Princess Levia

Princess Levia
Princess Levia : Chapter 28 : Kabar Levia



Seorang anak berusia 9 tahun terlihat sedang menunggangi kuda dengan kecepatan tinggi. Anak itu adalah Key yang sedang dalam perjalanan untuk kembali ke kerajaan ayahnya. Ia berfikir jika ia harus memberitahukan hal ini pada ayahnya dan meminta tolong untuk mencari Levia.


Tentu Key tahu tentang Organisasi Darah Besi yang telah menculik Levia, tetapi ia tetep harus mencari Levia dengan bantuan ayahnya. Key tak ingin kehilangan teman pertamanya yang sangat berharga. Tanpa berhenti Key melewati gerbang dan jalanan yang ramai dengan kecepatan tinggi, beruntung kelakuannya itu tak menimbulkan korban.


Sesampainya diistana, tanpa menunggu kedatangan penjaga Key dengan gesit melompat dari atas kudanya dan berlari kencang menuju ruangan kerja ayahnya.


"AYAH!!!" Key berteriak sambil mendobrak pintu dari ruang kerja ayahnya, membuat orang yang ada didalam terkejut sampai berdiri dari tempat duduknya. Raja yang melihat anaknya pun menghela nafasnya, ia sungguh terkejut akan tingkah Key saat ini.


"Ada apa sampai kau berteriak seperti itu Key?" Dengan sabar raja menanyakan alasan mengapa putranya menemui dirinya yang sedang dilanda dokumen tentang kerajaannya. Key yang sedang mengatur nafasnya pun melirik ayahnya yang sudah duduk kembali dikursi miliknya.


"Ayah! Anda harus membantu saya!"


"Bantuan seperti apa?" Dengan heran raja Gurt bertanya sembari tangannya membalikkan halaman dari dokumen yang ia perhatikan.


"Ayah tolong kerahkan pasukan anda untuk mencari Levia!!" Perkataan yang keluar dari mulut putranya membuat kegiatan sang raja kembali terhenti. Dengan mata melotot yang terkejut ia bertanya pada Key ada masalah apa.


"Ada apa dengan Levia?"


"Levia, dia. Levia telah diculik oleh Organisasi Darah Besi setahun yang lalu. Mohon ayah untuk mencari keberadaan Levia!!" Raja yang mendengar terlihat semakin terkejut, ia yang semula menatap Key pun beralih memandang dokumennya. Ia merasa tak bisa melakukan apa pun untuk putranya ketika ia mendengar Organisasi Darah Besi.


"Maaf Key, ayah tidak bisa melakukan apa yang kau minta." Dengan tegas raja Gurt menatap mata Key lekat berharap jika putranya itu mendengarkan perkataannya. Sedangkan Key sungguh terkejut akan jawaban dari ayahnya, terlihat sangat jelas dari reaksinya.


"Tapi ayah _" Key yang ingin protes lantas langsung disela oleh raja Gurt agar putranya itu tidak keras kepala.


"Sebaiknya kau melupakan hal ini Key. Kita tak seharusnya mencampuri urusan orang lain." Kedua tangan raja Gurt kini menyatu sembari matanya tak lepas - lepasnya menatap wajah Key.


"Bagaimana ayah bisa berkata seperti itu?" Key memandang raja Gurt dengan sorot matanya yang nampak tak percaya akan apa yang dikatakan ayahnya.


"Bukankah Levia itu putri dari teman ayah?!" Key sekali lagi berteriak, ia dengan keras kepalanya berusaha untuk membuat ayahnya ikut andil dalam mencari keberadaan Levia.


"Levia itu hanyalah putri angkat, Key. Raja Clyfro pasti tidak akan melakukan hal tak berguna hanya untuk bocah yang dia temukan dijalanan." Raja dengan entengnya mengatakan hal itu yang mana membuat Key menjadi marah.


"Aku tak percaya ayah bisa mengatakan hal kejam seperti itu." Key mengatakannya sembari menatap lekat pada mata yang ada didepannya.


"Suatu saat kau akan mengerti Key. Ada kalanya kita tidak mencampuri urusan orang lain agar keluarga kita tetap selamat."


