Princess Levia

Princess Levia
Princess Levia :Chapter 27 : Ketahuan?!



Setelah Levia terjatuh kejurang, para pembunuh bayaran memilih untuk pergi karena misi mereka telah terpenuhi sebelum Kano dan yang lainnya menghabisi mereka semua.


Kano, Chin dan Zirun berlari menuju jurang untuk melihat keadaan Levia tanpa menghiraukan musuh mereka yang mencoba kabur. Tetapi yang mereka lihat hanyalah jurang tanpa dasar yang nampak begitu gelap, hal ini sempat membuat Kano ingin melompat tetapi dengan cepatnya Chin mencegah Kano sembari memeluknya sangat erat.


Kano yang dicegah pun merasa marah pada Chin karena tak melepas pelukannya. Ia berteriak meminta Chin untuk melepaskan dirinya tetapi Chin nampak tak menuruti kemauannya Kano.


"LEPAS!!! LEPASKAN AKU!!!"


"Aku ingin membawa Levia kembali, hiks." Kano tanpa sadar menangis karena tak bisa menyelamatkan adik satu - satunya. Mereka yang bersedih tidak menyadari kehadiran Aden yang nampak begitu banyak keringat bercucuran diwajahnya.


"Ada apa ini?" Aden yang tidak mengetahui jika Levia terjatuh kejurang pun bertanya. Mereka bertiga nampak kaget akan adanya Aden dibelakang mereka.


"Pak tua, Levia terjatuh kejurang." Zirun dengan lemasnya mencoba memberitahu apa yang barusan terjadi. Dikedua sudut matanya nampak jelas jika ia sangat bersedih tetapi tetap ia tahan agar tangisannya tidak pecah.


Aden yang mendengarnya sangat terkejut membuatnya melihat kearah jurang yang ada didekatnya. Merasa tak melihat apa pun ia memutuskan untuk menggunakan sihir penglihat jarak jauh dalam keadaan jurang yang gelap gulita.


Seketika ia pun tersentak melihat apa yang ada didalam membuatnya melangkah mundur karena tidak percaya akan apa yang ia lihat. Ia melihat Levia yang sudah tertusuk beberapa batu runcing dan banyaknya darah ditubuh Levia, membuat ia merasa tak tega akan keadaan Levia.


"I- ini?!" Zirun dan Chin yang masih mengendalikan emosinya pun menyadari jika Aden melangkah mundur dengan wajahnya yang nampak begitu terkejut.


"Apa yang kau lihat?" Chin bertanya dengan rasa was - was yang tiba - tiba ia rasakan.


"Aku melihat, jika Levia sudah_" Perkataan Aden terhenti akibat Kano yang menyela pembicaraan mereka.


"Apa? Apa yang terjadi pada Levia?!" Kano dengan kerasnya mendorong Chin membuat pelukannya terlepas, Kano tanpa mempedulikan hal lain pun segera menghampiri Aden dan menarik - narik bajunya agar segera memberitahukan apa yang terjadi pada Levia.


"Cepat beritahu!! Apa yang terjadi pada Levia?!" Zirun dan Chin segera menghampiri mereka berdua untuk menenangkan Kano yang dikuasai emosinya.


"Aku, melihat Levia yang sudah tertusuk bebatuan yang runcing." Dengan pelan Aden menjawab Kano. Mendengar balasan dari Aden membuat semua orang yang ada disana membeku.


"Apa tadi kau bilang?!" Chin berjalan menghampiri Aden dan dengan kasarnya ia menarik kerah baju milik Aden. Gerakkannya nampak seperti orang yang bersiap untuk memukul, matanya yang melotot tak terlihat keraguan sedikit pun ketika ia melayangkan pukulan miliknya.


"Hei!! Berhenti memukulnya!!" Dengan panik Zirun berusaha untuk menghentikan apa yang dilakukan Chin, tetapi terlihat jelas jika ia tak mendengarkan apa yang dikatakan Zirun. Chin berhenti memukul Aden dan melepaakan cengkramannya.


"Haha, tidak mungkin nona mati semudah ini!" Diawali tawa putus asa, Chin memandang keatas sembari menutup kedua mata miliknya dengan tangannya yang besar. Zirun yang melihat keadaan Chin lantas merasa kasihan tetapi apa yang bisa ia lakukan. Melindungi muridnya sendiri pun ia tidak bisa.


