
Key hanya terdiam membisu dengan air mata yang terus berlinang.
"Baiklah aku akan berhenti bertanya. Tapi kamu harus ikut makan siang denganku." ucap Zil sambil membujuk Key untuk ikut makan siang bersamanya.
"Tidak. aku ingin pulang kerumahku." Key menolak ajakan Zil sambil menggelengkan kepalanya kembali.
"Bie, aku tak akan membiarkanmu menangis seperti ini" Rayu Zil sambil tetap menenangkan Key.
"Aku sedang tak ingin makan" ucap Key sambil nangis sesegukan
"Kalau kamu tak ingin makan denganku. Aku akan menambah kecapatan mobil ini" ancam Zil
"Ok baiklah. Aku akan makan denganmu. Kenapa sekarang kamu hampir mirip dengan pria idiot itu. Si tukang ancam dan pemaksa. atau jangan jangan kalian bersaudara. ungkap Key kesal
"Aa a apa? saudara? ya enggaklah" Zil gugup atas kebohongan yang di ucapkannya.
"Terus, kenapa sekarang kamu memaksaku? tanya Key yang sudah berhenti menangis
"Bie, aku hanya mengkhawatirkanmu. Aku tidak mau kamu sakit. Setelah makan, aku akan mengantarmu pulang. I'm promise Bie. Zil merayu hingga memelas.
"Kenapa kamu terus memanggilku dengan sebutan itu? tanya Key
"Panggilan itu sangat cocok denganmu Bie." goda Zil lagi
"Terserah kamu deh!"
Zil terus bertanya kepada Key, agar ia lupa dengan masalah yang membuatnya sedih.
Mereka sampai disebuah restoran yang sangat mewah. Saat turun dari mobil, sudah banyak mata menyorot mereka. Zil sudah biasa dengan keadaan seperti ini. Namun beda dengan Key, ia sangat risih dengan situasi seperti ini.
"Bie maaf ya mungkin ini membuatmu sangat risih." ucap Zil
"Iya Zil tak apa."ujar Key
Setelah keduanya selesai menyantap makanan. Zil mulai menanyakan hal yang membuat Key menangis.
"Bie, ada hubungan apa kamu dengan Pria itu? tanya Zil
"Pria yang mana? sahut Key
"Ceo Witama group ?"
Zil tak menyebutkan nama Zein. Agar ia terlihat tidak mengenali Zein sama sekali.
"oh dia, Pria aneh itu.
Key menceritakan semuanya dari awal ia bertemu dengan Zein saat ia ditabrak oleh Zein dan dituduh telah menipunya. Hingga kontrak kerjasama antara perusahaan mereka. Namun Key, tak menceritakan kalau dirinya sebagai jaminan kontrak kerjasama itu. Key tak mau kalau ia menceritakannya, sesuatu hal akan terjadi dan memperburuk keadaan.
"Aku tidak ada hubungan apapun dengannya. Hanya sebetas teman kerja saja." Imbuh Key
"Lalu, hal apa yang membuatmu menangis? Apakah kamu telah disakiti olehnya?" Tanya Zil dengan emosi
"Sudahlah Zil, aku tak ingin membahasnya lagi. Aku ingin pulang" jawab Key sambil mengambil tasnya
"Baiklah bie. Aku tidak akan memaksamu untuk menceritakannya. Aku akan mengantarmu pulang." ucap Zil
"O ia ya Zil, terimakasih atas makanan yang kamu kirimkan kekantorku kemarin". Ujar Key
"Hah! makanan? Aku tidak mengirimkan makanan apapun kekantormu." jawab Zil sambil mengernyitkan dahinya.
"Lalu siapa yang mengirimkan makanan padaku. apa ojol itu salah mengirimkan alamat. Tapi benar itu namaku" batin Key
Ketika mereka sampai dirumah Key, ternyata Mia sudah berada didepan rumahnya. Sedari tadi ia menunggu Key pulang. Dari arah lantai 2, Mia melihat sebuah lamborgini berhenti di samping cafe pemilik Rumah sewa Key.
Sontak Mia pun terkejut melihat siapa yang turun dari mobil itu.
"Oppa Zilky! Mia teriak histeris dari atas lantai 2.