"Kau lupakan saja gadis itu, sebaiknya kau kembali keakademi dan belajar mulai besok." Key yang mendengarnya lantas sangat tak terima, tapi melihat sorot kedua mata ayahnya yang dingin membuat Key tak bisa terkutik lagi hingga ia pun pergi dari sana tanpa mengucapkan salam atau berpamitan yang membuat raja Gurt menghela nafasnya.


Keesokkan harinya, Key pun berangkat menuju akademi tanpa bisa melakukan perlawanan untuk bisa menemukan Levia. Selama perjalanan itu juga ia terus meminta maaf kepada Levia didalam kereta kuda yang ia naiki.


Berselang berapa hari itu, Key tak sengaja mendengar jika akademi memiliki murid baru. Padahal saat itu belum saatnya pendaftaran untuk masuk. Key pada awalnya tak mempedulikan hal itu tetapi suatu saat ketika ia mendengar ciri - ciri murid baru dari mulut siswa lain, Key pun lantas memiliki niat untuk menghampirinya.


Yang Key dengar adalah ciri - ciri seorang gadis dengan rambut hitam kelam serta matanya yang berwarna ungu permata sama seperti perawakan dari temannya yang hilang. Tetapi ada 1 kabar lagi yang membuat Key ingin segera bertemu dengan sang gadis, itu adalah tentang kepergian murid baru untuk kembali kerumahnya.


Pada saat itu keadaan masih pagi sehingga Key pun segera pergi kegerbang utama sembari berharap jika orang yang ingin ia temui masih belum pergi. Sesampainya disana, yang ia lihat dikejauhan adalah sebuah kereta kuda yang nampak 2 orang didalamnya serta 3 orang pria diluar kereta dengan tangan yang melambai. Gadis yang ada didalam kereta sangatlah familiar baginya, rambut hitam serta mata yang berwarna ungu layaknya permata. Dapat Key lihat jika gadis yang ia pandangi itu terlihat tersenyum dan memiliki banyak sekali emosi tidak seperti temannya yang hanya mempunyai ekspresi datar dengan banyak kebohongan disetiap aktingnya.


Kereta mulai berjalan membuat Key merasa senang ketika melihat wajah yang ia kenal telah nampak dimatanya. Key yang tak ingin mengganggu kebahagiaan temannya pun berniat kembali, ia yang berbalik melihat seorang gadis yang sedang berdiri sembari memandangi tempat dimana kereta kuda sebelumnya.


Key yang merasa gadis itu mengenal orang yang bepergian pun menghampirinya untuk bertanya mengenai siapa gadis yang ada didalam kereta kuda.


"Permisi." Sapa Key yang membuat sang gadis terkejut karena tak menyadari keberadaan dirinya. Gadis itu nampak berusaha untuk merendam rasa terkejutnya.


"Ah, iya?"


"Jika berkenan, saya ingin bertanya." Ucap Key yang nampak memperhatikan gadis masih muda dari pada dirinya itu.


"Bertanya tentang apa?" Balas gadis itu yang memperhatikan Key jika saja ia mengenal orang yang ada didepannya.


"Apakah kau mengenal gadis yang ada didalam kereta tadi?" Tanya Key yang nampak tak menunjukkan ekspresi apa pun selain wajah datar tanpa senyuman.


"Oh, dia itu Levia. Aku teman sekamarnya diasrama, apakah ada keperluan penting dengannya?" Dengan ramah gadis itu menjawab pertanyaan Key dengan senyuman. Gadis itu adalah Niiha, teman sekamar Levia dan teman pertamanya diakademi.


Key yang mendapati hal itu pun tanpa sadar tersenyum dengan sendirinya yang membuat Niiha terpesona akan wajah Key yang bisa dikatakan tampan diusianya yang masih muda.


"Ah, terima kasih akan info, kalau begitu saya pergi." Setelah mengucapkan itu Key lantas pergi begitu saja tanpa perlu berbasa basi lagi. Sedangkan Niiha hanya bisa diam mematung sembari berfikir kira - kira siapa orang yang menanyakan Levia.


