Princess Levia

Princess Levia
Princess Levia :Chapter 7 : Perdebatan



Kini semuanya hening tidak ada yang bicara hanya menanti jawaban yang akan keluar dari mulut gadis mungil yang ada ditengah - tengah aula dengan tubuhnya bergetar dan ratu yang memegang tangan Levia seakan tidak berniat melepaskan Levia untuk pergi.


"Aku...aku..." ucap Levia gugup beserta takut dan panik yang jelas terpancar dari dirinya


"Ada apa Via? Katakan saja!" Ucap ratu Adelyna dengan lembut kearah Levia. Tiba - tiba sebuah angin yang besar memasuki ruangan yang menyebabkan beberapa debu mengepul membuat sekitar menjadi buram, semua orang terlihat menutup mata mereka untuk menghindari debu yang akan mesuk kedalam mata, ratu Adelyna yang tidak berniat memberikan kesempatan untuk lari pun segera memeluk Levia, hingga debu mulai turun membuat pandangan semua orang tidak buram lagi karena debu, kini tatapan mereka terarah pada ratu Adelyna yang memeluk Levia saat terdengar suara erangan kesakitan.


"Ugh..." Levia mengerang kesakitan saat Adelyna memeluk dirinya, tangan Adelyna menepuk bagian punggung Levia yang terkena cambukkan, darah yang ada dipunggung Levia mulai menempel pada tangan Adelyna. Adelyna yang merasa tangannya basah akan sesuatu pun melihat tangannya, terlihat darah yang masih segar, Adelyna yang tidak merasakan sakit apapun segera menyibak rambut Levia kesamping hingga terlihat punggung Levia yang mulai basah karena darah yang tidak hentinya keluar berwarna merah jelas karena gaun yang dipakai oleh Levia berwarna Putih bersih.


Semua orang yang ada disana terkejut saat melihat darah segar terus membekas dipunggung Levia bahkan gaunnya yang putih menjadi merah darah.


"Apa yang terjadi dengan punggungmu Via?!" Ucap Adelyna gelagapan serta khawatir dengan keadaan tubuh Levia, terlihat juga bibir Levia yang sebelumnya pucat kini bertambah semakin pucat.


"NAY!! APA YANG TERJADI DENGAN VIA?!!!" Teriak Adelyna kepada Nay, Adelyna memandang Nay dengan tajam. Dengan penuh ketakutan Nay mulai menceritakan semuanya. Sedangkan dalang dibalik semua luka dipunggung Levia hanya terdiam dengan wajah ketakutan.


"Ratu, putri Levia telah men- " belum selesai Nay berkata, Levia memotong perkataan Nay dengan teriakkan.


"Tidak!! Ini... luka yang saya dapatkan karena kecerobohan saya sendiri!!" Ucap Levia sedikit berteriak dengan wajah panik.


"Putri!! Anda tidak bisa seperti itu!! Saya tidak mau putri mendapatkan hukuman cambuk dari putri Nrowna tanpa alasan tertentu!!! Putri anda terluka cukup parah karena cambukkan sebanyak 10 kali!!! Saya mohon putri!! Jangan membuat diri anda menderita lagi, walaupun saya yang akan menggantikan putri sebagai gantinya!!! Saya rela!!" Teriak Nay yang sudah tidak bisa membendung tangisannya. Semua orang yang mendengar perkataan Nay tentu saja terkejut, ' hukuman cambuk sebanyak 10 kali?!' ,


'Hukuman dari putri Nrowna?!'


,Tanpa alasan tertentu?!'


Semua orang mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh Nay, hingga


"DASAR PELAYAN RENDAHAN!! BERANINYA KAU MEMFITNAH DIRIKU!!!" Teriak Nrowna dengan wajah merah padamnya sambil menunjuk Nay dengan jari telunjuknya.


