
Zil menuruni anak tangga satu persatu saat Zil berada tepat di depan mobilnya.
"brruukkk" Zein melayangkan Bogeman ke wajah Zil
"Ini balasan untuk pukulan mu kemarin" ucap Zein
"Seorang pengecut akan selalu menyerang lawannya disaat lawannya sedang lengah" Sahut Zil
"Apa kau bilang pengecut? Bukan nya kau yang seorang pengecut. Mencintai seorang wanita namun tak berani menyatakan. Hanya mengagumi nya di balik layar." ujar Zein
"Itu dulu. tidak akan ku lepas untuk kali ini" ucap Zil
"Kau ingin menantang ku lagi? Ku terima tantangan mu?' ujar Zein
Zein pergi meninggalkan Zil begitu saja tanpa melihat keadaannya.
"Dasar keparat berani sekali kau menghajar ku!" Ketus Zil
Zein berjalan menaiki anak tangga menuju rumah sewa Key.
"Tok tok tok"
"Siapa lagi sih? Kenapa aku tidak bisa beristirahat." gumam Key
Key membuka kan pintu, ia kaget melihat siapa yang datang kerumahnya. Karena saat ditelepon, ia sudah mengatakan kepada pria tersebut bahwasannya tidak perlu datang lagi kerumahnya.
"Ada perlu apa lagi anda ke rumah saya? " tanya Key
"Kamu punya tisu basah? sahut Key
"Punya, bentar kuambil kan." jawab Key
"Aku boleh duduk?" tanya Zein lagi
"Ya silahkan." Key menjawab dengan cueknya. Karena dirinya sudah sangat lelah ingin beristirahat
"Ini tissue nya " Key memberikan tisu tersebut kepada Zein
Tanpa aba aba Zein langsung mengusap dahi Key dengan tisu.
"Dahi kamu kotor sekali, tangan kamu juga. Abis ngapain sih?" Zein mengelap semua bagian wajah dan tangan Key yang disentuh oleh Zil.
"Aku gak abis ngapa ngapain kok!"
"Buktinya itu kotor, seperti banyak kumannya." sahut Zein
Key heran dengan perlakuan Zein yang tidak biasanya.
"Apa dia melihat Zil mencium ku saat didepan pintu? Pasti gara gara itu. Kenapa dia? Apa dia cemburu?" batin Key
"Hey, kenapa kamu melamun?" tanya Zein
"enggak, siapa yang melamun? Cuma heran aja sama sifat kamu yang begitu aneh" sahut Key
"Aneh apanya?" Tanya Zein
"Ya aneh lah, kadang membeku kadang mencair" jawab Key
"Oh itu. " jawaban Zein yang begitu cueknya
"Ini, aku dapat dijalan tadi." Zein memberikan bingkisan yang dibelinya
"Kamu mungut dijalan? Itu kan kotor." ucap Key
"Udah gak usah bawel. Jangan lupa minum obat, habis itu istirahat. Aku harus balik ke kantor." pamit Zein
"Ih dasar anak itu. Bos apaan cuek begitu. Apa anak buah nya betah kerja di perusahaan nya angkuh lagi" Ucap Key pelan
"Hey, aku belum pergi aku mendengarmu mengatai ku! sahut Zein dibalik pintu
"PD sekali kamu dikatain? Astaga, apakah suara ku begitu keras?" benak Key
Zein kembali muncul dari balik pintu tiba-tiba ia mencium bibir mungil itu, ********** dengan hangat, Zein menggenggam erat pinggul indah itu. Key mengikuti alur suasana itu, jantungnya berdetak semakin kencang. Zein mengangkat Key berada di pelukan nya, meletakkan Key terduduk di pinggir sofa. Perlahan Zein melepaskan ciuman itu. Key membuka matanya.
"Apakah yang kurasakan ini nyata?"
"Jaga diri, jaga kesehatan mu jangan makan sembarangan" Zein mengusap lembut rambut Key
Key hanya mengangguk lemah. dia tak pernah menemukan perhatian itu dari seorang lelaki sebelumnya. kecuali ayahnya.
Zein keluar dari rumah Key, menuju letak parkir mobil nya. mengendarai mobilnya menuju kantor nya.
Key membuka bingkisan yang di bawakan oleh Zil
"Ini yang dibilang Nemu dijalan?" Key kaget melihat isi bingkisan tersebut.
Isinya ialah sebuah coklat besar dan yoghurt. tertera sebuah kartu ucapan yang tertulis
"Dear Key lekas membaik. Maafkan aku" Kartu ucapan Zein
" Isi kartu ucapan aja begini. Kelihatan sekali karakternya kalau orang nya tu cuek banget + aneh." ujar Key
Key mengambil ponsel nya mengirimi sebuah pesan.
"Makasih ya, bingkisan yang kamu pungut dari jalan udah ku makan. Enak!" Key mengirim pesan untuk Zein
Zein sudah kembali ke kantor, duduk di sofa ruangan kerjanya. Lalu hpnya berdering
"Ting" pesan masuk
Zein tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh Key.
