
"Aku Zilky"
"Key" sembari menjabat tangan Zil
"Waw, nama yang bagus" ucap Zil
Key hanya tersenyum tipis.
"Kenapa kamu masih berada diluar selarut ini ?" tanya Zil
"Aku ada urusan mendadak tadi" jawab key singkat sambil memegangi jari jarinya merasa canggung bertemu orang baru.
"Jangan gugup Key, aku tidak akan menerkammu" Ujar Zil sembari bergurau
Sepanjang jalan Zil selalu mengajak Key untuk berbincang, Namun Key hanya diam dan tersenyum. Sesekali Key menjawab pertanyaan Zil dengan jawaban iya dan tidak.
Akhirnya mereka sampai di rumah Key, lebih tepatnya rumah sewa. Key sudah 2 tahun menyewa rumah ini, letaknya berada di lantai 2 dan dibawahnya ada cafe. Letak rumahnya sangat strategis, tidak jauh dari supermarket dan dekat dari kantornya.
"Terimakasih tuan, anda telah membantu saya" Ucap Key dengan sopannya sambil membungkukkan badan.
"Panggil aku Zil ! " ucap Zil
"Terimakasih Zil"
"Sama sama. Bahkan setiap hari aku bisa memberikanmu tumpangan" ujar Zilky sembari tersenyum merekah
Key tersenyum lepas kali ini. yang biasanya hanya pelit akan senyuman.
"Key, besok malam ada jadwal?" tanya Zil
"Maaf Zil, aku tidak bisa. ada laporan deadline besok" Jawab Key dengan penuh alasan. Padahal besok dia tidak ada pekerjaan apa apa sepulang kerja. Hanyasaja dia tidak tau sampai jam berapa ia harus pulang bekerja menjadi babu di rumah pria aneh itu.
"Ok gak apa apa. Tapi lain waktu kita bisa dinner bareng kan?" tawar Zil, dengan penuh harap.
"Bisa. Kalau ada waktu luang ya? dan aku akan mentraktirmu. Karena aku sudah berhutang padamu." Ucap Key sembari berjalan menaiki anak tangga.
"Baiklah. Aku akan menunggu hari itu" tegas Zil sambil melambaikan tangan
Zil memasuki mobilnya
"Apa gadis itu sama sekali tidak menggenalku? wanita mana yang tidak mengenalku? Sungguh wanita yang sangat membuatku penasaran. Akan kukejar kau sampai dapat Key!. gumam Zil dengan ketusnya
Key merebahkan dirinya di kasur.
"sungguh hari yang melelahkan. Apakah hari hariku akan seburuk ini untuk seterusnya." Key terbaring lelah dikasurnha hingga tertidur pulas.
Keesokan harinya Key kembali kekantor. Seperti biasa, ia berangkat jam setengah 7 dan mulai menyelesaikan laporannya yang belum siap. Semua cubicle kantor masih kosong, belum ada satu karyawan yang datang selain dirinya dan juga satpam penjaga.
satu persatu karyawan mulai berdatangan. dan mereka memulai pada pekerjaannya masing masing.
Hari kedua Key menjadi sekretaris.
Kane baru datang dan langsung memasuki ruangannya. Ruangannya sudah tertata rapi dan sudah tersedia kopi di mejanya.
"Wah, sehari menjadi sekretaris sudah membuatmu sangat Profesionalya Key" Puji Kane sambil meneguk kopi dihadapannya.
"Bapak bisa saja. Saya kan hanya melakukan tugas yang biasanya bu Desi lakukan setiap pagi. Menata rapi ruangan bapak. dan membuatkan kopi yang rendah gula" ucap Key dengan riangnya.
"Kamu juga sudah hafal sekali dengan tugas Desi. Okey, saya ajuin jempol buat karyawan berprestasi seperti kamu. Jarang jarang sekali ada perusahaan dengan mudahnya bisa bekerjasama dengan Witama group. itu sama sekali gak mudah. Bahkan kamu hanya meyakinkan seorang Zein Alvaro dia langsung menerima kontrak kerjasama ini"
Ucap Kane dengan wibawanya
"Terimakasih pak. Awalnya saya juga canggung sekali. Melihat tatapannya saja saya sudah hampir ambruk ketakutan. Itu memang ujian terbesar bagi saya" Key menceritakan kesan awalnya
"Kerjamu sangat bagus Key" Puji Kane dengan bangganya.
Key tersenyum sumringah mendengar pujian dari Kane.
