Perfect Love My Boss

Perfect Love My Boss
BAB 8



"Antarkan aku kekantor Zil, terimakasih atas jamuannya siang ini" ujar Key


"Bagaimana bisa kau berterimakasih kepadaku, bahkan kau saja belum memakan sedikitpum makanan keperutmu. Aku yang seharusnya minta maaf kepadamu." Tegas Zil


"Kamu nggak salah apa apa Zil" ucap Key


"Ya udah, kamu jangan lupa makan siang ya Bie" ucap Zil sambil menggoda Key


"Iya Zil. sahut Key sambil memasuki kantor.


Saat Key memasuki pintu kantor. Ada seorang kurir yang berjalan ke arah nya.


"Siang nona! Apakah benar anda yang bernama Kafendra?" Tanya kurir


"Iya benar pak" jawab Key


"Ini ada paket untuk nona" ucap kurir sambil memberikan sebuah box berukuran sedang kepada Key


"Tapi pak, saya tidak pernah memesan apapun" ujar Key


"Disini tertera nama nona. Saya hanya menjalankan tugas nona" ucap kurir sambil setengah menunduk pertanda akan segera pamit untuk pergi.


Key masuk keruangan segera membuka box tersebut. Key sangat penasaran apa isi box tersebut. Dan dia tidak memesan barang apapun. Kenapa tiba tiba ada paket tertuliskan namanya.


Ternyata isi box tersebut ialah steik sapi, salad, dan minuman. Key bergumam "siapa yang mengirimkan ini padaku? Zil? dia sangat mengerti aku saat ini. dia tau sekali aku sangat lapar. Bahkan aku belum sempat makan tadi. Dasar pria angkuh gila!" gerutu Key sambil mengunyah steik sapi tersebut


"Hallo tuan Zein! pesanan anda sudah diterima oleh nona Key" Ujar kurir pengantar makanan


"Ok" sahut Zein dingin sambil mematikan ponselnya.


"Aku tau dia lapar, anggap saja itu permintaan maaf ku kepadanya" lirih Zein berbicara sendiri


sore itu, Key sudah pulang duluan sebelum jamnya pulang. ia tak ingin berpapasan dengan Zein. Hatinya sangat kesal dengan perlakuan Zein siang itu. Key langsung pergi menuju kediaman Zein. menyelesaikan tugas tambahannya.


"Sampai kapan aku menjadi pembokat seperti ini. Jika ibu tau habis aku diomelin" Ucap Key seraya berkata sendiri sambil membereskan dapur.


Key sudah selesai memasak untuk makan malam.


"Akhirnya semua pekerjaanku selesai" ujar Key sambil memijat kecil tengkuk lehernya.


Seketika Key berbalik kearah belakang, Key kaget melihat ada leleki yang telah berada di belakangnya.


"Ternyata kau sudah berada disini. Beraninya kau membuatku menunggu. Tanpa mengabariku" Zein menatap mata Key seolah ingin menerkamnya


Key hanya diam tak berkata sepatah katapun. malah ia pergi dari hadapan Zein. sontak Zein langsung menarik tubuh Key, ia terjatuh di dada atletis itu.


"Aromamu sangat harum sekali, andai saja kau bukan srigala. Mungkin aku akan tergila gila padamu yang begitu sempurna benak Key


Mereka saling bertatap satu sama lain. Zein memandang Key dengan penuh arti. begitu juga sebaliknya dengan Key. Cukup lama mereka saling memandang. Namun pandangan itu, pelukan itu buyar ketika telpon Key berdering.


"Halo Key! apa besok kamu ada acara?" Sapa Zilky


"Tidak Zil, emangnya kenapa?" ucap Key


"Besok kamu libur kan?"


"iya"


"Kalau kamu ada waktu, besok kita jalan ya. Jam 9 aku jemput kamu"


belum sempat Key menjawab iya, Zein menarik ponsel Key lalu menutup telponnya.


