
"Bagaimana mungkin ini belanjaanku? aku saja belum membayar sepeserpun uang kepadamu." ujar Key mulai bingung dengan pernyataan penjaga kasir.
"Tadi ada seorang pria tampan yang membayar semua belanjaan mu. Maaf nona aku harus segera pergi." sahut si penjaga kasir
"Terima kasih ya Mbak" sahut key
Berlari kecil menuju minimarket yang ia masuki tadi. namun ia tak menemukan lelaki tersebut. tiba-tiba ada sebuah mobil melintas di samping key.
"Sepertinya aku sudah tak asing lagi melihat mobil itu, astaga pasti itu mobil si makhluk dingin kutub Utara. ada urusan apa dia lewat daerah rumahku ? ah biarkan sajalah apa peduliku dengan nya. yang aku tahu dia iyalah orang jahat. aku harus pergi ke minimarket itu." ketus key yang masih tetap penasaran
Key masuk kedalam minimarket.
"Permisi mbak maaf saya boleh tanya. siapakah pria yang membayar belanja saya bolehkah saya tahu identitasnya? "tanya key kepada si penjaga kasir
"Maaf nona itu sudah privasi dari minimarket kami" jawab penjaga kasir
"Tolonglah Mbak tak mungkin aku menerima ini gratis padahal aku tak mengenal orang tersebut. aku tak akan hidup nyaman karena terus-terusan memikirkan utangku kepadanya. "rayu key dengan gombalan maut
"Oke baiklah nona saya akan memperlihatkan kan identitas pria tersebut karena dia belanja via debit." ucap penjaga kasir
Wanita penjaga kasir memperlihatkan nota belanja pria tersebut dan melihatkan si pemilik kartu debit tersebut di ujung tertera nama Zein Alvaro.
"Astaga ternyata makhluk dingin kutub utara itu yang membayarkan belanjaanku lalu kenapa dia berada di sini " ucap Key spontan
"Maaf pria itu memang sering belanja di sini namun ia hanya nya membeli dua botol yogurt." ucap penjaga kasir
"Oh begitu ya mbak terima kasih ya untuk semuanya "
Key berjalan menuju arah pulang.
"ternyata benar yang tadi itu ialah mobil pria aneh itu. iya sering belanja di sini juga ternyata. huh aku jadi berhutang kepadanya " gumam Key
Tanpa Key sadar, Zein sudah mengikutinya sedari tadi dibelakangnya. ternyata Zein ingin mengetahui dimana rumah Key. key sudah membelok ke arah sebuah cafe.
"Ngapain nih orang malam-malam gini ke cafe? apa dia tak tahu hari sudah mulai larut malam." ucap Zein
Namun Key tidak memasuki cafe tersebut tapi Key menuju ke arah tangga lantai 2 dimana tertera tulisan indekos.
"Oh ternyata dia tinggal di sini. "ujar Zain
Keesokan harinya Key bekerja seperti hari-hari biasanya dan sampai di kantor Key curhat dengan sahabat karibnya itu yang tak lain ialah Mia. menceritakan kejadian tempo hari. Key tak menceritakan adegan panas itu. ia hanya menceritakan bahwa Zein selalu menyebutnya wanita murahan.
"Tak habis-habisnya ya CEO witama group terus menyakitimu. Sudahlah Key berhenti saja dari kontrak itu bilang semuanya kepada pak Kane dia pasti bakal mengerti mu percayalah. dia sangat sayang kepada semua karyawannya takkan mungkin dia membiarkanmu seperti ini "ucap Mia sambil mengelus pundak Key
"Tidak segampang itu Mi, aku bisa saja berhenti dari kontrak tersebut tapi dampaknya begitu besar. di dalam kontrak tersebut. apabila aku menyatakan berhenti dari kontrak takkan mungkin ada kerjasama antara diamond group dan witama group. "
Di balkon atas kantor Key menangis jadi jadinya memeluk sahabatnya itu.
"Astaga aku tidak tahu ternyata isi kontrak kamu seperti itu. Kenapa waktu itu kamu tidak berunding dulu dengan pak Kane.?" tanya Mia
" Mi dia terus memaksaku dia tak ingin menunggu lama atas jawabanku. Apabila aku tak menjawab dengan cepat, dia bisa saja dengan seenaknya membatalkan kerja sama itu. Kamu tahu kan mi omset terbesar kita berada di witama group."