"Dasar si polos ini" ujar Zein tersenyum lepas membaca isi pesan
Sekretaris Hana melihat kelakuan bosnya dari luar ruangan. ia melihat bosnya Tersenyum sendiri melihat layar ponselnya.
"Sudah lama aku tak melihat Pak Zein tersenyum seperti itu" tutur Hana
Hana memasuki ruangan Zein ia berjalan pelan agar tidak mengganggu Zein.
"Ada apa Sekretaris Hana?" tanya Zein
"Maaf pak! Hari ini tepat penerbangan Model cantik Kareen balik ke negara kita" jawab Hana
"Apa hubungannya denganku?" tanya Zein lagi
"Apakah bapak tidak ingin menyambut nya di Airport?"
"Tidak perlu, hari ini kita banyak jadwal meeting kan ? Tidak ada yang lebih penting kecuali urusan pekerjaan." sahut Zein
"Baik pak. Saya kembali ke ruangan untuk menyiapkan berkas meeting siang nanti.' ucap Hana
"Ya" sahut Zein
Siang itu kantor Witama group sangat hening, semua karyawan sedang sibuk bekerja menyelesaikan pekerjaan nya masing-masing. Seorang wanita cantik, berpakaian sexy dengan tubuh ideal yang di idam-idamkan para kaum hawa. Semua mata tertuju padanya.
"Bukankah itu model cantik calon istri Pak Zein ya? ucap salah satu pegawai Putri
"Iya, Tapi mereka batal menikah. Karena wanita itu lebih memilih karirnya. dibanding menikah dengan Pak Zein." ujar Rere
"Di kasih kesempatan emas kok ditolak" sahut Putri
"Ngapain ya dia kesini lagi? apa Pak Zein yang menyuruhnya untuk datang?" tutur Tiara
Karen berjalan begitu santainya walaupun banyak tatapan mata yang tertuju padanya. Sudah biasa baginya dilihat oleh orang lain. Karena pekerjaan yang sudah sangat membiasakan dirinya. ia menuju arah lift menekan lantai 15 menuju arah ruangan Zein.
Baru beberapa menit Hana keluar dari ruangan Zein. Tiba-tiba ada seseorang wanita masuk kedalam ruangan Zein tanpa mengetuk pintu. Zein beranggapan bahwa itu Hana. Karena yang berani masuk ke ruangan Zein tanpa mengetuk pintu hanyalah sekretaris Hana.
"Ada apalagi Sekretaris Hana? tanya Zein kepada wanita tersebut tanpa melihat siapa yang masuk.
Zein masih menyusun laporan nya menyiapkan berkas yang akan dibawa untuk meeting.
Karen mendatangi Zein tepat di samping Zein dan memeluknya.
"Sayang, aku kangen" Karen memeluk Zein dan menciumnya
"Kamu ngapain kesini?" tanya Zein
"Kenapa ? aku gak boleh kesini ya?" sahut Karen
"Bukannya kamu banyak job di LN?" tanya Zein
"Aku bosan di sana. Aku kangen kamu, makanya aku balik kesini."
"Bosan atau gak ada job lagi?" batin Zein
"Aku ada meeting sebentar lagi. Kamu pulang sana istirahat setelah meeting aku temui kamu." ucap Zein
Namun Karen tetap memanja dihadapan Zein ia duduk diatas pangkuan paha Zein.
"Aku maunya turun bareng kamu. Bete tau di liatin banyak pegawai kamu."
"Bukannya kamu udah biasa diliatin banyak orang" ujar Zein
"ia sih, tapi kan"
belum sempat Karen melanjutkan ucapannya tiba tiba saja Hana membuka pintu Ruangan Zein
"Kita akan per.... Eh maaf pak saya lupa mengetuk pintu" ujar Hana
Zein menyingkirkan Karen dari pangkuannya. dan membuat Karen terdorong berdiri seketika.
"ih kamu Zein" gumam Karen
"Iya Sekretaris Hana kita pergi sekarang. Kamu turun duluan ke lobi." Ucap zein
"Kamu, jaga sikap kalau lagi di kantor. Gak enak kalau dilihat sama karyawan." Ujar Zein
"Tapi kan aku kangen" ucap Karen dengan nada manjanya
"Ingat, bersikap lebih sopan kalau dikantor aku" ucap Zein
Namun Karen tak menggubris perkataan Zein ia menggandeng tangan Zein saat menaiki lift serta berjalan di depan para pegawai Zein. Sosok mata tersorot memandang Zein dan Karen yang tengah bergandengan mesra
"Ternyata mereka masih jadi pasangan yang serasi ya?" ucap Tiara
"Serasi apa nya. Liat tu, Pak Zein seperti sangat risih digandeng seperti itu." ujar Rere
"Udah ah, kita doakan aja yang terbaik untuk Pak Zein" Tutur Putri
Saat sampai di lobby
"Aku akan meeting. Nanti aku akan menemui mu di Loyalty cafe pesan makanan sesukamu" ucap Zein
Karen hanya mengangguk namun ia tak menggubris perkataan Zein lagi.
"Ngapain aku menunggu nya di cafe, lebih baik aku kerumahnya saja." gumam Karen