Perfect Love My Boss

Perfect Love My Boss
BAB 18



"Ada angin apa tu makhluk kutub Utara. Kenapa dia jadi sok baik sih! Kenapa rumahku jadi Serapi ini? Apa dia juga yang membersihkan nya? Astaga bagaimana dengan ****** dan bikiniku? Aku kan jadi malu. Uh, dasar makhluk aneh. Sebentar-sebentar kasar, bentar-bentar jutek, bentar-bentar marah eh ini udah baik. Aneh tu bocah" Key ngedumel sendiri


Hari ini Key tidak berangkat ke kantor iya tidak bekerja seperti biasanya. Key sudah memberikan pesan kepada Mia bahwasannya iya tidak bisa masuk hari ini dikarenakan ia sedang tidak enak badan.


Tiba-tiba ponsel Key berbunyi tertera nama Mia di layar ponsel


"Halo Key kamu sakit apa? aku kesepian nih kamu gak ada di kantor nggak ada deh teman aku buat ngegosip" ucap Mia


"aku cuma sedikit demam aku nggak papa kok kirain ada apa ternyata cuma gak ada teman gosip doang! "ucap key


"kangen juga iya sih! kamu cepat sembuh ya biar cepat ke kantor kita bisa bareng lagi deh " sahut Mia


" iya mi makasih ya kamu doain aku cepet sehat biar aku bisa pendengar setia gosip kamu terus hehehe bercanda "ujar Key


"oke deh aku lanjut kerja ya Key. bye!" pamit Mia


"iya Mi." imbuh Key


Saat melempar hp-nya di atas meja ponselnya berbunyi kembali nama bos angkuh di layar ponsel


"Gimana keadaan kamu udah baikan? "tanya Zein


"Iya lumayan udah baikan kok kamu nggak perlu ke sini pulang kerja aku udah nggak apa-apa. "jawab Key


"Oh baguslah kalau gitu jaga kesehatan ya aku tutup dulu teleponnya bye "pamit Zain


"Bye makasih ya!" pamit Key kembali


"Astaga Ada angin apa sih makhluk aneh ini? Aku jadi bingung dibuatnya terkadang baik terkadang jahat." Ucap Key sambil mengernyitkan alisnya.


Key kembali meletakkan ponselnya diatas meja. Namun ponselnya kembali berbunyi.


"Astaga siapa lagi sih? gumam Key tanpa melihat layar ponselnya.


"Apalagi sih? aku udah baikan kok. aku udah gak sakit lagi." sahut Key yang langsung nyerocos


"Key, ini aku Zil. maaf ya aku ganggu kamu" ucap Zil


"Eh Zil, aku kira makhluk aneh yang menelponku" Ujar Key


"Siapa sih makhluk aneh itu aku ya bie? "tanya Jil


"Bukan kamu kok Zil teman aku tadi "jawab key


"Kmu lagi sakit ya? aku ke sana sekarang tunggu aku di rumah kamu. "ucap Zil


"Nggak nggak usah Zil aku udah baikan kok " tutur Key


"tut tut tut"


Namun Zil sudah memutuskan sambungan telepon


"Astaga, zill mau ke sini lagi. Aku lagi males terima tamu. Y udah deh"ujar Key


Zil mengendarai mobilnya dengan laju ia menuju ke sebuah toko bunga untuk membeli buket bunga.


"Permisi, saya cari mawar ungu mbak" ucap Zil


"Ini mas mawarnya. Untuk pacarnya ya?" tanya Danis penjual bunga


"Saya sih berharapnya gitu mbak" ucap Zil sekilas membuka topinya.


"Semoga segera bersatu ya mas. Ini saya tambahin setangkai mawar hitam" Ucap Danish


"Eh, bentar mas! Sepertinya wajah masnya saya kenal deh. Ya ampun, oppa Zilky. Mau foto dong! ini oppa ada buket bunga lagi gratis untuk oppa. Sekalian endorse kan ya opa. hehehehe" Ujar Danish yang mulai salah tingkah dengan Zil


"iya Terimakasih ya. Bakalan saya endorse. Buket bunganya bagus banget" ujar Zil


Tak lupa juga Danish meminta selfie kepada Zil.