"Lebih baik kita kembali kekota dan melaporkan hal ini kepada kaisar." Aden dengan sendirinya mengambil keputusan karena melihat semuanya sedang bersedih membuat mereka tidak bisa berfikir jernih. Aden yang semulanya tersungkur akibat pukulan Chin mencoba untuk berdiri, dengan paksa Aden mendorong mereka untuk meninggalkan tempat itu.


Setelah kejadian itu mereka memilih jalan tersendiri untuk melanjutkan kehidupan mereka. Chin yang tak tahu harus bagaimana pun memilih untuk berkelana mengelilingi seluruh benua. Sedangkan Kano mulai berlatih lebih keras bersama Zirun yang telah menjadi gurunya. Kabar kematian Levia akibat terjatuh kejurang karena pembunuh bayaran yang tidak diketahui menyebar luas.


Kebanyakkan orang - orang tidak mengetahui Levia, sehingga kabar itu mulai tak terdengar lagi tetapi disuatu hari seseorang yang mengenal siapa Levia pun meminta ijin untuk bertemu dengan kaisar yang berkuasa saat ini. Orang itu tak lainnya adalah Key, putra ketiga dari raja Ourta. Key yang tidak mendapat kabar Levia selama setahun memutuskan untuk menemui raja Clyfro sang pemimpin kerajaan Nuis.


Kedatangannya yang tanpa memberi kabar membuat seluruh orang yang ada disana terkejut terutama raja Clyfro yang tahu jika kunjungan Key berkaitan dengan Levia. Raja Clyfro yang tak menduga jika pangeran Key akan datang hanya untuk menemui Levia, tak ingin membuat kejadian sebelumnya terungkap raja Clyfro memutuskan untuk menemui Key dan mengarahkannya agar tidak membahas Levia.


Didepan gerbang nampak Key turun dari kuda yang ia tunggangi, ia yang berusia 9 tahun sangat pandai berkuda membuatnya tak perlu menaiki kereta kuda yang memerlukan banyak orang. Key mengarahkan kudanya kepada salah satu prajurit digerbang dan segera melangkahkan kakinya untuk memasuki gerbang. Disana Key melihat raja Clyfro telah menunggunya disertai beberapa pelayan tentu itu membuatnya tak senang karena orang yang ia harapkan adalah Levia teman pertamanya.


"Salam kepada raja Clyfro. Maafkan atas kedatanganku yang tiba - tiba ini." Ucapnya yang memberi salam kepada sang pemimpin diwilayah yang ia pijaki saat ini. Raja Clyfro nampak tersenyum bangga akan statusnya sesaat dan menerima salam dari Key membuat Key yang sedikit menunduk menatap mata raja Clyfro secara langsung, akibat tinggi tubuhnya yang masih pendek sama dengan anak seumurannya ia harus mendongak untuk menatapnya.


"Mari masuk pangeran." Ucap raja Clyfro yang berbalik dan berjalan diikuti oleh Key dibelakangnya, disepanjang perjalanan Key selalu melihat sekeliling jika secara kebetulan saja ia melihat Levia ia akan menanyakan alasannya yang tidak memberi kabar. Tentu raja Clyfro mengetahui gerak gerik Key yang melihat sekeliling, seringaian mulai terlihat diwajah raja Clyfro. Mengingat jika keberadaan Levia telah menghilang ia memiliki ide untuk memperkenalkan putri nya agar bisa menjalin hubungan yang lebih dalam.


'Mungkin aku harus mengenalkannya dengan para putriku agar bisa melupakan gadis pengacau itu!'


"Em, maaf raja. Kedatangan saya kali ini adalah untuk_" belum sempat Key menyelesaikan kalimatnya raja Clyfro buru - buru memotong perkataan yang akan ia ucapkan. Tentu itu membuat Key curiga.


"Bagaimana kabar ayahmu?" Tanya raja Clyfro tanpa perlu menatap atau berbalik. Ia masih berjalan menuju keruang kerja miliknya agar Key tidak memiliki inisiatif untuk menemui Levia.


"Ayah baik - baik saja begitu juga dengan semuanya." Balas Key yang menatap punggung raja Clyfro dengan tajam. Ia ingin segera menemui Levia tetapi orang yang ada didepannya ini sangat mengganggu.


"Dimana Levia?" Key yang tak ingin berlama - lama memutuskan untuk bertanya. Raja Clyfro berhenti berjalan tetapi sesaat kemudian ia kembali melanjutkan langkah kakinya tetapi sedikit lebih cepat dan Key menyadari hal itu.


