
"Makasih ya Zil" ucap Key
"Kenapa bisa seperti itu Key? bisakah kau menceritakan nya kepadaku?"
"sudahlah Zil, tidak ada yang perlu diceritakan"
"baiklah, aku tak akan memaksamu." ucap Zil
dia kembali melajukan mobilnya ke kediaman Witama. Sesampainya di kediaman Witama. Perasaan Key begitu canggung, jantung nya berdetak kencang.
"wajah kamu kenapa pucat Key? Kamu sakit" tanya Zil sambil memegangi kening Key.
"Tidak Zil aku tidak apa apa. Hanya saja sedikit grogi."
"Key, ada aku disini. Semua akan baik baik saja"
Zil menggenggam tangan Key masuk kerumahnya.
Zein memakirkan mobilnya tepat disamping mobil Zil. ia melihat Zil bersama Key masuk kerumahnya.
"Berani beraninya ia berbohong kepadaku. Awas kau perempuan murahan." Zein mengepal kan tangannya seperti ada dendam yang seakan merasuki tubuh nya.
"Darkom,!" Zein memanggil salah satu bodyguard dirumahnya
"iya tuan! ada yang bisa saya bantu?" tanya Zein
"Pasang CCTV pengintai, dimana wanita itu berada."
"Baik tuan!" Darkom masuk ke dapur dan menyuruh salah satu ART menempel kan CCTV pengintai didekat wanita itu.
Darkom berjalan ke arah mobil Zein
"sudah tuan"
"Oke, kerja bagus. Kembali pada tugasmu"
"baik tuan" Darkom sedikit menundukkan kepalanya tanda rasa hormat kepada tuannya
Zil melihat semua aktivitas yang dilakukan Key pada keluarganya yang sedang makan.
"Siapa namamu? tanya Lisska begitu ketus
"Nama saya Key nyonya"
"Panggil aku mommy" ucap Lisska
"Maaf Nyo,,, eh mommy"
"Sepertinya aku pernah melihat wanita ini, Tapi dimana ya aku melihat nya." batin Lisska
Witama memandang wanita itu dengan seksama,
"cantik, anggun dan juga sopan" batin Witama
Lisska begitu penasaran terhadap Key, ia melirik layar ponsel nya. ia membuka salah satu sosial medianya terlintas berita video wanita perebut pacar sahabatnya sendiri
"Astaga ternyata ini wanita itu"
"Apakah kamu menyukai anakku? tanya Witama
belum sempat Key menjawab pertanyaan dari Witama Lisska sudah angkat bicara
"Sampai kapanpun aku tak akan pernah setuju kau bersama putraku." Lisska beranjak dari kursinya
Sontak saja membuat semuanya terkejut. Apalagi Key, jantung berdegup sangat kencang. Dia kaget atas perkataan mommy Zil.
"Mom, apa apaan ini? tanya Witama
"Siapa orangtua yang bakal setuju anaknya bersanding dengan perempuan perebut pacar sahabatnya?" teriak Lisska
"Siapa lagi kalau bukan wanita murahan di samping mu itu." Lisska menunjuk jarinya kearah Key sambil memberikan ponselnya agar Zil percaya dengan apa yang di katakan Liska
"Maaf nyonya, Anda sangat keterlaluan. Terimakasih atas makan malamnya." Key berlari keluar dari rumah besar itu.
Key tak kuat membendung air matanya. butir demi butir air mata membasahi pipinya. Key melepas Sepatunya dan menenteng nya.
"Mommy sangat keterlaluan. Kita gak tau apa yang terjadi sebenarnya. Dengan mudah nya mommy menjudge seseorang. " ucap Zil sambil berlari keluar rumah mencari dimana keberadaan Key
"Zil, apakah mommy pernah mengajarkanmu untuk menantang orang tua mu. Sudah jelas jelas mommy berusaha melindungi mu dari wanita yang bermuka 2 itu."
