Perfect Love My Boss

Perfect Love My Boss
BAB 23



"Ya ampun Key, oppa masih kurang apa lagi menurut kamu? dia itu udah lebih dari sempurna Key. sampai kapan kamu bakal milih-milih seperti ini. kamu tahu enggak kalau oppa itu baru pertama kali mengenal yang namanya cinta. aku dengar kronologi kehidupan dia itu, pernah ngerasain kecewa. jadi dia sama seperti kamu key." ujar Mia


"Ya gimana lagi Mi, aku nggak ada perasaan apa-apa ke dia. aku cuman anggap dia kayak temen gitu. dia itu lebih cocok jadi abang aku kalau untuk pasangan kayaknya aku enggak deh"


"tapi kan key dia udah ajak kamu ke keluarganya. berarti dia mau mengenal kamu lebih dalam. bahkan ke jenjang yang lebih serius Key" ucap Mia


"jadi aku harus gimana nih apa aku batalin aja rencana makan malam ini?" sahut Key


"kok aku jadi yakin ya kamu punya perasaan ke yang lain!


"yang lain apaan. nggak ada Mi, aku masih pengen sendiri" Ketus Key


"yaudah deh makan malam ini kamu tetap pergi anggap aja ini jadi silaturahmi pertama kamu dengan keluarga Zil. barangkali dari sini kamu mulai menimbulkan perasaan untuk oppa." ujar Mia


"oke deh Mi! aku bakalan hubungin dia dan nanti malam aku bakalan datang "


mereka kembali bekerja seperti biasanya. tiba-tiba ponsel Key berdering tertera di layar ponsel nama pak Kane


"halo oke jangan bilang-bilang sahabat kamu kalau yang nelpon ini saya" sapa Kane


"baik Pak! ada yang bisa saya bantu?" tanya Key


"siang nanti bisa kan makan siang bareng?"


"ada perlu apa ya pak?"


"ada hal yang perlu kita bicarain penting key" ujar Kane


"baik Pak nanti siang saya temui bapak di mana?" tanya Key


"kita bertemu di loyalty cafe. saya tunggu kamu di sana" Ucap Kane


berhubung Loyalty cafe sangat dekat jaraknya dari kantor. Nuansanya pun begitu bagus memasuki kalangan atas. Sehingga memilih nya bertemu disana


siang itu Mia mengajak Key untuk pergi bersama ke kantin.


"key ke kantin yuk aku laper nih! "ajak Mia


"maaf Mi aku nggak bisa, aku lagi ada urusan ketemu sama bos angkuh"balas Key


"Astaga bahkan hari-harimu pun sudah di renggut olehnya" kesal Mia


"maaf ya Mia aku pergi dulu lain waktu kita ke kantin oke" ucap key sambil mengacak-ngacak rambut Mia


"ih kamu nih! rambut aku kan bisa berantakan gimana dong kalau di lihat sama Pak Kane." keluh Mia


Ternyata sedari tadi Kane sudah berada di sebelah Mia. ia hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Mia.


"eh Pak Kane! " wajah Mia berubah menjadi merah merona ia lari menuju toilet


"ya ampun ternyata pangeran sudah ada di samping aku dari tadi" ucap Mia yang masih memegangi pipinya di depan kaca lebar


"bareng saya aja Key" seru Kane


"saya sendiri aja pak" ujar Key


"Kita kan ketujuan yang sama Key, biar lebih cepat" ucap Kane


"Baiklah pak!"


Mereka berjalan beriringan menuju lobby kantor. Satu mata tertuju kepada mereka. Mata itu melihat mereka memasuki mobil pergi bersama.


"ternyata Key berbohong kepada ku" ucap Mia


di Loyalty cafe Key memulai pembicaraan kepada Kane


"Ada apa ya pak, bapak mengajak saya kesini?" tanya Key


"Pesan dulu makanan kamu. Nanti akan saya bicarakan tujuan saya" jawab Kane


"Baik pak."


"anda ingin memesan apa tuan dan nona?" tanya salah satu pelayan resto


"Saya mau mix seafood saus tiram + pineapple juice" jawab Kane


"Kamu pesan apa Key? tanya Kane


"Cumi saus tiram aja pak sama es lemon tea"


"terimakasih ya mbak." ujar Key


"ya sama sama nona"


Saat itu ternyata Zein sedang makan siang bersama kliennya. ia melihat Key bersama Kane disana.