"iya sama-sama" sahut Zil sambil membayar bunga yang dibelinya.


Zil keluar menuju mobilnya. Setelah itu ia menuju toko bakery. Saat semuanya terbeli Zil langsung tancap gas menuju kos Key.


Sesampainya di rumah Key.


"tok tok tok"


Key menuju arah suara yakni pintu rumahnya


"Eh Zil, masuk! sapa Key sambil mempersilahkan


"Makasih ya Key" Zil masuk dan duduk di sebuah sofa mungil milik Key.


Key berjalan ke dapur untuk membuat kan minum untuk Zil. Namun Zil menarik tangan Key.


"Gak usah Key, aku disini jengukin kamu. Kamunyakan lagi sakit gak usah banyak gerak ya. Ini aku bawain makanan untuk kamu. Aku gak tau kamu suka nya apa. Jangan lupa dimakan ya" Ucap Zil


"Ya ampun Zil, gak perlu repot-repot. Aku gak apa-apa. aku udah baikan" ujar Key


"Gak ada yang aku repotkan bie. Liat wajahmu terlihat pucat." Kamu sudah sarapan?" Tanya Zil


"Udah Zil." jawab Key


"Baguslah, kamu cepat sembuh ya Bie. Maaf aku gak tau kalau kamu lagi sakit. Lain kali kalau ada apa apa hubungi aku ya." ucap Zil sambil mengelus kepala Key


"Iya Zil. Makasih untuk semuanya." sahut Key


"Eh iya ini untuk kamu" Zil menyerahkan 2 buket bunga.


Yang satu berbentuk hati, yang satu lagi berbentuk boneka.


"Wah, bagus sekali Zil. Aku suka ungu, bonekanya comel banget. Makasih Zil makasih banget." Spontan Key memeluk Zil tanpa sengaja. Key tersadar akan pelukannya.


"Eh, maaf ya Zil. aku reflek" ucap Key sadar akan kelakuan nya


"Lama juga gak apa-apa" Zil tersenyum kemenangan


"ih,, kamu genit!" imbuh Key


Tiba-tiba saja Zil berlutut di hadapan Key.


"Bie, aku menyayangimu. Aku gak tau darimana rasa ini muncul. Namun inilah perasaan ku sesungguhnya" Zil mengungkapkan isi hatinya


"Zil, kamu lagi latihan akting?" tanya Key yang mulai heran akan pengakuan Zil


"Aku serius Bie. Maukah kamu jadi kekasih ku?" Tanya Zil, jantungnya mulai berdebar tak karuan


"Zil, aku gak bisa jawab sekarang. Aku butuh waktu." jawab Key


"Iya Bie gak apa apa. Aku paham, mungkin ini terlalu cepat buat kamu. Sehingga membuat kamu begitu kaget. Tapi percayalah ini perasaan aku dari lubuk hati ku yang paling dalam." Ujar Zil


"Maaf ya sekali lagi aku belum bisa jawab." ucap Key mulai terbata bata


Zil memandang ke seluruh sudut ruangan. Matanya tertuju pada sebuah pakaian. Yang tak lain ialah sebuah sweater.


"Bie, itu sweater siapa?" Tanya Zil


"Astaga pria aneh itu. Kenapa meninggalkan sweater nya disini?" batin Key


"i itu Sweater ku Zil, udah lama banget belinya. Kenapa? jelek banget ya?" sahut Key gelagapan


"Yakin itu belinya udah lama? soalnya itu baru keluar 3 hari yang lalu, Limited edition Bie. Fashion kamu bagus juga Bie. Ternyata aku gak salah pilih." Ucap Zilky


"Hehehehe" Key hanya tersenyum cengengesan