"PUTRI!! KALAU ANDA INGIN MENGHUKUM SAYA, MAKA HUKUM SAJA!!! TAPI SAYA TIDAK INGIN MELIHAT PUTRI LEVIA MENDERITA!!! DIUMURNYA YANG BERUSIA 5 TAHUN SUDAH MENDAPATKAN HUKUMAN CAMBUK SEBANYAK 10 KALI TANPA ALASAN YANG JELAS!! ITU MEMBUAT SAYA MENDERITA SEKALIGUS PUTRI!!! PUTRI LEVIA MASIH KECIL!!!!!" teriak Nay yang sudah dibanjiri air matanya.


Semua mata memandang kearah Nay, terlihat matanya yang berkata akan kejujuran dan tidak takut akan hukuman demi majikannya yang menderita, sungguh seorang pelayan yang setia.


"Nrowna!!! Apa itu benar karena hukumanmu yang tanpa alasan yang jelas?!!!" Tanya Clyfro yang sedikit berteriak, ia tidak ingin malu didepan sahabat lamanya.


"TIDAK AYAH!!! ITU BUKAN - "ucapan Nrowna terpotong dengan perkataan lain.


"Tidak ayah!! Saya yang ceroboh hingga membuat kakak menghukum saya!!!" Teriak Levia dengan tangisannya yang deras.


"Putri saya mohon! Saya tidak ingin anda mendapatkan hukuman yang tidak jelas alasannya!!" Ucap Nay yang masih menangis kemudian ia beralih menatap para pelayan lainnya yang berdiri dari kejauhan.


"Para pelayan itu melihat sendiri bagaimana putri Nrowna menghukum putri Levia tanpa alasan yang jelas!!! Bahkan putri Nrowna mengatai putri Levia dengan 'gadis murahan' !! Walau pun putri Nrowna menghina saya yang memang rendahan ini tidak apa - apa!! Tapi jangan putri Levia yang masih kecil dan lemah itu!!" Teriak Nay. Para pelayan tidak ada yang maju ataupun menanggapi perkataan Nay hingga salah satu pelayan yang melayani putri Nrowna pun maju.


"Itu benar yang mulia, putri Nrowna menghukum putri Levia tanpa alasan yang jelas, saya mengatakan hal ini karena saya berada disana dan saya juga sudah lelah dengan tingkah putri pertama Nrowna yang semena - mena terhadap para pelayan termasuk saya!!" Ucap pelayan (1) itu tegas. Kemudian salah satu pelayan maju kedepan.


"Betul yang mulia, saya juga beberapa kali mendengar rencana putri Nrowna dengan selir pertama untuk menindas putri Levia, kami memang berada disana saat putri Levia dihukum cambuk sebanyak 10 kali tapi apa daya kami? Jika kami membantah kami juga akan mendapat hukuman!" Ucap pelayan (2).


"Benar yang para pelayan itu bilang yang mulia!" Ucap Nay memandang kearah Clyfro tanpa rasa takut. Nrowna yang sekarang dibicarakan hanya bisa ketakutan, walau ia sudah bisa dianggap pintar akan kelicikkannya tetapi ia hanyalah seorang gadis berusia 10 tahun.


"Cukup kak Nay!!" Ucap Levia yang memandang kearah Nay dan masih berada dipelukan Adelyna. Nrowna yang mendengar perkataan Levia entah mengapa merasa marah seperti ia telah dikelabuhi.


"Cih, pelayan saja kau panggil kakak sudah pasti kau hanyalah seorang gadis murahan!" Ucapnya tanpa sadar memandang sinis kearah Levia, Nrowna yang langsung sadar akan apa yang ia katakan pun segera menutup mulutnya dengan tangannya, selir pertama merasa khawatir akan keputusan Clyfro jika kalau menghukum putri kesayangannya itu.


"Yang mulia saya mengharapkan agar anda menghukum putri Nrowna atas ketidak adilan putri Levia!" Ucap Key yang pada akhirnya buka mulut dengan memandang Nrowna marah.