"Raja, dimana Levia? Aku ingin bertemu dengannya." Ucap Key dengan nada bicaranya yang sangat datar tidak seperti sebelumnya yang masih ramah, ia sudah tak tahan lagi dengan perilaku raja Clyfro yang tidak mempertemukannya dengan Levia.


Langkah kaki raja Clyfro kembali terhenti ketika ia menyadari jika Key tidak mengikutinya. Ia berbalik menatap anak berusia 9 tahun yang memasang wajah dingin.


"Baiklah." Tak ingin membuat keributan, Key menyetujui saran yang diberikan oleh raja Clyfro walau Key sudah sangat curiga akan tingkah lakunya.


Diperjalanan menuju kediaman ratu Adelyna Key dan raja Clyfro yang diam tanpa berbincang - bincang membuat suasana menjadi canggung dan mencekram. Biasanya anak kecil akan selalu aktif entah itu bertanya atau bergerak tetapi dilihat sekilas saja Key sangat berbeda, ia tak banyak bicara tetapi selalu menjawab pertanyaan yang diajukan padanya.


Ditengah perjalanan seorang pelayan berlari menuju rombongan Key dan raja Clyfro. Ia yang sudah berhenti disamping raja meminta ijin untuk berbicara mengenai apa yang ingin ia sampaikan. Raja pun mengijinkan yang membuat pelayan itu mengambil nafas terlebih dahulu.


"Yang mulia selir pertama pingsan dikediamannya yang mulia." Ucapnya yang membuat raja Clyfron tersentak, ia yang ingin memastikan kondisi selirnya pun mengatakan niatnya kepada Key walau ia sangat ragu untuk meninggalkan Key disana.


"Pangeran sepertinya saya tidak bisa menemani anda saat ini. Saya akan memastikan keadaan selir setelah itu saya akan kembali lagi." Ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan Key. Key kembali berjalan menuju kediaman ratu Adelyna diikuti oleh 1 orang pelayan wanita dan 1 orang prajurit sebagai pemandu jalan.


'Tak kukira dia akan sekhawatir itu dengan selirnya. Apalagi itu adalah ibu dari putrinya yang mencelakai Levia.' Key memandang kedepan dengan aura nya yang dingin ketika ia memikirkan gadis yang membuat Levia terluka seketika kedua orang yang mengikutinya merasa bergidik.


Key yang sudah sampai dikediaman ratu Adelyna pun memberitahukan jika kedatangannya tidak perlu dikatakan. Ia akan kesana dan menjenguk ratu Adelyna seperti bibinya sendiri agar tidak ada salam hormat yang begitu formal.


"Dimana ratu?" Tanya pelayan wanita yang ada dibelakang Key kepada penjaga yang menjaga pintu masuk. Penjaga yang menjawab pun berkata jika ratu ada ditaman belakang bersama kedua putra nya. Pelayan wanita itu kembali berjalan menuntun agar Key yang tidak mengetahui tata letaknya tidak tersesat.


Ketika Key sudah sampai, yang ia lihat adalah ratu Adelyna tengah berbincang - bincang dengan kedua putranya yaitu Jimkey dan Yonre sembari duduk dibak yang terbuat dari batu. Dipangkuan ratu terdapat seorang bayi mungil yang terselubung kain, bayi itu nampak tertidur dipangkuan ibunya.


Key yang berjalan pun berniat menghampiri ratu Adelyna beserta putranya. Tetapi sesuatu yang mereka bicarakan membuat langkah Key terhenti.


"Jika saja Levia ada disini, dia pasti senang melihat adik barunya." Ucap ratu Adelyna dengan senyum sayunya, ia ingat kejadian yang membuat Levia tak lagi ada disisi mereka. Jimkey yang mendengar ibunya membahas Levia pun segera membalasnya.


"Ibunda, anda jangan membahasnya lagi atau ayah akan marah nanti!"


"Tapi tidak ada orang lain disini Jim, hanya kita yang mendengarnya. Aku tau jika kalian juga merindukan Levia yang entah dibawa kemana oleh orang itu." Ratu Adelyna nampak begitu sedih, dulu ia yang tak bisa membatah suaminya membuatnya harus kehilangan Levia. Apa salah Levia hingga suaminya tega membiarkannya dibawa pergi begitu saja.


Yonre yang mendengarnya hanya diam karena tak tau harus bagaimana, dulu ia juga tidak tau harus berbuat apa untuk menyelamatkan adiknya membuatnya seperti tidak berguna.


