
Key mulai mempersiapkan diri untuk menjadi sekretaris Pak Kane sekarang. Walaupun hanya sementara tapi itu membuatnya sangat gugup, belum ada persiapan untuknya. Apalagi pengalaman, sama sekali belum dimilikinya.
Sebelum menghadiri meeting, Key sudah mempersiapkan semua berkas yang akan di bawa untuk meeting. Key izin dengan Pak Kane untuk keluar ruangan sebentar menuju cubiclenya.
"Pak saya izin ke ruangan saya sebentar"
Pak Kane hanya menganggukkan kepala menandakan setuju.
Key cepat cepat turun untuk memberitahukan Mia. Apa yang ditugaskan Pak Kane untuknya.
sampai di cubicle
"Kamu kemana aja sih Key? Lama banget dari ruangan Pak Kane. Ada apa sih? Kepo tau!" sambil memanyunkan bibirnya.
"Tau gak Mi, aku disuruh Pak Kane jadi sekretarisnya selama 2 hari kedepan."
"what?? serius kamu Key?" dengan ekspresi kagetnya
"Iya Mi, aku serius. Aku aja kaget. Tapi mau gimana lagi Mi, aku gak bisa bantah. Aku nggak mau gaji aku dipotong bulan ini. Akhirnya aku iyain aja deh."
dengan mata bulatnya yang membesar Mia hanya memangkukan dagu di tangannya mendengar ulasan sahabatnya itu.
"Kamu tau kan Mi, gimana Pak Kane? Kamu jangan marah ya?" sambil memegang tangan Mia.
"Astaga Key, aku tau kamu gimana orangnya. Kamu bukan pagar makan tanaman. Kamu itu sahabat tersegalanya buat aku. Kamu harus semangat Key. Aku yakin Key pasti bisa jadi sekretaris yang hebat. Walaupun sementara." sembari memberi semangat buay Key.
"Makasih ya Mi, kamu yang selalu ngerti aku. Dari kesekian orang yang selalu nyakiti aku"
"Ya ampun Key, udah ah. jangan Lebay gitu. sekarang bukan waktunya kita ngelebay. Sekarang saatnya aku permak kamu Key. Aku nggak mau sahabat aku jadi sekretaris yang biasa biasa aja. Aku mau kamu terlihat sangat cantik di hadapan para klien. terutama bos kita. oke?"
dengan semangat Mia langsung ke lokernya mengambil semua Makeup seadanya yang iya miliki di loker. dan baju ganti sewaktu waktu jika kehujanan atau terkena noda. Dengan cekatannya Mia memaikaikan baju yang dimilikinya diloker untuk di pakai Key. dan langsung memake over Key.
Perlahan ia melepas kacamata yang di pakai Key dan menggantikannya dengan memasang soflen bewarna natural dimata minimalisnya itu.
Key hanya bisa diam tanpa bantahan sedikitpun. Key tau antusias sahabatnya itu yang ingin membantunya. Key hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Mia di wajah serta rambutnya itu.
"Dress udah, soflen udah, saatnya wajah" Mia bergumam sendiri
Key hanya pasrah dengan dirinya yang di permak oleh Mia saat ini.
"Hmmmm begini kan kamu lebih cantik Key, Aku gak nyangka ternyata sahabat aku yang satu ini cantik banget kalau di make over. Aduuhh,,, kecantikan aku udah ada yang nandingi nih!" Puji Mia, dan sedikit bergurau menyindir.
"Astaga Mi, ya enggak lah! kamu itu wanita paling cantik sejagad raya. Kalau aku dibandingi kamu, aku tu cuma kuku jempol kamu Mi" Key memperjelas sambil menggandeng sahabatnya itu.
"Hm,,,, apa nggak terlalu berlebihan Mi?"
"Berlebihan apanya? buat aku ini simpel banget Key, ini namanya fashion. Key, kamu harus balik keruangan Pak Kane pasti dia udah nungguin kamu"
"Astaga, iya Mi aku hampir lupa. aku balik ke ruangan ya? Makasih Mia, udah ngebantu aku dalam hal apapun " sambil menggandeng tangan Mia dan bermanja di lengan tangannya.
"sama sama Key, udah pergi sana"
"Bye Mi,,,"
sampai di ruangan Pak Kane, dia hanya terkejut berdiri mematung melihat perubahan Key. Penampilannya sangat modis, cantik dan elegan. Jauh berbeda dari biasanya.
"Key, ini kamu?" Pak Kane terkejut matanya hingga terbelalak
"iya Pak ini saya Key" dengan ekspresi bingung melihat bosnya yang tidak mengenali dirinya.
"Bravo,,, bravo,,, Kalau begini kamu bisa menjadi penganti tetap Desi" tutur Kane yang bercanda berusaha menggoda Key.
"Sa, saya tidak hebat seperti Bu Desi pak"
"Seiring berjalannya waktu kamu pasti hebat seperti Desi"
"Terimakasih pak, atas supportnya"
Pak Kane hanya tersenyum
"Kamu udah siapkan berkas yang akan kita bawa Key?"
"Sudah pak" dengan tegas Key menjawab
"baiklah kita segera ke lokasi"
Pak Kane duduk dikursi belakang kemudai, sedangkan Key duduk disampinh supir pribadi pak Kane.
"Dit, kita menuju ke Loyalty cafe"
"Baik tuan" supir Kane, sambil menganggukkan kepala.
"bukannya kalau meeting itu seharusnya dikantor ya. Tapi, kenapa ini dicafe. Mungkin proyek yang satu ini lebih rahasia." gumam Key dalam hati.
Adit sudah bekerja lama menjadi supir Kane. Sejak Kane tamat dari kuliah, pertama kali menginjakkan kakinya di Diamond Group. Selama itulah Adit bekerja untuk Kane.
Adit bekerja sangat profesional, sehingga membuat Kane tetap memilihnya dan tidak menggantikan ke supir lainnya.