°°•••°°


Key yang awalnya bahagia karena bisa bertemu dengan Levia kembali. Tetapi kebahagiannya tak berlangsung lama, keesokkan harinya ketika ia ingin kekelas. Lagi - lagi ia tak sengaja mendengar berita yang dikata sedang heboh. Para murid disetiap kali Key berjalan selalu bergosip tentang berita yang baru saja disebar luaskan sang kaisar menganai Levia yang sudah meninggal karena terjatuh kejurang akibat diserang oleh pembunuh bayaran.


Key yang sebenarnya tidak tau siapa orang yang sedang dibicarakan pun hanya diam tanpa memperdulikannya. Tetapi ketika ia dilorong secara tidak sengaja ia melihat gadis yang merupakan teman sekamar Levia menangis sendiri didepan jendela.


"Hiks, ... hiks Levia ... " Key yang sebelumnya tak memiliki niat pada Niiha pun menghentikan langkahnya ketika mendengar nama Levia keluar dari mulut si gadis. Rasa was - was mulai terasa ketika ia mendekati Niiha.


"Hei, kamu teman sekamarnya Levia!" Niiha yang merasa dipanggil pun tersentak dan langsung menoleh menatap siapa yang ada dibelakangnya. Ia dengan segera mengusap air matanya yang masih mengalir dengan punggung tangannya.


"Ah, ada perlu apa?" Dengan menahan tangisannya ia menanyakan keperluan orang yang sudah menghampiri dirinya sebelumnya.


"..."


Merasa diabaikan Key pun menaikkan nada suaranya yang membuat Niiha kembali tersentak.


"Cepat katakan!!"


"Itu, Levia ... " Key yang merasa geram pun semakin tak sabar ingin mendengarnya.


"Levia kenapa?!" Key berteriak merasa was - was. Lorong yang semulanya masih ramai kini perhatian terarahkan kepada Key dan Niiha. Niiha yang sudah tak tahan pun menjelaskan semuanya dengan dialiri air mata.


"Beritanya mengatakan jika Levia terjatuh kejurang yang dalam karena diakibatkan para pembunuh bayaran yang menyerang mereka saat dalam perjalanan kembali kerumah disiang hari kemarin!"


"Hiks, ... berita ini hiks! Beritanya berasal dari kaisar yang menyebar luaskan perihal kematian Levia." Key mematung, ini sudah yang kedua kalinya ia mendengar berita buruk mengenai Levia. Ia yang tak percaya mulai meninggalkan Niiha yang masih terisak sendirian. Tujuan Key saat ini adalah kembali kekerajaanya dan meminta agar ayahnya menyampaikan jika ia ingin bertemu dengan sang kaisar.


Jika ayahnya masih saja tidak membantunya, maka ia akan pergi sendiri menemui kaisar tanpa ada undangan. Walau itu akan mencoreng nama baik keluarganya ia sudah tidak peduli. Key yang tak ingin berlama - lama pun segera pergi kekandang dimana para kuda dirawat. Key dengan sekali lihat langsung memilih kuda bertubuh coklat gelap dengan rambut hitam.


Key yang menaikinya tanpa aba - aba lantas membuat sang kuda terkejut hingga menaikkan tubuh bagian depan sembari bersuara, tentu suara itu terdengar sampai ketelinga penjaga kuda yang tak jauh dari sana.


"Apa yang?!" Tanpa menyelesaikan ucapannya, ia dengan cepat berlari menuju kandang kuda. Ketika ia sampai hanya seorang bocah laki - laki yang sedang menunggangi kuda. Seragam akademi yang masih melekat pada tubuh Key membuat penjaga kuda menjadi tahu jika yang membawa kudanya tanpa ijin adalah salah satu dari murid akademi.


"MINGGIR!!!" Key berteriak pada para penjaga agar menghindar ketika ia ingin melewati gerbang yang dalam keadaan terbuka lebar. Para penjaga yang kaget menoleh memperhatikan apa yang terlihat mendekat.


Tetapi sesaat kemudian mereka tersadar jika keselamatan mereka dipertaruhkan, para penjaga pun menghindar tak ingin menaruh resiko jika tubuhnya menjadi terluka. Key yang tak mendapat halangan pun memacu kuda dengan semakin cepat. Melewati hutan dan beberapa kota serta desa tanpa henti membuat Key semakin cepat sampai ditempat tujuan begitu juga rasa letih pada tubuhnya yang kian terasa.


