
Key berlari meninggalkan kedua pasangan itu. Dari kejauhan sosok mata tajam tengah melihat keributan yang baru saja terjadi.
"Siapa laki laki yang digandeng Karen? Sepertinya familiar!!" Zein melihat dari kejauhan dengan gaya maskulinnya tangan kiri yang berpangku di dada dan tangan kanannya menunjuk kearah dahi.
"Stef?? Ternyata dia udah balik dari LN."
Anehnya Zein gak ngerasa marah sama sekali saat Karen wanita nya itu berkencan dengan lelaki lain.
Ternyata saat Karen berada di AS Zein telah memata matainya. Zein meminta bantuan terhadap teman 1 kampusnya dulu yang berada di sana. Zein selalu mendengar isu miring dari sahabatnya itu. Bahwasanya Karen selingkuh saat berada di AS. dan parahnya lagi ia memacari Bos agensinya itu untuk mengangkat namanya ke publik.
Saat itu Zein begitu kacau. Namun seiring berjalannya waktu ia mulai terbiasa tanpa kehadiran Karen. Perlahan ia mulai menerima, Karen itu bukanlah wanita baik baik untuknya. Namun sampai saat ini mommy nya belum mengetahui apa permasalahan yang membuat hubungan mereka retak.
Saat ini Key berada dibibir pantai sambil sedikit bermain mencipratkan air kearah yang tak menentu. Pasalnya saat ini hatinya begitu berkecamuk. Awalnya Zein yang membuat hatinya merasa kesal ditambah lagi kedatangan kekasih yang sudah 3 tahun lamanya tanpa kabar muncul dihadapannya bersama wanita lain. Ntah ia harus merasa senang saat bertemu dengannya atau ia harus merelakan Stef yang mungkin mereka memang tak berjodoh.
"Ya Rabb, aku harus gimana menghadapi ini? apa aku harus biasa aja saat melihat nya? atau akuu harus....... cuek aja kali ya." Key mondar mandir sambil bergumam sendiri tanpa melihat kearah sekitar. Bahwasanya ia telah menabrak sosok laki-laki rupawan menurut kaum hawa.
(boleh kali ya author lebay dikit)
"Astaga, sial banget sih aku hari ini. Nanti siapa lagi yang bakal nabrak aku? Tabrak aja terus!" Key terus mengomel tanpa melihat siapa yang ditabraknya.
"Hey Putri tidur yang bodoh! Kau yang menabrakku lihat saja kakimu yang deluan menginjak kakiku"
Ternyata lelaki yang baru saja ditabraknya tidak lain ialah Zein.
"Kenapa sih kau selalu menguntitku kemanapun?" Geram Key
"Me menguntitmu? siapa?
Aku ingin berjalan jalan melihat pemandangan sekitar. di Villa gerah AC nya mati."
Zein mulai berkilah padahal sebenarnya ia memang sedang mengikuti Key
"Apa iya Ac-nya mati? Perasaan tadi Ac-nya dingin banget"
"Itukan tadi sekarang mati. Barusan aku udah panggilin pelayan nya buat benerin."
"Bisa gak sih, sehari saja kau tidak hadir dihadapanku. Hari hariku jadi sial selalu berhadapan dengan manusia sepertimu."
Key berucap meracau
"Oh jadi menurutmu aku pembawa sial? Okey, setelah semua acara disini selesai. Kontrakmu selesai dan kontrak Witama group dengan perusahaan DG aku batalin. Selesai! inikan yang kau mau?" Zein pergi meninggalkan Key
Key kaget mendengar ucapan Zein yang tiba-tiba membatalkan kontrak secara sepihak.
"Astaga, apalagi ini? kenapa dia seenaknya saja membuat keputusan. Sudah sejauh ini aku rela bekerja untuknya. Kenapa sih dia selalu semena-mena? " Gumam Key
Key berjalan menuju ke villa nya sampai dikamar ia tak menemukan Zein disana. ia berjalan menelusuri villa bugenvil.
ucap Key
ia memasuki sebuah cafe outdoor bernuansa ala ala Eropa. Di sudut cafe ia melihat sosok pria yang tak lain ialah Zein yang sedang menghisap sebatang rokok.
