
Happy Reading. ❤
Note : Aku bakal next up kalau vote nya udah sampe 450 vote dan juga dukungan kalian. ❤
💫
“Kamu mau buat aku kecewa buat yang kedua kalinya dengan ngajak aku ketemu sama perempuan pilihan Ayah kamu, Al?”
“Kamu berengsek!” lanjutnya. “Aku udah coba buat nerima kalau kamu memang bukan pasangan aku kelak nanti. Tapi, kalau soal buat ketemu perempuan itu, maaf, maaf banget. Aku ga bisa. Itu sama aja kamu bener-bener buat aku terluka lebih dalem.”
Aldo mengulas senyum manisnya. “Iya. Aku berengsek. Aku ga pantas buat kamu. Aku udah buat kamu kecewa terus-terusan. Aku yang selalu janji buat ada disamping kamu, nyatanya aku juga yang mengingkari tanpa sebab. Aku jahat, ya.”
“Aku benci. Benci sama kamu, Al.” Keyla menangis.
“Kayak nya kata maaf' sekalipun ga bisa nebus semua kelalaian aku dalam hal mencintai kamu, Key.”
“Aku cuma ribuan laki-laki yang mencintai mu dengan tulus, bedanya, aku bisa mendapatkanmu. Tapi, sama halnya.” lanjutnya.
Keyla menunduk dalam, tidak mau memperlihatkan wajah sendu nya yang mendengar semua ucapan Aldo yang menusuk hatinya.
“Aku ngga paksa kamu buat bisa ikut ketemu anak temen bisnis Ayah, aku ngerti keadaan kamu sekarang.” ujar Aldo.
“Aku mau balik ke kantor, nanti sore aku kesini lagi.” Aldo merapihkan tatanan rambutnya lalu berdiri.
Saat Aldo membalikkan badan, Keyla menengadahkan kepalanya lalu ikut berdiri dan memeluk Aldo dari belakang.
Menumpahkan semua tangis nya dipunggung gagah laki-laki itu.
“Biarkan aku buat peluk kamu terakhir kalinya sebelum kamu bener-bener jatuh ke pelukan perempuan lain.”
Aldo memejamkan matanya, menikmati momen ini. Ia membalikkan badan, lalu membalas pelukan Keyla tak kalah erat. Aldo menghirup dalam aroma shampo dari rambut Keyla.
“Angkat kepala kamu, Key.” Keyla menengadahkan kepalanya menatap Aldo dengan mata sembabnya.
“Jangan ngomong kayak gitu. Aku masih disini, masih milikmu, dan seterusnya. Begitupun sebaliknya. Kamu milikku, seterusnya.”
“Dimataku cuma ada kamu. Semua terlihat kasat saat benar-benar kamu ada digenggamanku.”
Pandangan Aldo tak lepas dari sorot mata Keyla. Perlahan ia memajukan kepalanya, menyatukan kening mereka hingga hidung runcing mereka pun menyatu juga.
Cup!
Aldo mencium bibir Keyla cukup lama, hingga beberapa detik akhirnya ia ******* bibir tebal milik Keyla. Keyla memejamkan matanya dengan rapat, menikmati permainan semua ini.
Aldo meraba punggung Keyla dengan perlahan, ia memeluknya erat dengan masih terus ******* bibir Keyla.
“Eunggghhh..” Keyla memukul pelan dada bidang Aldo, menandakan dirinya kesusahan bernapas.
Akhirnya, Aldo melepas ******* itu lalu berkata, “Aku mencintaimu. Selamanya. You, and only you, really you. Because you mean more than my life.”
Aldo kembali ******* bibir Keyla dengan ganas, namun ******* itu lebih sebentar dari sebelumnya hingga akhirnya Aldo melepas ******* itu dan memeluk Keyla dengan erat.
“Don’t leave me..”
💫
Aldo membuang niatnya untuk kembali ke kantor. Dia malah menemani Keyla seharian ini di rumah sakit untuk menjaga orang tuanya.
Saat ini mereka berdua sedang berada di kamar Viona.
“Oh ya, kayaknya anak mommy seneng banget nih, kenapa tuh?” tanya Viona.
