Perfect Love My Boss

Perfect Love My Boss
BAB 28



Tiba-tiba hp Key berdering


"drtttt...drttt...."


tertera nama Zilky dilayar ponsel tersebut


"Halo Key, kamu dimana? aku khawatir, dari tadi malam aku menunggu dikosmu namun aku tak melihat keberadaan mu."


"A aku lagi dikantor Zil"


"Hm apa kau lupa kita sedang berada dimana? kau bisa menggangu sinyal kemudi" Zein berdehem


"Maaf Zil aku sedang sibuk. nanti aku telpon lagi"


Key memutus panggilan


"apa di hari weekend kantor nya tidak memberikan libur? " ucap Zil


"astaga apa ini yang disebut sultan? aku seperti orang kampungan saja. tapi biarlah, memang aku belum pernah menaiki jet pribadi"


Sekilas Zein memandang ke arah Key,


"ya ampun wanita ini, dasar putri tidur. Baru saja aku melihatnya tersenyum sendiri. Sekarang aku harus melihatnya tertidur."


Sampailah mereka disebuah pulau Bidadari. di pulau tersebut sudah ada sebuah villa mewah yang begitu asthetic. Zein berusaha membangunkan Key, saat Zein hendak menepuk tubuhnya. Key malah berbalik arah memeluk sang tubuh Kekar itu.


Zein tersenyum senyum bak mendapat durian runtuh.


"perasaan apa ini? mengapa jantung ku berdegup begitu hebat"


perlahan Zein membelai rambut Key.


"Aroma rambutnya begitu wangi"


Seketika Key terbangun dari tidurnya Ia clingukan.


"Apa kita sudah sampai?" tanya Key


"Sudah daritadi wanita bodoh"


"Lalu kenapa kau memelukku?" sahut Key


"Kau lihat saja sendiri! siapa yang sedang memeluk ku?"


Key melihat tangannya sedang memeluk tubuh Zein langsung ia melepaskan pelukannya.


"A aku tidak sadar sama sekali"


"Disini aku yang dirugikan"


"Jika kau merasa dirugikan kenapa kau tidak membangun ku?"


"sudah sejam aku duduk disini membangun kan mu dasar kau saja tidur seperti kerbau"


"ya ampun memalukan sekali. Ake ngences gak ya tadi?" Key mengelap sudut bibirnya. Takut ada bekas liur yang tertinggal.


"Kalau liurmu sudah di elap, ikuti aku ke villa. Kita menginap disana." Zein terkekeh membelakangi Key


"Iya" Bibir Key menggerutu seperti disindir hebat dia berjalan sambil mengikuti Zein


Mereka sampai di sebuah villa. Suasana villa bugenvil begitu asri dan tampak sangat sejuk.


Angin berhembus dari arah pantai memasuki Villa.


Zein memberikan akses pintu kamar kepada Key.


Setelah mencari cari ruangan. Akhir nya Key menemukan kamar yang tertera pada kartu tersebut


"Hmm segar sekali udaranya" Key memasuki sebuah kamar menuju ke balkon yang langsung menyatu dengan alam.


"sudah lama aku tak merasakan suasana seperti ini"


Tiba-tiba Zein datang dari arah belakang memasuki kamar yang sama dengan Key.


Key yang melihat ada seorang pria masuk ke kamarnya sontak kaget.


"Kenapa kau masuk ke kamar ku?" Tanya Key mengintrogasi


"Kamarku? maksudmu?" Zein mengernyitkan alisnya sebelah


"Iya kamarku. Apa tuan yang kaya raya di hadapan ku ini tidak mampu memesan satu kamar lagi ?"


"Hey Putri tidur bodoh, Semua villa yang ada di pulau ini sudah di booking oleh Kafka Kim group. Setiap undangan di berikan fasilitas 1 kamar." Tegas Zein menjelaskan dengan memangku kedua tangannya di dada.


Key hanya celingukan mendengar penjelasan Zein.


"Astaga kenapa aku bodoh sekali. maklum saja aku tak paham, aku tak pernah menghadiri acara semewah dan semegah ini"


"oh, jadi gitu. Ya udah, aku tidur di kasur kau tidur di sofa" ungkap Key


"Hah tidur di sofa? bukankah namaku yg ada di kartu undangan? berarti kasur ini milikku. dan itu milikmu" Zein menunjukkan kearah sofa L


Key mengendus kan nafas karena memang itulah kebenaran nya dia tidak bisa berbuat banyak untuk membantah Zein karena namanya Tidak ada sangkut pautnya didalam undangan.


"ih dasar pria angkuh, awas kau ya. Lihat saja nanti ku balas kau." gerutu Key memanyunkan bibirnya sambil berjalan keluar menuju pantai yang berada tak jauh dari villa nya.


"Wah bagus sekali pantai nya masih natural banget! Ya Tuhan, begitu indah ciptaan mu." Key berjalan menelusuri pantai sambil bermain cipratan air dan berselfie ria dengan sebuah gadget yang di menggantung di leher jenjangnya.


Tanpa disadari, seorang pria dan wanita telah menabrak Key. pria dan wanita yang tengah berlarian mesra.


Wanita itu terjatuh dan sontak Key kaget siapa wanita yang telah di tabraknya. Wanita itu ialah Kareen. Lebih syoknya lagi, Key mendapati sosok pria yang 3 tahun ini menghilang dari hadapannya. Tiba tiba ia melihat sosok laki laki itu ada dihadapannya. Entah apa yang harus ia lakukan saat ini. Tubuhnya berkeringat dingin seketika. Apakah Key harus memeluk nya ataukah ia harus meninggalkan nya. Pikiran nya seperti teka teka saat ini.


"Lu punya mata gak sih?"


Bentak Kareen yang berusaha berdiri sambil membersihkan tubuhnya dari butiran pasir yang melekat di tangan dan pakaian nya.


Key tersadar dari lamunannya setelah di bentak keras oleh Kareen


"Punya, Lu mau yang mana ? Yang di kepala apa yang dikaki? Keduanya masih fungsi kok !


"Dasar pembokat gak tau diri! Ngapain lu disini? Jadi pelayan? Atau tukang ketring? "


Pungkas Karen tak mau kalah


"Kepo banget sih lu. Eh satu yang gw ingatin ke lu. Gak apa apa pembokat. Yang penting gak gosting dan matre."


Kata kata Key mampu membuat mereka terperangah. seperti tamparan halus untuk keduanya.