Perfect Love My Boss

Perfect Love My Boss
BAB 2



"Bagaimana kita akan melacaknya sekretaris Hana. Bahkan namanya saja aku tak tau." Sambil mondar mandir berjalan seperti memikirkan.


"Akhh,,, bagaimana bisa aku curhat denganmu sekretaris Hana. Sudahlah, kamu boleh keluar dari ruanganku. Jangan lupa buatkan kopiku"


"Baiklah pak, saya senang menjadi pendengar terbaik anda. Jika ada yang bisa saya bantu lagi, dengan sigap saya akan membantu Bapak".


sembari memasuki lift sekre Han bergumam sendiri.


"Apa, seorang wanita berani menghina Direktur Zein. Siapa wanita itu? Apa Direktur Zein sudah moveon dari Artis cantik Kareen? Kepala Hana dipenuhi tanda tanya penasaran. Siapapun yang melihat Direktur Zein semua akan tertegun melihatnya dan ingin memilikinya. Wajahnya yang tampan dan postur tubuhnya yang atletis. Bak Pangeran dari singgasana"


Zein pernah mengalami patah hati yang cukup dalam, sehingga membuat dirinya hampir kalut dalam kebangkrutan. Seorang Artis cantik bernama Kareen Sprechelson itu mampu membuat Zein hanyut dalam percintaan. Kareen meninggalkannya demi ketenaran semata. Ia di kontrak oleh Perusahaan asing, selama 2 tahun. Ia menjadi Brand Ambasador sekaligus beradu acting dengan artis Internosional lainnya. Kareen yakin dengan ini, namanya bisa melejit sebagai Artis Internasional terpopuler. Seiring berjalannya waktu Zein mulai terbiasa tanpa kehadiran Kareen disisinya. Entah ia sudah melupakan Zein, entah sudah mengubur kenangan mereka dalam-dalam. Entahlah, hanya seorang Zein lah yang mengetahuinya. Zein yang sifatnya sangat tertutup kepada semua orang, tidak mudah untuk menebak seorang Zein hanya dengan sekali bertatap. Bahkan sering bertatap pun tidak dapat menebaknya. Sehingga tidak ada seorang pun yang paham akan sosok Zein.


*********


Keesokan harinya, Key sudah berangkat ke kantor. Sesampainya dikantor ia langsung dikerumuni oleh para staff karyawan lainnya.


Terutama Mia yang sedari tadi menunggu Key untuk mewawancarainya. Sudah banyak pertanyaan yang membuatnya sangat penasaran. Serta rasa ke khawatirannya yang begitu dalam kepada sahabatnya itu.



Almia Blenzki


"Key kamu enggak apa apa kan? Apa ada yang terluka Key? Aku mengkhawatirkanmu, tapi maaf kalau aku nggak bisa kesana. you know lah, proposal harus deadline Key. I'm so sorry sob!" dengan penuh haru Mia memeluk sahabatnya itu.


"Aku enggak apa apa Mi, enggak ada yang perlu di khawatirkan. Hanya sedikit luka kecil" Sambil tersenyum manis dan menunjuk luka yang ada disikunya.


"Tapi waktu aku telpon kamu yang angkat cowok, Siapa dia? gebetan kamu? atau Pacar kamu? kenapa kamu enggak pernah kenalin ke aku sih Key?" Mia bertanya tidak henti, tanpa memberikan waktu untuk Key menjawab.


"Aduh Mia apaan sih! Siapa juga yang punya pacar."


"Jadi kemaren itu siapa? Jelasin ke aku!"


"Iya iya aku jelasin. Cowok itu yang nabrak aku, dia bertanggung jawab bawa aku ke Rumah sakit"


"Huffff,,,, beraninya dia nabrak sahabat aku. Kalau aku disitu udah aku pites tu cowok" Mia ngedumel kesel


"Yakin? emang kamu berani?"