Keyla menatap Aldo sambil terkekeh. “Eum.. Ngga ada apa-apa. Masa nangis mulu, air mata nya udah habis nii.”
“Diem lo!” nada bicara Keyla berubah ketus saat Andra yang menyahut.
Andra langsung menghampiri Keyla, lalu menjitak kening sang adik dengan pelan. “Songong lo ye bocil!”
Keyla berdiri lalu menengadahkan kepalanya dengan gaya angkuh. “Sialan! Gue udah dewasa masih lo bilang bocil!”
“Mau sedewasa apapun lo, lo tetep adik kecil gue! Ga ada seorang pun yang boleh nyakitin lo. Sekalipun itu orang terdekat gue.” Andra sedikit menyindir.
Andra sudah mengetahui bahwa Aldo yang ingin dijodohkan oleh anak teman bisnis Ayahnya. Andra tak terima kalau adiknya dimainkan seperti ini. Jadilah hubungan Andra dan Aldo sedikit renggang.
“Iya, iya! Bawel lo. Udah sana, jangan deket-deket.” Keyla mengarahkan tubuh Andra untuk berbalik lalu mendorongnya pelan.
Andra kembali berbalik menatap Keyla. “Heh, songong! Gue wangi gini lo jauhin,”
“Hih, singing! Gii wingi gini li jiihin.” Keyla mencibir. “Bicit.”
Andra, Fara, Viona dan Aldo tertawa melihat pergerakan bibir Keyla yang menggemaskan.
“Sssttt! Jangan pada ngeledek gitu.” Viona melerai.
“Nanti Aldo ilfeel lho, Key! Kalau lo ngomong nya kayak gitu.” sahut Fara.
Keyla menoleh ke arah Aldo lalu tertawa. “Ngga kan ya, Al? Tulus dia maa.”
“Bisa bedain dong, mana tulus mana yang setia. Modal tulus doang sih cowok diluaran sana bisa.” Andra ikut bersuara.
Keyla membulatkan matanya sempurna. “Abang, apaansi!”
Sedangkan Aldo hanya bisa tersenyum, tersenyum, dan tersenyum. Dia tak bisa melawan, ya karena memang yang dikatakan Andra benar adanya.
Aldo melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya dengan sekilas, lalu berdiri dan merapihkan kemejanya yang sedikit berantakan.
“Udah jam empat sore, saya mau pulang dulu. Assalamualaikum.” Aldo mencium punggung tangan Viona.
“Wa’alaikumussalam, hati-hati!” jawabnya.
Keyla berdiri mengikuti langkah Aldo untuk mengantar nya ke basemant rumah sakit. Saat sibuk menatap lorong rumah sakit yang sepi, Aldo menghentikan langkahnya yang diikuti Keyla.
“Ada apa, Al?”
“Eum.. Aku mau minta sekali lagi buat kamu ikut aku temuin anak teman bisnis Ayah.”
Keyla mengerutkan keningnya, namun, saat ia mau menjawab Aldo kembali bersuara.
“Biar Ayah tahu sebegitu nya aku ga mau kehilangan kamu. Ga mau kamu terganti dengan perempuan yang sebelumnya ga pernah aku kenal. Makanya aku ajak kamu supaya Ayah ngebatalin semua ini.”
Keyla menggeleng. “Aku pikirin dulu, aku butuh waktu. Kalau emang jalan berpisah itu lebih baik, ya memang nyata nya ga bisa dipertahanin.”
“Aku harap kamu mau. Maksud aku ngajak kamu bukan buat kamu lebih kecewa lagi sama aku, bukan. Yang aku mau biar semuanya jelas. Begitu juga hubungan kita.”
Keyla tersenyum. Tiba-tiba kepalanya berdenyut kencang, dan perutnya terasa seperti ditusuk ribuan pisau tak kasat mata. Perlahan kekuatannya berkurang, pandangannya melayang dan detik berikutnya Keyla kehilangan kesadarannya. Keyla pingsan!
Keyla kehilangan kesadarannya tepat dipelukan Aldo, dengan sigap laki-laki itu memeluknya dan menggendong Keyla ala bridal style.
“Key, kamu kenapa?” parau Aldo disela langkahnya.
💫
TBC.