Perfect Love My Boss

Perfect Love My Boss
BAB 11



"Masa iya sih Mi sampai seperti itunya. Malah aku baru tau. tanya Key tidak mengetahui seputar kehidupan selebrita.


"Iya Key. Aku yakin sih kalau oppa suka sama kamu."


"Kalau itu sih siapa yang tau Key" ujar Mia tidak percaya.


"Apa kamu belum move on dari Steven ? sindir Mia sambil mencolek tubuh Key yang sedang membuatkan salad buah untuknya.


"Apaan sih Mi, Steven itu masalalu aku"


"Iya masalalu yang entah kemana wujudnya 3 tahun ini. Bisa bisanya dia meninggalkanmu tanpa kabar. Mia kesal karena ada lelaki yang tega menyakiti sahabatnya itu.


"Mungkin aku harus mengubur semua kenangan bersamanya.


Key mengambil bingkai foto yang ada di sudut meja samping ranjang kasurnya. Terpampang jelas foto Key bersama seorang lelaki tampan berpakaian seragam SMA. Pria itu ialah Steven Almoes. Steven ialah kekasihnyaya sejak Key memasuki Sekolah Menengah Atas. Saat itu Steven menjadi ketua OSIS. Tentunya dialah yang menjadi ketua panitia MOS.


Disitulah Key dan Steve terjebak cinta lokasi. Semenjak kelulusannya, Steven melanjutkan studinya ke Harvard. dan sampai sekarang Steven tak memberikan nya kabar.


di Cafe


Roy dan William sudah datang bersamaan ia tak mendapati Zein ada di cafe itu. Cafe berkelas elite dengan fasilitas, bar, billiard, karaoke, Spa, Swim dll.


"Siang pak! Tuan Zein sudah menunggu anda di VVIP room". Ucap pelayan di cafe itu


"Ada ada saja si Zein. Siang siang bolong gini ngajakin kita dugem. Apa gak ada waktu lain" Ujar Roy


"Sepertinya dia ada masalah Roy, kau taulah dia. Terakhir dia ngajak kita kesini itu udah lama banget. 2 tahun yang lalu. Selepas kepergian Kareen" Sahut William


Mereka berjalan memasuki VVIP room. dalam ruangan itu sudah ada 3 wanita cantik nan sexy. Zein sedang sibuk memainkan billiar yang ada diruangan khusus itu. Mereka mencoba merayu Zein, namun sedikitpun hati Zein tak tergoda dengan wanita yang ada disekelilingnya.


"Hai bro! sapa Roy dengan menyalami tangan Zein dan memadukan bahu satu sama lain.


"Udah lama disini?" tanya William


"Baru beberapa menit" jawab Zein


"Hai laddies cantik! Roy menggoda salah satu wanita itu.


"Sayang sekali wanita cantik sepertimu dianggurin. ucap William sambil membelai rambut wanita itu.


"Udah lama nih aku gak adu skill bareng kalian" ucap Zein seakan menantang Roy dan William.


"Wah, wah, ada yang nantang kita ni Will. ucap Roy


"Boleh juga tu" jawab William


Sesekali mereka meneguk Wine yang sudah di pesan oleh Zein. Tentunya Win yang paling terbaik di bar itu. Wanita wanita itu menuangkan kegelas mereka dan menyulanginya. Tapi tidak dengan Zein. ia tidak tertarik dengan para wanita itu. Zein berhenti bermain billiar.


"Keluar lu semua. Pintah Zein menyuruh para ladies untuk keluar dari ruangan itu.


"Jangan pernah coba coba untuk merayuku. Aku tak akan tergoda dengan semua wanita" Ucap Zein hampir sempoyongan.


"Roy, benerkan kata gua. Lagi ada masalah tu anak. Ujar Willam


"Bro, lu ngapa tiba tiba ngajak kita kesini?" Tanya Roy yang sudah mulai setengah mabuk


"Gak ada apa apa bro Gua kangen hangout bareng. Jawab Zein yang sudah mabuk pengaruh Win terlalu banyak.


"Ayolah bro! bicarain aja ke kita kita" ujar William


"Zil, dia udah merebut wanitaku" sahut Zein yang sudah sempoyongan


Kedua sahabatnya itu terbelalak kaget mendengar ucapan Zein.


"Sejak kapan ni bocah mulai tertarik dengan wanita lagi?" batin William


"apakah wanita itu Karen?" Tanya Roy dengan sangat penasaran


"Jangan sebut nama wanita itu lagi. Aku sudah tidak ingin mengenalnya" ucap Zein sambil mengepalkan kedua tangannya.


Tak lama setelah itu


"bruukk"


Zein jatuh dari sofa. dan ternyata Zein pingsan, pengaruh win yang terlalu banyak.


"Gila ni anak! gak bisa minum tapi maksa untuk minum. Untung teman gua. Malah berat banget lagi. ucap William sambil memapah Zein


Mereka melajukan mobilnya ke kediaman Witama.


"bro, gua masih penasaran ni sama cewek yang disebutin Zein" Ucap Roy


"Entar juga kita bakalan tau" sahut William


"Hebat banget tu cewek bisa nakluki hati seorang Zein Alvaro" ujar Roy


"Udah ga usah mikirin itu. Yang penting sekarang gimana caranya kita ngadepin pak Witama. Malah bawa anaknya pingsan gini lagi. Lu tau kan, nyokap Zein sayang banget sama dia. Waktu kita datang bawa anaknya begini, yang ada kita malah di tuduh ngeracun entar" William panik dengan ekpresi parnoknya


"Udah aman, entar gua yang jelasin semua" ucap Roy dengan santai.