"O iya Key, hari ini kita akan ada shooting dan pemotretan untuk promosi furniture terbaru kita" Ujar Kane
"Ok pak, Pemotretannya di studio kita kan? " tanya Key
"Iya Key. Nanti kamu yang bakal hendel semuanya. Saya ada urusan. Saya sudah hubungi Mia, nanti dia yang bakalan bantu kamu dilapangan"
"Baik pak. Saya segara ke studio untuk mempersiapkan semuanya" Sahut Key tegas
Key bergegas keluar ruangan langsung menemui Mia.
"Gak usah panik kali Key! Semuanya udah aku siapin, team kameramen, sutradara, makeover artis. Semua udah ready, tinggal nunggu Aktor dan artisnya datang" Sahut Mia menjelaskan semuanya kepada Key
"Ya ampun Mi, aku beruntung banget punya sahabat yang pengertian macam kamu. Aku gak tau gimana harus makasih ke kamunya" Key terharu melihat Mia yang udah mempersiapkan semuanya tanpa aba aba darinya.
"uluhh uluuhh segitunya. Aku tersipu tau." Ledek Mia dengan candaan
"pokoknya kamu harus traktir aku besok ya?" ujar Mia
"Kalau itu sih pasti Mi. Entar kalau aku gak ada kerjaan deadline. Bakalan aku traktir deh! Eh iya, Siapa Brand Ambassador kita Mi?"
"Masa kamu nggak tau sih Key, Aktor ganteng yang lagi buming bumingnya. Zilky Alvares kalau artisnya siapa ya tadi, aku lupa Key" Jawab Mia
"Giliran yang ganteng, ingat!" celetuk Key sambil menyubit kecil pipi Mia
"Aw sakit Key" Lirih Mia sambil mengelus pipinya.
Tiba tiba dari pintu lift Para karyawati kantor sudah mengerumuni Pria tampan dengan tubuh atletis itu. Dia ialah Aktor yang menjadi Brand Ambasador perusahaan ternama Diamond Group.
"Sampai segitunya ya?" Lirik Key tanpa melihat siapa yang dikerumuni itu.
"Key, ganteng banget kan?" ujar Mia sambil mengelus elus tangan Key
"Biasa aja tuh" ketus Key
"Ih kamu nii! semua semua biasa. Nggak pernah jatuh cinta sih!" gerutu Mia kesal
"Eh iya Mi, ponsel aku tinggal di ruangan Pak Kane. Aku ambil dulu ya. Kamu deluan aja ke studio" ujar Key
"Jangan lama lama ya Key" Ucap Mia
Key Lari kecil menuju lif dan menekan tombol 18 lantai paling atas digedung ini. Key langsung mengambil ponselnya dan meletakkan disaku cardinya.
Ponsel Key berdering
"Key, gimana ni artisnya belum datang waktunya udah mepet banget. Soalnya aktor Zilky ada shooting distasiun tv lain. Kamu cepat turun deh" Ucap Mia
"Ok aku turun sekarang" sahut Key
Key keluar dari lift dengan tergesa gesa tanpa melihat jalan.
"Bruukk"
Key terjatuh, dan dia tersungkur
"maaf" ucap Key tanpa melihat siapa dihadapannya.
Pria iru mengulurkan tangannya untuk menarik Key berdiri. Key sontak kaget ternyata pria dihadapannya ialah Zilky
"Key, kita jumpa lagi. Emang kalau jodoh gak kemana" sahut Zil
"Eh Zil! Maaf Zil aku buru buru. Lain waktu kita ngobrol lagi" ucap Key berlari meninggalkan Zil
"Ternyata dia bekerja disini" Gumam Zil sambil menuju ke ruangan ganti
Diruangan studio Mia sudah mondar mandir menunggu kehadiran artis sekaligus menunggu Key. Mia seketika bingung jika memikirkan sendirian.
"Gimana Mi, artisnya udah datang ? Tanya Key
"Belum Key, gimana kalau gantinya kamu aja" sahut Mia
"Apa? Aku? Aku enggak ada bakat akting Mia." Key sontak terkaget
Team tata rias datang menemui Key dan Mia
" Maaf mbak, waktunya sudah mepet banget! Lagian artisnya udah ngancel juga kok. jalanan macet sekali katanya" Ujar Tata rias dengan sopan
Seketika Mia langsung mendorong pelan tubuh Key ke penata rias artis itu.
"Mbak, dia yang bakalan gantiin artisnya. Langsung di makeover aja ya mbak! seru Mia
"Eh,,! belum selesai Key menjelaskan, penata rias langsung menariknya ke ruangan wadrop
Sementara Zilky sudah menunggu pemeran pengganti artis lawan aktingnya yang akan mempromosikan launcing furniture itu.