Siapa lagi kalau bukan aktor yang tengah naik daun itu. Andrean Zilky Alfares. Dengan ketampanannya yang mampu membuat seluruh wanita terpikat kepadanya. Mia langsung berlari menuruti anak tangga hendak meminta foto dengan aktor tampan itu. Karena dikantor kemaren ia tak sempat berfoto dengannya. Karena Mia haris dikejar deadline.
Langkah Mia terhenti melihat sosok wanita yang sangat familiar turun dari mobil bersama Zilky.
Mia terpelongo melihat adegan mereka.
"Bie, kamu istirahat ya. Aku balik dulu" Ucap Zil sambil mengelus kepala Key lembut
"Iya Zil, kamu hati hati ya. Thanks for today" sahut Key dengan senyum manisnya
"Bye honey!" ucap Zil sambil menurnkan kaca mobilnya
Mia masih terpolongo tak kunjung menutup mulutnya. Key datang ke hadapan Mia dan menutup mulutnya.
"Awas masuk lalat" ucap Key gurau
"Biii? Honey? Oppa memanggilmu Baby" ucap Mia
"Hahaha enggak Mia? Key tertawa kecil sambil berjalan menaiki anak tangga dan menekan kode pintu rumahnya.
"Apa pendengaranku sudah rusak ya? perasaan aku gak salah dengar." ujar Mia
"sudah sudah. Kenapa tumben tumbennya kamu kesini gak ngabari dulu" tanya Key
"Aku udah nelpon kamu dari tadi. Tapi nomor kamu diluar jangkauan terus. Jadi aku berniat langsung mendatangi kamu kesini. Eh aku melihat pemandangan yang amazing banget." jawab Mia sambil memanyun
"Amazing apanya. Biasa aja kali" ujar Key
"Eh tapi bentar deh! sejak kapan kamu kenal Oppa Zilky? Kenapa keliatannya kamu dekat banget dengan oppa?" Tanya Mia penuh rasa penasaran
"Mau tau aja apa mau tau banget" sahut Mia dengan candaan.
"Key,,, aku serius!"
"Zil pernah tolongin aku kasih tumpangan. Darisitu aku kenal dia. Pas juga kemaren yang kamu suruh akting bareng. Awalnya aku juga gak tau kalau dia aktor. Terus dia ajak aku ngedate. Udah gitu doang." jelas Key dengan wajah datar memberi penjelasan
"Astaga Key, kamu kudate banget sih! masa iya kamu gak kenal kalau dia aktor yang lagi buming di sosmed. Bahkan dia aktor terfavorit loh. di salah satu ZT Award." Imbuh kesal melihat sahabatnya itu yang buta akan sosmed.
"Emang kalau dia aktor kenapa Mi? ada masalah?"
"Ya enggak sih Key. Bangga aja gitu bisa dekat dengan aktor yang gantengnya luar biasa. Secara gitu kan, siapa yang gak kenal dia."
Ujar mia yang mulai alay dengan tingkahnya.
"Aku malah risih Mi, dari tadi waktu aku jalan ke restoran. Semua orang pada minta foto, tanda tangan, bahkan ada yang berusaha ingin memeluknya. Aku yang didekatnya meresa geli melihat itu" ucap Key dingin
"Astaga Key, beruntung sekali kamu bisa berkencan dengannya. Kamu tau tidak, belum ada satu wanitapun yang pernah berkencan dengannya. Berarti kamu sangat spesial menurutnya Key" Ujar Mia sambil menggoda sahabatnya itu.
"Emang martabak. Spesial? canda Key
"Aku serius Key. Mungkin oppa ada hati dengan kamu. Jatuh cinta pandangan pertama mungkin. Ucap Mia
"Kalau itu sih aku gak tau Mi. Mana mungkin dia suka sama gadis seperti aku. Kamu lihat kan, fansnya bertebar dimana mana. Apa mungkin gadis seperti aku dipandang olehnya" jawab Key lagi
"Tapi Mi, dia saja sudah mengajakmu berkencan. Bahkan dia tidak menutup identitasnya. seperti artis artis lain. Kalau pergi tanpa pengawal, mereka selalu menutupi diri. seperti pakai masker, kacamata dan memakai gazebo. Lain halnya dengan oppa yang mengajakmu berkencan. Berarti dia telah memberi tahu kepada publik siapa wanita yang diajaknya berkencan. ujar Mia memberi penjelasan dengan sahabatnya yang terlalu kudate itu.