"Bunda. Kita tak seharusnya membahas hal ini lagi, karena membicarakannya hubungan bunda sampai harus merenggang dengan ayah." Jimkey nampak memalingkan wajahnya begitu mengatakan apa yang ia khawatirkan. Ratu Adelyna terlihat menunduk merasa jika suaminya telah berubah entah karena apa.


"Karena ayahmu juga Levia jadi dibawa pergi. Pada saat itu kenapa dia tak mengejarnya. Sebenarnya siapa orang itu sampai - sampai kamu juga dibuat bergeming?!" Ratu Adelyna menatap putri kecilnya yang begitu mungil dan tak berdaya seperti keadaan Levia saat itu. Key yang memperhatikan dari jauh lantas terkejut saat mendengar pembicaraan yang mereka bahas.


"Dia orang yang tak seharusnya kita singgung." Ucap Jimkey dengan nadanya yang lemah berharap ratu Adelyna tak bertanya lebih jauh lagi. Tetapi ratu Adelyna nampak semakin ingin mengetahui siapa orang itu.


"Siapa? Siapa orang yang tak seharusnya kita singgung itu?!" Ratu Adelyna bertanya dengan nadanya yang terdengar gemetar. Yonre lantas menatapnya dengan perasaan khawatir. Jimkey menghela nafasnya tak bisa lagi untuk tidak menjawab pertanyaan ibundanya.


"Dia adalah orang dari organisasi Darah Besi. Kudengar organisasi ini dibentuk oleh salah satu dari keluarga kekaisaran, tapi banyak orang berkata jika organisasi ini seperti pembunuh bayaran. Menerima uang dan menjalankan misi yang diberikan oleh pembayar."


"Jadi bunda, kita tak bisa seenaknya menyinggung seseorang yang lebih berbahaya, seperti Keluarga kekaisaran." Jimkey dengan hati - hati menjelaskan agar tidak ada yang mendengarkan hal ini kecuali mereka tetapi harapannya pupus ketika ia melihat seorang anak lelaki berumur 9 tahun tengah terdiam ditempatnya dengan kepalanya yang menunduk.


Kedua pelayan yang ada dibelakang nampak begitu khawatir. Bukan khawatir akan keadaan Key melainkan khawatir akan nasib mereka sendiri. Raja Clyfro pernah berpesan jika kejadian 1 tahun yang lalu tidak boleh sampai ketahuan oleh disiapa pun diluar istana jika hal itu sampai terjadi bisa - bisa kepala mereka melayang dan terputus dari lehernya.


Dengan langkahnya yang cepat ia berlari menuju kearah Jimkey dan tepat didepannya ia berhenti, hal ini membuat jantung Jimkey berdegup lebih kencang dengan keringat diwajahnya.


"Tadi, ... kau bilang jika Levia dibawa pergi oleh orang dari organisasi Darah Besi?!" Key berteriak sambil bertanya, ia ingin memastikan jika yang ia dengar tidaklah salah. Jimkey yang ditanya nampak begitu gelagapan tak tau apa ia harus berkata jujur.


"Benar Key, Levia dibawa pergi setahun yang lalu." Dengan lemah ratu Adelyna menjawab Key, tentu ia tau jika Levia berteman dengan Key, pangeran dari kerajaan Ourta. Key secara spontan melangkah mundur sembari menggumamkan sesuatu.


"Aku, ... aku harus mengatakan hal ini pada ayah!" Dengan cepat Key berlari menuju gerbang dimana ia masuk tadi, melihat kudanya masih ada didepan ia dengan gesitnya melompat yang membuat prajurit sekitar terkejut. Tanpa memedulikan hal lain Key segera menarik tali kekangnya dan pergi menunggangi kuda dengan kecepatan yang tinggi menuju kerajaannya.


Sedangkan ratu Adelyna, Jimkey dan Yonre hanya bisa diam ditempatnya tanpa tau harus bagaimana lagi.


______________chp 27 end_______________


Hehe saya upnya terlambat, seharian ini sibuk jdi hampir lupa jika hari ini adalah jadwal up. yg penting dah dilakukan dari pada eggk.


RUNEA~ : Kami hanya berharap disetiap kali kami up ada 1 komentar yang membuat kami semakin semangat untuk melanjutkan. Setidaknya tinggalkan jejak jika kalian membaca cerita ini.


:)


SALAM DARI RUNEA! ~ ^^