"Iya sih Key serba salah memang kalau aku di posisi kamu mungkin aku juga seperti kamu. tanpa berpikir panjang langsung aku iya kan aja tuh kontrak karena kontrak itu sangat menguntungkan dan kita juga nggak tahu kejadiannya bakal kayak gini. Sabar ya saat ini mungkin kita tidak berada di titik atas. pelangi akan tercipta setelah hujan turun kamu yakin pasti bakal ada sesuatu yang indah setelah ini. mungkin bukan saat ini tapi entar besok atau bahkan lain waktu." Mia terus menyemangati sahabatnya itu dia tak mau melihat sahabatnya itu patah semangat.
"Thanks banget ya kamu udah nyemangatin aku kamu udah dukung aku kamu juga udah jadi sahabat plus kakak untuk aku. Aku nggak tahu harus bersikap gimana lagi untuk berterima kasih sama kamu. " ucap Key sambil memeluk Mia
Air mata kei tak kunjung berhenti Mia sahabatnya memeluknya dengan erat dan mengelap air mata Key yang berjatuhan
"key kamu nggak boleh terus-terusan nangis ingat ada aku disini. Aku akan selalu ada untuk kamu kapanpun dan dimanapun kamu butuh. Aku tahu gimana sedihnya kamu saat ini. anggap aku ini tempat ternyaman kamu.
Key semakin menangis sejadi-jadinya ia sangat terharu dengan perkataan sahabatnya itu
"Astaga kenapa kamu semakin menangis, hei udah ya malu diliatin karyawan lain stop nangis kita harus memikirkan masa depan." ucap Mia
Key mengelap air matanya yang berjatuhan iya juga seperti bangkit dari kesedihannya.
"Mulai detik ini besok lusa atau kapan pun aku berjanji akan tetap tegar walau makhluk aneh dan dingin kutub utara itu menghinaku. ucapke dengan semangat. "
"Ini baru yang aku kenal, inilah yang sebenarnya yang penyabar yang tidak mudah putus asa. "ucap Mia
Mereka berdua sadar ternyata jam istirahat telah selesai. Mereka kembali untuk bekerja mereka berdua turun dari balkon atas menuju cubicle masing-masing.
Jam pulang sudah tiba saatnya Key bekerja membabu di rumah Zein.
Saat masuk ke rumah Zein, key sudah melihat keberadaan Zein duduk di sofa depan tv sambil memainkan gadgetnya.
"Makasih ya"ucap Key sambil memberikan uang
"Terima kasih untuk apa? Apa kau kira aku ini miskin? atau tampangku seperti pengemis yang membutuhkan uang receh mu." ujar Zein yang masih memainkan gadgetnya tanpa melihat Key sedikitpun
"Sombong sekali sih pria angkuh ini bikin geram saja. gumam key sambil meletakkan uang di atas meja
"Ambil uang recehan itu dari mejaku. Anggap saja itu sebagai gajimu selama melayaniku "ucap Zein dengan lantang
"Gaji kepalamu! sepertinya aku juga tidak butuh gaji darimu dasar pria dingin kutub utara" batin Key
Key tak menghiraukan perkataan dari Zein, dia pergi ke dapur lalu memasak makanan untuk Zein.
"Kenapa tidak sekalian saja kuberikan makanan beracun biar kau tak sadarkan diri. "batin Key dalam hati
tiba-tiba saja Zein muncul di samping Key
"Awas aja kau sampai memberiku racun. takkan kubiarkan dan takkan ku beri ampun." ucap Zein
Key sangat terkejut kenapa makhluk dingin itu mengetahui isi hatiku
"Apa dia seorang peramal atau dia paranormal?" gumam key
Key berpura-pura tidak mendengar ucapan Zein. key seperti menghiraukan Zein Dan menganggap keberadaan Zein tidak ada.
Zain sangat bingung dan bertanya-tanya
"Kenapa dari tadi sepertinya ia tidak menghiraukan ku?" ucap Zei yang mulai bingung atas perlakuan Key.
Setelah selesai memasak Key pulang tanpa berpamitan. Key melihat Zein yang masih duduk di ruang tv. ia melihat Zein tanpa busana hanya memakai celana pendek. Zein seperti memarkan otot-otot perutnya bak roti sobek. Key hanya melewati Zein begitu saja. Tanpa berkata apapun begitu saja.
"Mau ke mana? "tanya Zein
"Tugasku telah selesai aku mau pulang "sahut Keyy