"hehehe enggak sih!" cengengesan dengan senyum melebar


"Tapi Mi, yang parahnya dia malah nuduh aku pura pura ketabrak buat ngerampas hartanya. Emang, tampang aku mirip tukang palak!!!!"


"Gila ya tu cowok, udah nabrak masih berani nuduh orang sembarangan. Kenapa gak kamu jotos aja mulutnya" dengan kesalnya dan meremas botol minum kosong yang ada di meja cubicle


"udah Mi, aku yang ke tabrak kok malah kamu yang kesal"


"Gimana nggak kesal Key, udah nabrak malah nuduh seenak jidatnya kalau kamu mau malak dia"


"Ya udahlah Mi, aku juga udah baik baik baik aja kok! Kamu gak perlu khawatir lagi ya. Aku kan udah disamping kamu"


"Ya ampun Key, kamu emang Bestfriend aku yang paling baik deh!" sambil memeluk Key dengan erat. dan mereka saling berpelukan satu sama lain.


"Kalau gitu, kita lanjut kerja deh. Kamu balik deh ke cubicle kamu sebelum Pak Kane datang."


"Sippp Bosss" canda Mia sambil menarik pipi Key yang kenyal seperti Bakpau.


"sakit Miaaaaaaaaa"


"Abissss kenyal sih! kaya bakpau" celetuk Mia nggak bosan bosannya jail kepada sahabatnya.


cubicle Key bersebelahan dengan Mia sehingga mudah untuk mereka bercanda ketika ada waktu senggang.


"Jadwal apaan Mi"


"Jadwal pemotretan Aktor ganteng"


"Lebih ganteng mana dari Pak Kane"


"Hmmmm dua duanya ganteng Key. Tapi yang ini lebih ngeTop.


"Kamu mah,,, semua cowok kamu bilang ganteng"


"Aku Normal Key, emang kamu. Enggak punya perasaan memiliki saat melihat Lelaki ganteng.


"Semua cowok sama aja Mi, ganteng juga belum tentu baik"


"Ih,,,, kamu ni. Polos banget sih, kayak Ban dalam. Polos hahahhaha !!!!" Mia tertawa dengan kuatnya. Sampai ia tidak tersadar kalau bosnya pak Kane sudah masuk dan tepat berada disampingnya.


Key menyenggol tangan Mia melewati batas cubicle untuk menyadarkan sahabatnya dari tertawa yang tidak jelas itu.


"Mia,,,,, Mia,,,, diam"


"Apaan sih Key?"


"tuuuuu" Key melirikkan matanya ke arah Pak Kane yang tepat disebelah Mia



"Eh Pak Kane, Pagi pak!"


Pak Kane hanya melotot sambil menggelengkan kepala.


Kane seorang CEO Diamond group, Kane ialah pewaris utama yang mengurus Diamond group.


"Key, kamu segera keruangan saya"


"Baik Pak" Sambil menganggukkan kepala.


Pak Kane langsung meninggalkan room Staff menuju ruangannya.


disusul oleh Key yang tepat dibelakang Pak Kane.


"Silahkan duduk key" seru pak kane


"Terimakasih Pak" sambil menarik kursi yang ada di sampingnya.


"Sekretaris saya izin 2 hari tidak masuk kerja. Berhubung anaknya sedang sakit. Jadi 2 hari ini kamu yang membackup kerjaan Desi."


"Tapi pak, saya tidak memiliki pengalaman menjadi sekretaris" Key bingung dengan apa yang ditugaskan Pak Kane untuknya.


"Saya memilih kamu, karena saya yakin kamu bisa. Bagaimana apakah kamu bisa? dan saya tidak ingin ada bantahan dari kamu ya Key." Jelas Pak Kane memberi pengarahan untuk Key.


sambil mengernyit kan dahi, Key menganggukkan kepala


"Baik pak. Mulai kapan saya akan menggantikan Bu Desi?" sembari tersenyum kecil


"Mulai dari sekarang. Segera siapkan berkas yang akan kita bawa untuk meeting siang ini."


"Baik pak"