"Mom, Zil gak ada waktu untuk bertengkar sama mommy. Dan sekali pun Zil gak pernah nentang mommy. Tapi mommy udah sangat keterlaluan. Zil pergi my."
"Ada apa dengan anakmu? apa dia sudah dibuta kan oleh cinta sehingga berani melawan ku?" Lisska melirik ke arah suaminya
"Sayang, kita tidak tau apa yang terjadi di video itu sebenarnya. Sebaiknya kita jangan semudah itu menilai orang lain"
"Apa maksud papi? bahkan papi pun ikut menyalahkan mommy hanya karena wanita itu. Aku hanya melindungi putra ku dari wanita rubah itu"
"Mommy, papi bukan membela wanita itu. Apa yang kita lihat belum seutuhnya musta tanpa kita ketahui seluk beluknya." Witama mengelus pundak Lisska
"Ah sudahlah, menurut mommy dia bukan wanita yang baik untuk Zil." Lisska berjalan pergi meninggalkan Witama
"Astaga, wanita emang selalu benar" Witama menggaruk garuk kepalanya walaupun tidak gatal
Zil berlari keluar rumah mencari cari letak keberadaan Key. Namun hasilnya nihil. Key sudah tak terlihat lagi bayangan nya pun sudah tak terlihat di gerbang depan.
"Key, kamu dimana?" Zil sudah tak melihat keberadaan Key Matanya begitu liar mencari sosok wanita cantik itu.
"Key maafkan aku!" batin Zil
Zein yang melihat Key keluar dari rumah nya berupaya untuk mengikuti nya dari belakang. Zein melihat Key berlari tak tentu arah.
Tiba tiba hujan turun dengan derasnya. Key tak peduli walaupun bajunya sudah basah kuyup. Key semakin mengeras kan tangisannya. Dirinya yakin bahwasannya tak akan mungkin ada yang mendengar nya berteriak disaat hujan.
"Aaaaaaa, kenapa bahagia tak berpihak kepadaku? Kenapa? Apa hidup ku akan seperti ini untuk seterusnya? Ibu Key lelah! " Key menangis terisak Isak sekeras mungkin Key berteriak di trotoar jalan tak ada satupun orang melintasi jalan itu. tubuhnya terduduk ditengah derasnya hujan. Zein yang dari tadi melihat kelakuan Key merasa sangat kasihan padanya.
"Hey gadis bodoh! apa kau tak puas dengan masa kecilmu? Malam malam begini kau masih mandi hujan?" Zein tepat berada di belakang Key sambil memayungi tubuh kecil itu
sontak saja Key begitu kaget ada orang yang tiba tiba saja menghina nya.
"Kenapa kau selalu muncul di mana mana? atau jangan jangan kau hantu gentayangan" Key yang tadinya menangis langsung terhenti dari tangisannya.
"Apa kau pernah melihat hantu setampan aku?"
"Apanya yang tampan? kejam iya." Key memiringkan bibirnya. menolak perkataan pria tampan itu
"Masuk ke mobil! seru Zein
"Tidak" Key menolak ajakan Zein
"Apa kau sedang menolak perintah ku? Apa kau amnesia? Kau masih ingat kan berhadapan dengan siapa"
"Kenapa kau selalu memaksa setiap orang. Apa kau selalu menggunakan kekuasaan mu dalam segala hal"
"Hah, Zein menghembus nafas panjang.
"Hanya dengan menatapku dari kejauhan mereka sudah tunduk kepadaku"
Tanpa basa-basi Key membuka pintu mobil yang berada di depannya itu. Key duduk di belakang.
"Hey nona sejak kapan aku berganti menjadi supir mu?" Zein menatap kearah Spion melirik letak keberadaan Key yang duduk di belakang kemudi
Key memanyunkan bibirnya kedepan mendengar ucapan Zein yang membuat nya harus duduk bersebelahan dengan kutub es.
"semoga ini akan segera berakhir" batin Key