
Zil pergi menuju kamarnya. Ia tak menghiraukan Witama yang sedang marah. Zil membanting keras pintu kamarnya.
"Zein luka kamu parah nak" Liska menyentuh wajah Zein
"Aw, sakit mom! sahut Zein
Mommy bergegas mengambil kotak P3K. dan membersihkan luka Zein
"Sini biar mommy bersihkan luka kamu?" ucap mommy
"Aw pelan mi"
"Maaf! siapa yang suruh kamu bertengkar. Kenapa sih dari kecil kalian berdua tak pernah akur. Sampai sebesar ini pun kalian masih bertengkar" ujar Liska sambil membersihkan luka Zein
Zein hanya terdiam merasakan perih nya rasa obat luka itu.
"tok tok tok"
"Siapa?" sahut Zil
"Bi Minah tuan muda" ucap bi Minah
"masuk bi" seru Zil
Bi minah datang membawa kotak P3K.
"Siapa yang menyuruh bibi datang kesini?" tanya Zil
"Tidak ada tuan, bibi tidak tega melihat tuan seperti ini. Lukanya perlu dibersihkan" jawab Bi Minah
"Terimakasih ya Bi"
"Maaf tuan, ini akan sedikit perih. Tahan sedikit ya tuan" ucap Bi Minah
Sesekali Zil meringis sakit. dengan hati yang tulus, wanita paruh baya itu mengobati luka Zilky. Bi Minah sudah menganggap Zil dan Zein sebagai anaknya sendiri. Kasih sayangnya sangat tulus kepada mereka berdua. Akhirnya Bi Minah selesai mengobati luka lebam di wajah Zil. tak sengaja Bi Minah melihat walpaper di hp Zil.
"Cantik sekali wanita itu tuan" sahut Bi Minah
"Wanita mana Bi? tanya Zil
"Itu, di layar hp tuan" seru Bi Minah
"Oh ini, iya Bi. dia sangat cantik" sahut Zil
"Pasti dia pacar tuan ya?" tanya Bi Minah
"Tidak bi, Aku sangat menyukainya. Tapi, aku tidak tau bagaimana perasaannya denganku" jawab Zil
"Tidak mungkin wanita cantik itu tidak menyukaimu. Wanita mana yang tidak ingin menjadi pendamping tuan" ujar Minah
"Wanita yang satu ini sangat berbeda bi. bahkan dia tidak mengenaliku kalau aku ini ialah seorang aktor. Semua wanita banyak mengejar ngejarku. Tapi tidak dengan wanita yang satu ini. Itu sebabnya aku sangat menyukainya bi. Dia sangat berbeda" ucap Zil
"Astaga, masih ada ya orang yang seperti wanita itu. di zaman yang secanggih ini, dia tidak mengenali tuan sama sekali. Bibi yakin dia juga akan menyukai tuan" sahut Minah
Zil menyandarkan kepalanya di pundak Minah.
"Semoga ya bi, aku juga berharap begitu" ucap Zein
"Bibi yakin tuan. Selagi tuan terus memperjuangkan perasaanmu, kamu pasti akan mendapatkan wanita itu" Minah memberi semangat Zil agar Zil tidak putus asa seperti masa lalunya.
"Terimakasih Bi, hanya bibi yang mengerti perasaan Zil." Sahut Zil
Minah tersenyum seakan memberikan semangat untuk Zil.
Keesokan hari di Diamond grup Key kembali bekerja pada posisinya. Desi sudah selesai izin dari cutinya dan mereka berada di posisinya masing masing
"Hari ini, kita ada meeting bersama Witama group pak" Ucap Desi
"Jam berapa?" tanya Kane
"Jam 10 pak"
"Laporan sudah kamu selesaikan?"
tanya Kane
"Baiklah, setengah jam lagi kita akan berangkat. Persiapkan semua bahan untuk proyek nanti"
Setengah jam kemudian Kane dan Desi menuju lokasi meeting. Sementara Zein dan Hana sudah sampai di sebuah cafe yang letaknya bersebrangan dengan proyek mereka.
dari kejauhan Kane sudah melihat Zein bersama sekretarisnya.
"Selamat pagi Pak Zein" sapa Kane
"Selamat pagi kembali Pak Kane" sahut Zein seketika matanya memandang wanita yang berada di sebelah Kane.