"Tidak Key!!!" Teriak Levia yang terlepas dari pelukan Adelyna dan memandang kearah Key. Semua orang yang mendengar panggilan Levia terhadap Key terbengong hingga ruangan itu menjadi hening, Key yang merasa terpanggil pun menoleh memandang kearah Levia yang terlihat kesakitan, Key berjalan melangkah mendekati Levia dengan tatapan cemas.


"Tidak Via! Dia harus mendapatkan hukumannya!" Ucapnya saat didepan Levia dan mengelus kepala Levia dengan lembut dan senyum yang ramah. Semua orang yang berada disana hanya diam hingga pada akhirnya Clyfro mengambil keputusan.


"Putri Nrowna akan mendapatkan hukuman cambuk 5 kali karena menghukum putri Levia tanpa alasan dan dikurung dikediamannya selama 3 bulan!" Ucap Clyfro yang menghela nafasnya. Selir pertama yang merasa hukuman yang diberikan Clyfro sedikit berlebihan pun ingin menyampaikan kekhawatirannya tapi dicegah oleh putranya sehingga ia hanya bisa diam. Nay dan Levis berniat kembali kekediamannya saat Nay berbalik terlihat juga banyak bekas darah dipunggung Nay.


"Nay, lukamu juga- " ucap Adelyna terpotong.


"Tidak apa - apa ratu, luka putri lebih parah dari pada saya." Ucapnya tenang, Nay menghampiri Levia berniat memapah Levis untuk kembali kekediamannya akan tetapi tiba - tiba tubuh Levia terjatuh dengan kesadarannya yang menipis. Nay yang ingin menggapai tubuh Levia pun terhenti saat seseorang menangkap badan Levia yang lemas.


"Aku akan menggendongnya, kau tunjukkan jalannya!" Ucap Key menggendong Levia seperti ia menggendong seorang balita dengan tangannya yang sebagai pangkuan tubuh Levia, Key menatap Nay, yang mengerti pun segera memberi salam pada semuanya dan berlenggang pergi bersama Key yang menggendong Levia dengan hati - hati, takut punggung Levia kesakitan disaat tangannya menyentuh punggung Levia yang memerah basah.


Ruangan diaula tengan menjadi hening hingga Clyfro berbicara.


"Jalankan hukumannya putri Nrowna!" Ucap Clyfro. Nrowna pun angkat bicara menanggapi perkataan Clyfro sebelum para pelayan menyeret dirinya.


"Tapi ayah, tidakkah hukuman cambuk 5 kali itu sedikit berlebihan untukku yang masih kecil?"ucapnya dengan wajah ketakutan.


"Hem... lalu apa kah kamu ingin dihukum seperti putri Levia yang dihukum olehmu?" Tanya Clyfro kecewa akan Nrowna, Nrowna hanya diam hingga para pelayan membawanya untuk mendapatkan hukuman cambuk sebanyak 5 kali.


_____________


Dikediaman Levia terlihat seorang anak kecil lelaki yang menggendong seorang gadis kecil dipangkuannya dengan punggung yang dibalut dengan kain. Mata gadis kecil itu mengeliat kemudian terbuka menampilkan manik matanya yang ungu kehitaman nan cantik, ia mengerjapkan matanya berulang kali hingga pandangannya mulai terlihat jelas.


"Ugh..." Levia mengerang kesakitan disaat ia merasakan sakit dipunggungnya. Key terbangun ia kemudian bertanya pada Levia.


"Levia... apakah ada yang sakit?" Tanyanya lembut.


"Em... kenapa kamu disini Key?" Tanya balik Levia yang menatap wajah Key dengan tatapan datar. Key yang ditatap pun keheranan dengan Levia, tadi diaula ia terlihat sangat kesakitan tapi sekarang hanya tatapan datar yang ada.


"Apa - apaan tatapanmu itu? Tadi sepertinya kamu kesakitan tapi sekarang apa? Hanya wajah datarmu itu yang ada seperti disaat kita bertemu dihutan." Tanya Key.


"Hem... itu...


_______________chp 7 end,______________