelan-pelan.


Aldo dan Fara tertawa mendengar celotehan dari bibir Andra.


“Sok tau.”


“Lo ga bakal ketus kalau ga lag-“


“Permisi. Boleh saya duduk disini?” seseorang memotong ucapan Andra.


Andra, Fara, Aldo dan Keyla membelalakkan matanya sata melihat orang yang berdiri dihadapannya. Tamu tak diundang. Setelah sekian lama menghilang, kenapa harus muncul?


“Lo?! Lo ngapain disini?!” tanya Fara.


“Hey, hey! Pengantin baru, ya? Selamat, deh.”


Perempuan itu langsung duduk di single chair sambil tersenyum sinis. Dengan gaya angkuhnya yang tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang.


“Keyla.. Keyla Arletta Alexandria..” setelah menyebutkan nama Keyla, perempuan itu beralih menatap Fara.


“Andra. Andratama Alexandria..”


Lalu perempuan itu beralih menatap Aldo masih dengan senyum sinisnya perempuan itu menyebutkan nama lengkap Aldo.


“Aldo. Rifaldo Giordano Cath..”


“How are you guys, hmm? oh wait where are your two best friends, hm?” tanya Perempuan itu.


“Mau apa lo kesini?” tanya Keyla.


Perempuan itu tertawa. “Wah gaboleh ya kesini?”


“Disini kita semua diundang sebagai tamu. Dan lo? Lo mau apa disini, Queenara?”


Ya, perempuan itu Queenara. Masih ingat dengan Queen? Queenara Adrelia Pitaloka. Adik tiri dari Alex, anak dari Marvin Pitalaska.


Queen tertawa pelan. “Duu masih aja ya kalian jadi bodoh?”


“Jaga omongan lo!” Andra menggertak.


“Eitssss, keceplosan, tapi memang bener ‘kan?”


“Oh iyya, buat lo Aldo. Ada satu masalah besar yang ga pernah lo tau.” kata Queen sambil menyeringai tipis menatap Aldo dan Keyla secara bergantian.


“Lo ngomong sama gue?” tanya Aldo.


“Hahaha! Mending lo pergi dari sini sebelum tangan cantik gue mau nampar muka lo.” kata Fara.


“Duu, Andra sayang? Kamu masih mau sama si cewek bar-bar ini?” kata Queen sambil tertawa.


Fara membelalakkan matanya. “Jaga mulut lo!”


Andra hanya diam lalu merapatkan tubuh ramping Fara kedekatnya. “Lo jauh lebih bar-bar daripada istri gue! Mungkin lo bukan bar-bar lagi, tapi j*****.”


Queen mendesis tajam. “Terserah kalian mau ngomong apa! Dan buat lo Aldo, semoga cepet sadar kalau ada kebohongan besar dari orang sekitar lo.”


Keyla menggelengkan kepalanya. Apa kebohongan besar yang dimaksud Queen? Dirinya? Tidak mungkin kan kalau Queen mengetahui penyakitnya?


“Berisik. Mending lo pergi. Lo mau pergi sendiri atau gue panggilin satpam?”


Queen tertawa lalu bangkit dari duduknya. “Ga butuh!” Queen langsung meninggalkan caffe.


“Gue sama Fara duluan ke atas ya, Al, Key? Mau ketemu grandma.”


Aldo dan Keyla mengangguk. Andra dan Fara pergi meninggalkan Aldo dan Keyla berdua.


Aldo menatap Keyla dengan tatapan bertanya. “Apa kamu yang nyembunyiin sesuatu yang tadi diucap Queen?”


Keyla menggeleng cepat. “Nggak, nggak! Ga ada yang ak-“


Belum sempat Keyla menyelesaikan ucapannya, Handphone Aldo berbunyi, disana tertera nomer asisten Aldo. Aldo langsung berdiri untuk kedepan caffe.


Sedangkan Keyla dia ketakutan kalau Aldo mengetahui nya dengan jangka waktu dekat. Ini semua begitu cepat.


“Kamu tau sendiri, bukan? Kalau aku paling ga suka dibohongin.”


Setelah mengucapkan itu, Aldo pergi meninggalkan Keyla yang terdiam akibat ucapan dari Aldo. Apa mungkin Aldo mengetahuinya?


💫


HAIIIIIII!


Asli deh ini dikit banget 😁 masih pada inget Queen kan? Itu lho ratu bullying di AIS. Kira-kira dalam waktu deket ini Aldo tau apa yang dirahasiakan Keyla?


Ikutin terus ceritanya ya 🙌


Jangan lupa vommentnya, Thx. ❤