Zein terheran dengan wanita itu
"Kenapa bukan dia? mana dia?" ucapan Zein terlontar seketika
"Dia siapa ya pak?" tanya Kane bingung akan pertanyaan Zein
"Hmm tidak ada Dia pelayan maksud saya" sahut Zein mengalihkan pertanyaan
Hana sudah paham akan pernyataan bos nya itu. Bukan pelayan yang dimaksud. Tapi sekertaris Diamond group lah yang dimaksud oleh Zein
"Maaf Pak Kane, apakah anda baru saja mengganti sekretaris baru?" tanya Hana dengan penuh senyuman ramah
"Oh tidak, ini adalah sekretaris saya yang sebenarnya. Key hanyalah pengganti Desi. Selama Desi cuti." Ujar Zil
"Perkenalkan nama saya Desi. Saya sekretasris Pak Kane" ucap Desi yang baru saja mengenalkan dirinya
"Pak Zein, apakah anda baik baik saja?" tanya Kane
Zein hanya mengangguk tersenyum.
"Ada apa dengan wajah anda pak? Maaf bukan maksud saya mencampuri pribadi anda. Saya hanya khawatir dengan keadaan anda." Kane terlihat bingung saat menyakan hal ini
"Biasa pak, masalah anak muda" pungkas nya.
"Aku tau pak Zein sedang dalam keadaan tidak baik. tapi sama sekali aku tidak berani menanyakan hal ini" batin Hana
Selesai meeting, mereka terjun ke lokasi proyek. Mereka saling bertukar pikiran.
"Kita akan membangun Apartemen disini, disitu akan di bangun theme park yang sangat besar, disana akan dibangun swimming pool yang akan mengelilingi Apartemen ini. Saya ingin anda mengisi firniture terbaik untuk apartemen kami" Ujar Zein
"Baik Mr. Zein saya akan memberikan fasilitas terbaik untuk apartemen anda" sahut Kane
"Maaf pak, bukannya kemaren rancangan kita akan membangun mall di lokasi itu." Hana menunjuk kearah tempat yang akan di bangun theme park.
"Rancangan bisa berubah kapan saja sesuai rencana saya" ucap Zein
Hana hanya tersenyum sambil mengangguk mendengar pernyataan Atasannya itu.
Hari itu berasa sangat cepat menurut Key, dia harus kembali menjadi pelayan di rumah Zein. Banyak para wanita mengidam idamkan untuk bisa bersama Zein. Walaupun hanya menjadi pelayan dirumahnya. Namun tidak untuk Key, semua itu hanya mimpi buruk baginya.
"Mi, kayaknya aku harus balik duluan." ucap Key dari balik cubicle
"Pasti kamu akan kerumah CEO dingin kutub utara itu kan?" ujar Mia yang mengkhawatirkan sahabatnya itu
"ia Mi"
"Ya ampun Key, kamu gak bisa terus terusan seperti ini. Kita harus lapor sama Pak Kane. Dia pasti lebih memilih karyawannya kok. Kamu tau kan Pak Kane. Dia pasti lebih memilih kedamain Karyawannya" ujar Mia
"Udah Mi, gak perlu. Aku pasti bisa kok melewati ini semua. Lagian kontraknya hanya 2 minggu. Pak Kane udah terlalu baik sama aku. Aku gak akan ngecewain dia" ucap Key
"Astaga Key, hati kamu terbuat dari apa sih? Udah disakiti, tapi tetap aja nyantai" sahut Mia memuji sahabatnya itu
"Udah ya Mi, aku berangkat dulu. Aku gak mau berpapasan dengan CEO aneh itu dirumah. jadi aku harus berangkat lebih awal. Biar gak ketemu tu orang aneh"
"Ya udah Key, kalau kamunya tetap kekeh. Kamu hati hati ya."
Key memesan taksi online untuk menuju rumah Zein. Hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk Pak sopir sampai kerumah Zein. Saat sampai dirumah Zein, Key menekan password pintu rumah Zein. Key masuk dan langsung mengerjakan semua tugasnya.
Saat Key ingin mengambil sebuah penggoreng yang ada di dalam almari atas. Key sangat kesulitan untuk mengambilnya. sehingga ia harus memanjat untuk mengambil penggoreng tersebut.
"Aduh, tinggi banget sih!" seru Key yang sangat kesulitan mengambil sebuah penggoreng