"Rokok itu tidak baik untuk kesehatanmu" ucap Key
"Tau apa kamu tentang kesehatanku?" sahut Zein dingin
"Tapikan rokok itu emang gak baik untuk kesehatan"
"Sudahlah jangan urusi kehidupanku. Gak takut sial bertemu denganku?"
"Maafkan aku yang asal berbicara tanpa memikirkan perasaanmu."
"Tenang saja, semua yang berurusan dengan kontrak kerjasama Witama group dan Diamond group akan aku urus secepatnya untuk dibatalkan. Agar perusahaanmu bekerja tidak terkena sial." sahut Zein enteng sambil mematikan rokoknya dan membuang puntung rokok nya ke sembarang arah
"Saya berada disini demi mempertahankan kerjasama perusahaanku. Menghandle semua pekerjaan ku yang menumpuk demi perintahmu yang gak jelas. dan saya datang kesini Mencari anda guna meminta maaf kepada anda atas perkataan saya yang tidak sewajarnya yang telah saya ucapkan kepada anda. Tapi ternyata saya salah untuk meminta maaf. Anda seenaknya membatalkan kerja sama, tanpa memikirkan gimana keadaan saya. Disini sepertinya anda yang tidak memiliki nurani tuan. Sebelumnya maaf atas kelancangan saya. Permisi tuan!
Zein terperangah atas keberanian Key yang sanggup mengucapkan bahwa dirinya lah yang tidak memiliki nurani. Belum ada seorang pun yang mampu membantah nya dan mengatainya seperti ini.
Key berpamitan meninggalkan Zein. Ia berlari kembali menuju villa.
Sesampainya di villa ia mengambil pakaian ganti nya dan langsung masuk ke bathup untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah sangat lengket.
"Kenapa masalah datang kepadaku seperti berdemo? Yang satu belum kelar, tiba tiba datang lagi yang satu, ditambah ini lagi. Ya Rabb apakah aku kuat dengan ujianmu??"
Key merasakan segar pada tubuhnya. Pasalnya sudah lama sekali ia tidak berendam. Terakhir kali ia berendam saat perusahaan mengadakan touring dan saat itulah mereka menginap dihotel dan Key baru bisa merasakan spa.
Ketika selesai mandi Key berharap Zein belum kembali ke kamar. Agar ia tidak melihat wajah Key. Dan benar saja Key tidak melihat Zein ada dikamar. Ternyata sedari tadi Zein sudah masuk ke kamar, dia mendengar suara gemericik air. dan langsung saja Zein mengambil pakaiannya dan mandi di toilet villa.
"Astaga perutku lapar sekali, tapi kalau aku keluar pasti aku akan bertemu dengan si kutub es itu. Ah sudahlah tidur saja sampai esok pagi. Bersabarlah wahai perut!" Key bergumam sambil mengelus perutnya yang terasa lapar. Ia membaringkan tubuhnya di sofa kamar sembari menyelimuti seluruh tubuhnya.
Disisi lain Zein sedang menunggu kehadiran Key yang tak kunjung datang. Padahal Key sudah tau ini waktunya jam makan malam.
"Kemana wanita itu? apa dia gak tau waktu? Astaga wanita ini" Zein menghembuskan nafasnya geram.
Zein berjalan menuju kamarnya melihat keberadaan Key. Saat tiba dikamar, ia duduk diujung sofa tempat Key berada melihat Key yang tengah meringkuh dengan selimut menutupi setengah tubuh nya. Zein membenahkan selimut sampai menutupi seluruh tubuh Key dan mengelus pucuk kepala Key dengan lembutnya.
"Sampai segininya ia tak ingin bertemu denganku. Apa aku sangat berlebihan. Maafkan aku!" Ucap Zein sambil menyingkirkan anak rambut Key yang menutupi wajahnya. Lalu keluar dari kamarnya. Zein memanggil salah satu pelayan memasan makan malam untuk diantar kekamarnya.
Tanpa disadari ternyata Key hanya berpura pura tidur saat mendengar langkah kaki menuju ke kamarnya. Ternyata benar Zein yang masuk ke kamar.
"Astaga kenapa dengan jantung ku? kenapa jantungku seperti sedang maraton? Ternyata dia bisa lembut juga." Key menepuk pelan dahinya
"ya ampun Key sadar kenapa kau malah memikirkan si kutub es itu." Key berimajinasi dengan dirinya sendiri