"kenapa wanita itu selalu membuatku marah saat melihat nya dengan pria lain. Ada apa dengan perasaan ku?" batin Zein


"dasar wanita murahan, sana sini kau mau" Zein begitu kesal melihat Key bersama bosnya


"Key, to the point aja. 3 hari lagi ulang tahun Mia kan?"


" Bapak kok tau?"tanya Key


"Saat ia memberi kado ulang tahun di meja saya, ia menitipkan kepada OB untuk meletakkan ke meja saya. setiap hari valentine ia selalu mengirim sesuatu untuk saya. dari situ saya mencari tau semua tentang nya. Selama ia bekerja dikantor saya. Selama itulah ia mengagumi saya." ucap Kane


"Ternyata bapak tau semuanya. Terus apa yang ingin bapak tanyakan kepada saya?"


"Apa dia gak punya pacar Key.?"


"Selama ini, yang saya tau dia gak punya pacar pak" jawab Key


"Saya gak mau dibilang pengecut Key. Orang tua saya sudah menjodohkan saya. Jujur, saya juga menaruh hati kepada nya. Tapi saya gak berani ngambil keputusan Key. Saya gak mau kalau nantinya Mia bakalan kecewa kepada saya." ujar Kane


"Astaga Mi, ternyata cinta kamu terhalang orang tua. batin Key


"sabar ya pak, kehidupan ini memang begitu pahit. Ternyata dibalik ketegaran bapak selama ini ada juga ya riwayat kesedihan bapak."


"Gak ada hidup yang berjalan mulus Key." ucap Kane


Kane melihat ada sampah kecil berada di kepala Key. Lalu Kane mengusap kepala Key.


Key menghempas tangan Kane.


"Maaf Key, ada sampah kecil di rambut mu" ucap Kane


"huh " Key menghembus nafas panjang


Ternyata dari tadi Mia mengikuti Key dan Kane. Mia melihat adegan saat Kane mengusap lembut rambut Key. Begitu juga dengan Zein ia melihat adegan itu.


Tiba tiba saja Mia datang menampar Key.


"plakkk" tamparan dahsyat mendarat ke pipi Key


"Aku gak nyangka ya Key, ternyata kamu ngianatin persahabatan kita." Mia emosi sejadi jadinya


"Mi, kamu salah paham. Ini bukan seperti apa yang kamu maksud." balas Key


"Aku lebih percaya dengan apa yang aku lihat, bukan dari omongan sampah kamu." ucap Mia


"Mia, dengarin dulu penjelasan sahabat kamu." sahut Key


"Anda Diam!" ucap Mia menunjuk ke wajah Kane


Kane hanya terdiam tanpa suara melihat emosi Mia yang begitu membara. Seluruh pengunjung cafe melihat adegan itu, kamera dimana mana. semua orang merekam adegan itu di hp masing-masing.


"Asal kamu tahu ya Key, aku rela ngelawan papi mami aku. Aku nolak perjodohan keluarga. Demi Dia. Tapi apa, kamu khianati aku Key. Kamu tega Key. Kamu tega! Selama ini aku anggap kamu sahabat, sekaligus keluarga untuk aku. Ini balasan kamu ke aku Key?" amuk Mia tak terasa air matanya mulai membendung membasahi pipinya


Begitu juga dengan Key dia hanya menangis terdiam. Percuma ia menjelaskan Mia tak akan percaya. disaat emosinya tak terkontrol.


"Dasar wanita pengkhianat!" sahut Mia mendorong Key hingga terjatuh. Lalu pergi meninggalkan cafe.


Semua mata tertuju kepada Mereka bertiga Susana cafe begitu hening. Tatapan mereka sangat tajam melihat Key.


"Ayo Key kita pulang." ajak Kane


"Enggak pak, saya bisa pulang sendiri"


Saat Key hendak keluar dari cafe ada seorang wanita yang sengaja menyandung kaki Key.


"Braaakk" Key terjatuh


"Itu emang balasan yang sangat cocok untuk Pelakor" ucap salah satu pengunjung cafe


"Dasar ******" sahut wanita gerombolan mereka


Key berlari sambil menangis tersedu sedu