"Siapa? aktor playboy itu?" tanya Zein kesal


"Kenapa anda mencampuri urusan pribadi saya? apa hak anda?" sahut Key sambil mengambil ponselnya yang ada di genggaman Zein


"Apa apaan kau? bagaimana bisa kau membuat aturan seenak jidatmu saja" Ketus Key


"Baiklah, aku akan menelpon atasanmu. Bahwa kau telah membatalkan kerjasama secara sepihak" Ancam Zein sambil mengambil ponsel dari saku celananya.


"Kau ini! Key membentak sembari pergi meninggalkan Zein menuju area kolam renang yang ada diruang belakang.


Zein tersenyum saat melihat Key tak melakukan perlawanan.


"dan satu lagi, kau baru boleh pulang ketika sudah berpamitan denganku" teriak Zein menjelaskan kepada Key yang hampir menghilang dari hadapannya.


Key menghela nafas panjang setelah apa yang terjadi hari ini


"Ya ampun, ujian apalagi ini. Setiap hari aku harus berada disisinya. Lelaki gila, aneh, dasar tak waras! Key sangat kesal mengacak acak rambutnya.


"Sampai kapan aku akan melakukan ini? gumam Key lirih


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 8. Tapi Zein belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Mana sih pria aneh itu, kenapa belum keluar juga dari kamarnya. Apa dia sengaja membuatku menunggu lama. Batin Key


Zein keluar dari kamarnya, ia melihat kesetiap sudut ruangan. Namun Zein tak melihat Key ada disana.


"Beraninya wanita itu kabur setelah kuberikan ancaman" ucap Zein


Zein berjalan menuju dapur hendak makan malam. Ketika ia melewati ruang tv ia melihat sosok yang tak asing. Ia mendapati Key yang tengah berbaring disofa.


"Saat tidur saja kamu terlihat cantik." Gumam Zein sambil mengangkat tubuh Key kekamarnya.


Zein merebahkan tubuh Key dikasur, lalu menyelimutinya.


"Dream me please! ucap Zein pelan sambil mengecup kening Key


Pagi itu matahari telah memancarakan sinarnya. Sayup sayup Key membuka mata, dilihat pandangan sekeliling ruangan yang tak ia kenali. Interior kamar yang begitu elegan, dengan dinding bewarna grey berpadu putih.


"Aku dimana?" Key melihat selimut yang menutupi tubuhnya.


"Apa yang telah kulakukan semalam?" Key membuka selimutnya ternyata pakaiannya masih lengkap.


"Lalu kenapa aku bisa tidur disini?


Key mengingat kembali kejadian tadi malam.


"Astaga aku tertidur diruang tv. Apa dia yang mengangkatku kesini? berarti dia yang menyelimutiku. Kenapa dia berlagak sok baik, bak pangeran yang menggendong putrinya ke singgasana. Dasar pria aneh!" Key memikirkan hal yang terjadi padanya. Key berdiri menuju ruang tv hendak mengambil tasnya. Lalu hendak kembali ke rumah mungilnya


"Hey, kamu mau kemana?" tanya Zein yang sedari tadi melihat tingkah laku Key.


"Pulanglah. Menurutmu aku mau kemana lagi. Setelah seharian aku tak mandi." sahut Key ketus


"Aku sudah membelikanmu pakaian, mandilah. Setelah itu kita akan pergi kesuatu tempat. Ucap Zein tegas


"Baiklah" ujar Key dengan memanyankun bibirnya menyetujui secara terpaksa. Bahwa ini ialah tugasnya. Setelah mengambil pakaian yang diberikan oleh Zein. Key langsung menuju kamar mandi yang ada diruang tengah.


"Oia, mandinya di toilet kamarku saja. Kran airnya sedang macet. Nanti baru akan diperbaiki. ucap Zein


Key hanya mengangguk pelan.


di dapur, Zein memasak nasi goreng sea food kesukaannya. Semenjak Zein tinggal dirumah sendiri, ia mulai terbiasa untuk memasak. dan masakannya tidak kalah enak dari restoran.


Setelah Zein selesai memasak, ia menambahkan saus di piring yang sudah diletakkan nasi goreng. Saat Zein hendak mengambil sendok dan garpu bajunya terkena saus.


"Terpaksa deh ganti baju lagi" ucap Zein