Key yang sudah melihat gerbang kerajaan pun memperlambat langkah kudanya. Ia yang sudah sampai didepan gerbang pun menarik tali kekang yang ia genggam membuat kuda yang ditingganginya memekikan suara. Tanpa jeda waktu Key langsung melompat begitu saja membiarkan kudanya diurus oleh penjaga disana. Dengan nafas memburu Key menuju ruang kerja milik ayahnya.


BRAK!!


Suara dobrakan pintu yang sangat keras itu membuat orang yang ada didalam ruangan merasa terkejut. Key langsung masuk begitu saja tanpa memberi salam kepada orang berpangkat raja yang adalah ayahnya itu.


"Ayah, kau harus membantuku!" Key berkata dengan wajah gelap sembari nafasnya yang tak teratur terlihat begitu jelas dari tubuh Key yang naik turun.


"Key, ..." Sang raja bergumam memanggil nama anaknya yang tengah menatap dirinya dengan dingin. Raja sebenarnya juga sudah mendengar kabar mengenai Levia, ia juga tau jika putranya yang ada diakademi pasti akan menemui dirinya tapi sungguh tak terduga kedatangannya begitu cepat.


"Ayah. Kau harus membantuku, kuharap kau tak menolak permintaanku seperti sebelumnya." Raja mengernyit merasa sangat tertantang akan tatapan tajam yang ditunjukkannya.


"Hm, tentu itu tergantung pada permintaan yang kau katakan." Balas raja dengan seringai yang membuat Key ada rasa marah terhadap ayahnya.


"Aku harap kau menerima permintaan apa pun itu." Ucapan Key lantas membuat salah satu alis raja Gurt terangkat.


"Katakan."


"Aku ingin kau mempertemukanku dengan kaisar!" Dengan tegas Key mengatakan bantuan apa yang ia butuhkan, sang raja yang mendengar sungguh terkejut dilihat dari raut wajah serta matanya yang melotot.


"Hm, permintaanmu itu cukup sulit untuk kukabulkan." Raja bersender pada kursinya sembari memikirkan permintaan yang dimintai putranya. Tangan yang memegang dagu, mata yang melihat sekitar nampak jelas apa yang ia peragakan, tak lama setelah itu raja pun mengatakan jawaban yang sudah ia pikirkan.


"Hm, jika itu yang kau inginkan. Akan ku beri kabar pada kaisar akan kedatanganmu jam 6 sore nanti." Wajah Key terlihat semakin lebih baik dari sebelumnya setelah mendengar apa yang telah dikatakan ayahnya.


"Kalau begitu saya pamit." Setelah itu Key langsung pergi meninggalkan ayahnya yang menatap punggung kecilnya.


Akibat rasa senang dihatinya membuat kaki Key berjalan begitu cepat. Ia yang tak sabar ingin bertemu kaisar pun segera menuju kediaman miliknya untuk bersiap.


Dengan dibantu beberapa pelayan, Key nampak begitu menawan diusianya yang masih 9 tahun. Key yang sudah bersiap pun berniat menghampiri ayahnya untuk mengingatkan nya jika Key akan pergi.


Sesampainya didepan pintu kerja sang raja, Key mengetuk pintunya selama 3 kali untuk memberitahukan kedatangannya.


"Pangeran Ikey datang menemui anda." Seseorang dari luar masuk sembari membisikkan akan kedatangan Key. Sang raja yang mendengarnya lantas menyuruh mereka untuk mempersilahkan Key masuk.


"Biarkan dia masuk." Dengan sekali perintah sang penjaga memberi hormat dan kembali ke luar pintu untuk mempersilahkan Key yang sudah menunggu diluar.


"Anda boleh masuk yang mulia." Key menatap penjaga itu sesaat dan kembali menatap kedepan sembari melangkahkan kakinya kembali.


"Ayah ... "


________________chp 28 end________________


RUNEA: Sorry akan keterlambatan kami saat up.


Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk up secepatnya. sebenarnya karena banyak halangan kami memiliki pikiran untuk hiatus tpi kami segera menghilangkan pikiran itu.


Kami akan berusaha up tpi itu belum tentu tepat dan tak tertentu.


SALAM DARI RUNEA~